Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:51 WIB. New York - The S&P 500 gained 22.67 points (0.81 per cent) to 2,832.97 on Monday (22/1).
  • 06:50 WIB. New York - The Dow Jones Industrial Average rose 142.88 points (0.55 percent) to 26,214.60 on Monday (22/1).
  • 06:46 WIB. BUMN - Kementerian BUMN menargetkan belanja modal BUMN konstruksi naik 22,8% menjadi Rp140 triliun pada 2018.
  • 06:46 WIB. IHSG - Binaartha Sekuritas memprediksi IHSG masih akan terkoreksi dalam perdagangan hari ini.
  • 06:45 WIB. IHSG - Reliance Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak cenderung tertekan dengan range pergerakan 6.467-6.530.
  • 06:45 WIB. IHSG - Indosurya Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi besar mengalami kenaikan pada hari ini.
  • 06:44 WIB. AP II - Angkasa Pura II menyiapkan dana Rp1,4 triliun untuk pengembangan Bandara Kertajati.
  • 06:44 WIB. Migas - Kementerian ESDM memastikan hasil lelang blok migas akan diumumkan pada awal Februari 2018.
  • 06:34 WIB. 99.co - Portal properti 99.co mengakuisisi UrbanIndo.com yang memiliki 1,2 juta listing aktif.
  • 20:58 WIB. PT Barata Indonesia - PT Barata Indonesia gandeng PT Berkah Alam Lestari Energi untuk bangun PLTMH Batang Toru 3 (2x5) MW.
  • 20:55 WIB. BNI - BNI catat DPK yang terkumpul dalam program laku pandai sebesar Rp562 miliar.
  • 20:53 WIB. Bank Mandiri - Bank Mandiri mengaku belum akan ekspansi ke sektor pertambangan. 
  • 20:51 WIB. BNI - BNI Syariah relokasi KCP di Bekasi ke Harapan Indah, Bekasi.
  • 20:49 WIB. Pelindo - Pelindo IV siap lebur unit bisnis ke Jasa Armada pada Februari 2018. 
  • 20:47 WIB. Pelindo - Pelindo IV bakal terapkan tarif sistem paket mulai 2018.

BI Perkuat Pengawasan di Bidang Makroprudensial Moneter dan Sistem Pembayaran

Foto Berita BI Perkuat Pengawasan di Bidang Makroprudensial Moneter dan Sistem Pembayaran
Warta Ekonomi.co.id, Ambon -

Bank Indonesia (BI) secara konsisten terus melakukan berbagai langkah strategis melalui penetapan bauran kebijakan dengan menggunakan berbagai instrumen kebijakan. Upaya ini dilakukan sebagai langkah untuk menjalankan tugas utamanya yakni menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mendorong terjaganya stabilitas sistem keuangan.

Kepala Departemen Surveilans Sistem Keuangan BI Sempa Sitepu mengatakan merupakan suatu amanat besar bagi Bank Indonesia untuk melaksanakan tugas dan kewenangan yang dimandatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 maupun aturan perundang-undangan lainnya.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk memastikan efektifitas dari kebijakan dan pengaturan yang telah ditetapkan, diperlukan suatu pilar pengawasan yang kuat dan terintegrasi di seluruh bidang tersebut, baik bidang makroprudensial, moneter, maupun sistem pembayaran," katanya dalam di Ambon (20/10).

Lebih lanjut dirinya mengatakan hal itu dilakukan melalui mekanisme off-site maupun on-site terhadap berbagai aspek yang diawasi. Prosesnya pun meliputi analis untuk memantau dan mengidentifikasi risiko di bidang moneter, seperti risiko nilai tukar dan suku bunga risiko sistemik yang dapat berdampak pada stabilitas sistem keuangan, dan risiko-risiko yang terkait dengan penyelenggaran jasa sistem pembayaran.

Untuk mendukung pengawasan, BI telah melakukan pengembangan kerangka kerja pengawasan yang mencakup metodologi identifikasi dan asesmen risiko yang meliputi stress testing, early warning model, network analysis, dan sistem penilaian risiko industri perbankan secara makro. Implementasi kerangka kerja pengawasan tersebut dilakukan secara menyeluruh, baik pada tataran nasional maupun regional.

"Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan dan pengaturan Bank Indonesia hingga pada tataran perekonomian dan sistem keuangan daerah. Pengawasan di tingkat regional antara lain meliputi pengawasan terhadap ketentuan transaksi valuta asing, kewajiban penggunaan rupiah dan kepatuhan terhadap standar instrumen sistem pembayaran," jelasnya.

Dalam bidang sistem pembayaran, BI berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan kelancaran, keamanan, efisiensi, dan kehandalan serta melaksanakan pengelolaan uang rupiah yang sesuai tepat waktu, dan layak edar. Berbagai upaya dilakukan dalam mengembangkan dan memperkuat layanan sistem pembayaran seperti penguatan layanan, pengembangan infrastruktur, edukasi pembayaran non tunai, dan standardisasi teknologi.

"Bank Indonesia juga terlibat aktif dalam implementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) melalui berbagai upaya aktif yang difokuskan untuk mendorong perluasan akses keuangan antara lain pengembangan penyaluran bantuan sosial secara non tunai, digitalisasi layanan keuangan, dan elektronifikasi sistem pembayaran ritel," kata Sempa.

Selain itu, BI melakukan pengawasan kepatuhan terhadap penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) dan melengkapi ekosistem sistem pembayaran dengan memperkuat fungsi perlindungan konsumen baik melalui penerbitan ketentuan maupun edukasi publik. Untuk merespon dan mengantisipasi laju inovasi sistem pembayaran terutama dengan semakin berkembangnya transaksi e-commerce dan financial technology (fintech), BI telah menerbitkan ketentuan terkait hal tersebut.

"Antara lain ketentuan pemrosesan transaksi pembayaran dan membentuk Fintech Office sehingga dapat mendorong terciptanya ekosistem sistem pembayaran yang lancar, aman, efisien, dan handal dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional dan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Tapi Bank Indonesia menyadari bahwa dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya tersebut," tutupnya.

Tag: Bank Indonesia (BI)

Penulis/Editor: Gito Adiputro Wiratno

Foto: Gito Adiputro Wiratno

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,573.22 3,537.40
British Pound GBP 1.00 18,587.19 18,394.70
China Yuan CNY 1.00 2,090.25 2,069.35
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,401.00 13,267.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,704.72 10,595.03
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.60 1,696.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,144.59 10,039.35
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,390.76 16,224.21
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,402.13 3,365.55
Yen Jepang JPY 100.00 12,095.86 11,971.67

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6500.529 9.633 571
2 Agriculture 1634.733 20.582 19
3 Mining 1894.135 46.884 43
4 Basic Industry and Chemicals 706.676 -6.670 69
5 Miscellanous Industry 1376.837 -13.667 43
6 Consumer Goods 2929.549 15.621 47
7 Cons., Property & Real Estate 513.620 -3.545 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1179.922 -3.408 62
9 Finance 1149.544 0.505 90
10 Trade & Service 942.561 5.105 133
No Code Prev Close Change %
1 LCKM 605 755 150 24.79
2 SONA 2,300 2,800 500 21.74
3 LEAD 90 106 16 17.78
4 ALKA 625 735 110 17.60
5 MBSS 735 855 120 16.33
6 CANI 234 266 32 13.68
7 FINN 156 177 21 13.46
8 IKAI 114 126 12 10.53
9 MTRA 342 376 34 9.94
10 ITMA 760 835 75 9.87
No Code Prev Close Change %
1 JECC 5,300 4,720 -580 -10.94
2 DPNS 384 350 -34 -8.85
3 MLIA 620 570 -50 -8.06
4 SKBM 750 700 -50 -6.67
5 GOLD 560 525 -35 -6.25
6 FISH 2,350 2,210 -140 -5.96
7 INTP 22,575 21,450 -1,125 -4.98
8 EXCL 3,150 3,000 -150 -4.76
9 LPCK 3,460 3,310 -150 -4.34
10 TIRT 99 95 -4 -4.04
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,350 2,470 120 5.11
2 BUMI 288 298 10 3.47
3 FINN 156 177 21 13.46
4 BMTR 650 665 15 2.31
5 LEAD 90 106 16 17.78
6 ADRO 2,180 2,310 130 5.96
7 BBRI 3,620 3,650 30 0.83
8 MBSS 735 855 120 16.33
9 PBRX 498 486 -12 -2.41
10 UNTR 37,400 38,525 1,125 3.01