Portal Berita Ekonomi Rabu, 22 November 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:45 WIB. Arab Saudi - Otoritas Arab Saudi halalkan yoga.
  • 10:45 WIB. China - AS jatuhkan sanksi untuk 13 perusahaan China dan Korea Utara.
  • 10:43 WIB. Mugabe - Robert Mugabe mundur dari jabatannya sebagai Presiden Zimbabwe.
  • 10:42 WIB. Hizbullah - Presiden Lebanon bela keberadaan Hizbullah.
  • 10:41 WIB. Palestina - Amerika Serikat: kami ingin Palestina tetap buka perwakilan di Washington.
  • 10:40 WIB. Qatar - Otoritas Qatara sebut Saudi penyebab krisis di Timur Tengah.
  • 10:39 WIB. Israel - PBB: rekonsiliasi Palestina kunci perdamaian dengan Israel.
  • 10:38 WIB. Raja Salman - Vladiir Putin laporkan hasil pertemuan dengan Assad kepada Raja Salman.
  • 10:38 WIB. Korea Utara - Rex Tillerson: sanksi akan buat Korea Utara sadari pentingnya upaya diplomasi.
  • 10:37 WIB. PBB - Dewan HAM PBB kecam keras Rodrigo Duterte pasca petugas mereka diancam.
  • 10:27 WIB. Digital - Lepas Yahoo!, Google kembali jadi mesin telusur default di Firefox.
  • 10:22 WIB. Uber -  Pada 2016 lalu itu, hacker berhasil bobol sebagian data dari 57 juta pengguna Uber.
  • 08:42 WIB. Politik - Golkar yakin Jokowi tak ikut campur soal pergantian Ketum.
  • 08:41 WIB. Pilgub Jatim - Johan Budi: Khofifah harus mundur sebelum ikut Pilgub.
  • 08:40 WIB. DKI Jakarta - Mantan anak buah Ahok minta Anies tak sembarangan tuding soal gaji.

Himpun Dana Tanpa Izin, OJK Pantau Aktivitas PT RHS

Foto Berita Himpun Dana Tanpa Izin, OJK Pantau Aktivitas PT RHS
Warta Ekonomi.co.id, Kediri -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, tetap memantau aktivitas PT Rofiq Hanifah Sukses (RHS), di Kabupaten Blitar, pascakeputusan penutupan aktivitas perusahaan itu sebab telah melakukan penghimpunan dana tanpa izin dari lembaga berwenang.

"Kami sudah memanggil pemiliknya dan kooperatif. Dan, yang terpenting ia berjanji tidak menerima nasabah baru," kata Kepala OJK Kediri Slamet Wibowo di Kediri, Minggu.

PT RHS Grup/ Bisham, berada di Rumah Toko Dermojayan, nomor 1, tepatnya Jalan Raya Kediri-Blitar, Desa Dermojayan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Direkturnya bernama Moh Ainur Rofiq (35), warga Desa Purwodadi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

 

Slamet mengatakan, usaha investasi itu diketahui dimulai sejak 2015. Ada tiga lini usaha yang digeluti perusahaan tersebut, antara lain program penyertaan modal bisham, kegiatan arisan motor, serta kegiatan arisan umrah.

Untuk penyertaan modal, diketahui nasabah yang sudah terdata hingga 400 orang dengan jumlah nominal hingga Rp6 miliar. Sementara, untuk arisan motor jumlah peserta yang terdata hingga 100 orang, dan untuk arisan umrah hingga kini belum ada laporan jumlah peserta.

"Penyertaan modal nasabahnya hampir 400 orang dan sudah tersebar di Jawa Timur, juga di luar Pulau Jawa, misalnya Sumatera, Kalimantan, tapi jumlahnya sedikit," katanya.

Nasabah, kata dia, mayoritas banyak yang tertarik untuk memasukkan uangnya di usaha tersebut, salah satunya tawaran bunga yang besar hingga 5 persen per bulan. Bunga yang ditawarkan ini jauh lebih besar daripada bank.

"Mereka tertarik setelah dapat tawaran, jika ikut akan dapat 'income' 5 persen per bulan. Selain itu, jika berhasil menggaet 'member' baru dapat 2 persen dan jika belanja di toko bangunan diberi diskon 10 persen. Itu yang membuat mereka tertarik, sehingga mengajak keluarganya ikut berinvestasi. Padahal, suku bunga bank saja hanya 6 persen per tahun, ini 5 persen per bulan," katanya menjelaskan.

Untuk uang yang disetorkan, slamet mengatakan nominalnya juga beragam minimal Rp2 juta bahkan ada yang hingga menyetorkan dananya hingga Rp200 juta.

Uang yang telah dikumpulkan itu digunakan untuk berbagai lini usaha perusaaan tersebut. Beberapa unit usahanya antara lain toko material di sejumlah titik serta kolam renang.

Slamet menyebut, saat ini aktivitas perusahaan tersebut telah ditutup. Hal itu dilakukan sebab telah melanggar UU Perbankan. Izin usaha bersangkutan juga perdagangan biasa, bukan untuk menghimpun dana.

Selain itu, OJK juga akan terus mengawasi aktivitas usaha ini, memastikan usahanya tidak beroperasi lagi, sebab tidak mengantongi izin sebagai lembaga yang mengumpulkan uang nasabah. Bahkan, OJK juga meminta jika ada nasabah yang meminta pengembalian uang, harus secepatnya diberikan.

Selama 2017, Slamet mengatakan di tingkat nasional OJK telah menutup aktivitas lebih dari 40 usaha terkait dengan penyalahgunaan izin. Sedangkan, di wilayah OJK Kediri, sudah menutup dua aktivitas perusahaan, antara lain PT Duabelas Suku (DBS) serta PT RHS, yang keduanya ada di Blitar.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Blitar AKP Heri Sugiono mengatakan hingga kini polisi belum menerima aduan terkait dengan PT RHS Grup/ Bisham. Dengan itu, polisi juga belum bisa bertindak lebih jauh.

 

"Kami belum ada aduan terkait aktivitas PT RHS. Namun, dari OJK sudah bertindak, jadi untuk polisi menunggu saja," kata Heri. (T.KR-DHS) (ANT)

Tag: OJK

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Gito Adiputro Wiratno

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,629.87 3,593.31
British Pound GBP 1.00 18,034.54 17,850.31
China Yuan CNY 1.00 2,051.36 2,030.86
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,612.00 13,476.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,266.17 10,156.86
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,742.43 1,724.91
Dolar Singapura SGD 1.00 10,034.65 9,930.73
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,977.77 15,816.78
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,283.96 3,248.79
Yen Jepang JPY 100.00 12,097.40 11,973.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6031.862 -21.420 562
2 Agriculture 1729.131 -7.338 18
3 Mining 1568.365 -19.075 43
4 Basic Industry and Chemicals 659.816 -6.869 68
5 Miscellanous Industry 1361.827 -14.253 43
6 Consumer Goods 2612.621 2.524 45
7 Cons., Property & Real Estate 496.415 -1.129 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1150.715 4.718 58
9 Finance 1062.602 -4.055 90
10 Trade & Service 887.488 -7.509 132
No Code Prev Close Change %
1 MGNA 67 90 23 34.33
2 AIMS 148 195 47 31.76
3 ALKA 372 464 92 24.73
4 PSDN 260 324 64 24.62
5 OMRE 380 470 90 23.68
6 GWSA 132 160 28 21.21
7 KARW 103 118 15 14.56
8 BCIP 158 177 19 12.03
9 SMDR 356 398 42 11.80
10 AGII 580 645 65 11.21
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 825 675 -150 -18.18
2 RBMS 250 216 -34 -13.60
3 SDMU 212 189 -23 -10.85
4 WINS 350 314 -36 -10.29
5 DNAR 316 286 -30 -9.49
6 MIDI 990 910 -80 -8.08
7 PANR 565 520 -45 -7.96
8 SIMA 392 362 -30 -7.65
9 ABMM 2,360 2,200 -160 -6.78
10 IMAS 995 930 -65 -6.53
No Code Prev Close Change %
1 ELSA 398 394 -4 -1.01
2 BBRI 3,340 3,280 -60 -1.80
3 BTEK 128 127 -1 -0.78
4 RIMO 183 186 3 1.64
5 UNTR 32,200 31,575 -625 -1.94
6 PBRX 500 488 -12 -2.40
7 TAXI 56 57 1 1.79
8 TLKM 4,150 4,200 50 1.20
9 BMTR 590 585 -5 -0.85
10 SIMA 392 362 -30 -7.65