Portal Berita Ekonomi Minggu, 19 November 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:52 WIB. AS - Panglima tertinggi nuklir AS mengatakan akan menolak permintaan Donald Trump jika perintah peluncuran tidak sah.
  • 21:51 WIB. Jateng - Pemprov Jateng akan memanfaatkan obligasi daerah dan pembiayaan perbankan untuk mempercepat pembangunan.
  • 21:50 WIB. Baja - Kebutuhan baja diperkirakan meningkat sebesar 800.000 ton pada tahun 2018.
  • 21:49 WIB. WIKA - Wika Pracetak Gedung mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp137,6 miliar hingga akhir Oktober lalu.
  • 21:48 WIB. Bali - Kondisi pariwisata Bali pascastatus Awas Gunung Agung diperkirakan bakal cepat berangsur normal pada akhir tahun.
  • 21:47 WIB. SCG - Menperin Airlangga mendorong SCG merealisasikan investasi US$600 juta untuk membangun pabrik di Cilegon.
  • 21:46 WIB. DKI Jakarta - DKI Jakarta menargetkan realisasi investasi bisa tembus Rp100 triliun pada 2018.
  • 21:46 WIB. ASEAN - Menperin Airlangga memproyeksikan ASEAN dalam satu dekade ke depan menjadi basis manufaktur terbesar di dunia.
  • 21:44 WIB. Pan Brothers - Pan Brothers masih menjaga pertumbuhan bisnis akhir tahun di level dua digit.
  • 21:43 WIB. Manufaktur - Utilisasi pabrikan pengolah kawat baja turun hingga 50% karena persaingan sengit dengan produk impor.
  • 21:24 WIB. Startup - UrbanIndo terus mengembangkan inovasi lewat beragam fitur untuk membantu pengguna.
  • 21:24 WIB. Waskita - Waskita Karya Realty menggelar ajang pameran Waskita Realty Expo.
  • 17:42 WIB. Politik - Akbar Tanjung minta Golkar segera tentukan pimpinan baru.

Inflasi Oktober 2017 Terkendali di Rentang 0,08%

Foto Berita Inflasi Oktober 2017 Terkendali di Rentang 0,08%
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menyebutkan laju inflasi makin terkendali berdasarkan hasil survei pemantauan harga (SPH) yang dilakukan bank sentral. Tercatat berdasarkan hasil survei tersebut inflasi pekan kedua Oktober 2017 0,08 persen (mtm).

"Secara year on year (yoy) masih di 3,6% sekian atau 3,7%. Jadi, sejauh ini inflasi sesuai ekspektasi. BI pada Agustus mengatakan bahwa kenapa BI punya ruang penurunan suku bunga? Itu karena kami yakin inflasi terkontrol bisa di bawah 4% menuju ke arah 3,8% - 3,7%. Masih sesuai dengan ekspektasi BI," ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di kompleks perkantoran BI, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Mirza menuturkan makin terkendalinya inflasi menjadikan salah satu alasan BI mempertahankan suku bunga acuan karena dinilai sudah memadai. Sebelumnya, selama dua bulan berturut secara total BI menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps).

"Pak Gubernur BI juga sudah beberapa kali mengatakan bahwa suku bunga sudah memadai makanya kemarin pengumuman yang RDG menyatakan suku bunga tetap. Karena suku bunga sekarang sebenarnya levelnya sudah lebih rendah daripada sebelum Mei 2013," terang Mirza.

Mengutip data BI, pada bulan Agustus 2013 bank sentral menaikkan tingkat suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin menjadi 7%. Posisi tersebut merupakan yang tertinggi sejak Juni 2009 kala krisis ekonomi global masuki tahap pemulihan.

Sebulan sebelumnya bank sentral juga sudah menaikkan suku bunga acuan pada 14 Mei 2013 menjadi 6.5%. Hal yang sama juga terjadi pada bulan sebelumnya lagi. Hal itu mengakibatkan dalam dua bulan BI Rate naik 125 basis poin.

"Waktu 2013 kan naik saat fed? Naik kan, kemudian kita turunkan. Jadi, BI sudah turunkan suku bunga sudah 8 kali. Jadi suku bunga sudah pada level yang baik," ungkapnya.

Tag: Bank Indonesia (BI), Inflasi, Mirza Adityaswara

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,989.26 17,803.79
China Yuan CNY 1.00 2,049.73 2,029.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,330.03 10,223.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,739.79 1,722.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,036.94 9,934.26
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,263.66 3,228.66
Yen Jepang JPY 100.00 12,086.30 11,963.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6051.732 13.825 562
2 Agriculture 1744.479 -5.651 18
3 Mining 1583.409 -1.889 43
4 Basic Industry and Chemicals 661.247 4.339 68
5 Miscellanous Industry 1375.383 -5.666 43
6 Consumer Goods 2594.790 -30.613 45
7 Cons., Property & Real Estate 500.839 1.989 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1157.617 -1.198 58
9 Finance 1064.875 15.680 90
10 Trade & Service 900.127 2.538 132
No Code Prev Close Change %
1 ESSA 159 180 21 13.21
2 CANI 280 312 32 11.43
3 RIMO 202 224 22 10.89
4 WINS 350 378 28 8.00
5 IIKP 252 272 20 7.94
6 MYTX 127 137 10 7.87
7 MAMI 98 105 7 7.14
8 ADMG 204 218 14 6.86
9 MARK 1,395 1,490 95 6.81
10 SCMA 2,000 2,130 130 6.50
No Code Prev Close Change %
1 INCF 210 173 -37 -17.62
2 PTSN 242 210 -32 -13.22
3 ARII 950 850 -100 -10.53
4 FORU 208 187 -21 -10.10
5 AIMS 152 137 -15 -9.87
6 RMBA 378 346 -32 -8.47
7 TIRA 262 240 -22 -8.40
8 BULL 184 169 -15 -8.15
9 HDFA 191 176 -15 -7.85
10 CMPP 376 350 -26 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 PBRX 488 494 6 1.23
2 MNCN 1,460 1,475 15 1.03
3 SIMA 408 402 -6 -1.47
4 BMTR 590 580 -10 -1.69
5 BTEK 132 130 -2 -1.52
6 BBRI 3,210 3,290 80 2.49
7 RIMO 202 224 22 10.89
8 ESSA 159 180 21 13.21
9 BBCA 21,025 21,175 150 0.71
10 TLKM 4,200 4,200 0 0.00