Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:49 WIB. Instagram - Instagram uji coba fitur remove follower.
  • 14:49 WIB. BTN - Genjot fee based income, BTN akan kembangkan bisnis money changer.
  • 14:47 WIB. Vivo - Vivo NEX dijual seharga 4.498 yuan atau sekitar Rp9,7 juta.
  • 14:37 WIB. BRI - BRI turut dukung film nasional, salah satunya film 22 Menit.
  • 14:34 WIB. Pertamina - Pertamina EP Asset 4 Field Cepu jaga pasokan gas yang diproses di CPP Gundih di Blora, Jateng.
  • 13:52 WIB. BNI - BNI libatkan Rumah Kreatif BUMN dalam Torch Relay di Yogyakarta.
  • 13:00 WIB. Samsung - Samsung¬†dilaporkan akan meluncurkan ponsel lipat pada awal 2019.¬†
  • 13:00 WIB. Walmart - Walmart gandeng Microsoft siapkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
  • 12:58 WIB. Facebook - Tingkatkan keamanan, Facebook Messenger siapkan fitur cegah peretas.
  • 12:55 WIB. Google - Kena denda Rp72,8 triliun, Google ancam Android tak lagi gratis.
  • 12:53 WIB. Teknologi - AS melarang Facebook dan Google taati hukum keamanan siber Vietnam.
  • 12:41 WIB. Google - Android dianggap memonopoli pasar sistem mobile, di Eropa Google didenda Rp72,8 triliun.
  • 12:37 WIB. Line - Line akhirnya punya fitur 'Reply'.
  • 12:02 WIB. Sony - Sony dikabarkan akan rilis ponsel flagship terbaru bertajuk Xperia XZ3 pada perhelatan IFA 2018.
  • 11:59 WIB. Microsoft - Skype versi 8.0 hadirkan fitur yang mungkinkan pengguna lakukan video call dengan 24 orang sekaligus dengan resolusi 1.080 p.

Teten Masduki: Indonesia Alami Masalah Regulasi

Foto Berita Teten Masduki: Indonesia Alami Masalah Regulasi
Warta Ekonomi.co.id, Jember -

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menyebutkan bahwa Indonesia mengalami masalah besar dalam hal regulasi, mengingat regulasi di negara ini terlalu banyak dan kompleks.

"Ini merupakan masalah besar dalam regulasi karena banyak sekali regulasi-regulasi yang kemudian bertentangan satu sama lainnya," ujar Teten ketika menjadi pembicara dalam Konferensi Nasional Hukum Tata Negara Keempat di Jember, Jawa Timur, Sabtu (11/11/2017).

Akibat dari pertentangan regulasi satu dengan yang lain, pelayanan pemerintah menjadi melamban. Begitu pula dengan upaya Indonesia untuk mempercepat pembangunan dan perekonomian, jelas Teten. 

Dalam kurun waktu 15 tahun, Teten mencatat sebanyak 831 regulasi diproduksi setiap tahunnya sehingga jumlah regulasi yang diterbitkan dalam kurun waktu tersebut mencapai lebih dari 12.500 regulasi. Oleh sebab itu, diperlukan penataan regulasi untuk merampingkan regulasi yang ada sekarang dan lebih mengakomodasi kepentingan nasional.

"Riset Bappenas juga menyebutkan penataan regulasi sangat diperlukan mengingat kualitas regulasi kita juga sangat rendah, namun jumlahnya sangat banyak, kurang pemahaman, tanpa otoritas tunggal, ditambah substansinya juga masih bermasalah," kata Teten. 

Lebih lanjut Teten mengatakan, dalam pembuatan regulasi belum ada komite yang kompeten menyeleraskan undang-undang dengan peraturan di bawahnya supaya dalam pelaksanaannya tidak bertentangan. 

Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara mencatat total regulasi di Indonesia hingga saat ini diperkirakan mencapai angka 62 ribu yang tersebar di berbagai instansi baik di pusat maupun di daerah. (FNH/Ant)

Tag: Teten Masduki, Staf Kepresidenan, Regulasi

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5890.731 29.223 597
2 Agriculture 1448.636 18.709 19
3 Mining 2030.948 37.402 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.836 3.799 70
5 Miscellanous Industry 1171.537 6.552 45
6 Consumer Goods 2430.300 5.099 46
7 Cons., Property & Real Estate 447.579 -0.369 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1090.068 16.401 70
9 Finance 1026.304 6.533 91
10 Trade & Service 871.072 -8.720 143
No Code Prev Close Change %
1 INDR 6,075 7,275 1,200 19.75
2 TCPI 1,090 1,290 200 18.35
3 DSSA 20,525 24,000 3,475 16.93
4 BTON 240 278 38 15.83
5 BNBR 70 81 11 15.71
6 NUSA 254 292 38 14.96
7 POLL 1,305 1,500 195 14.94
8 CSIS 444 505 61 13.74
9 ERAA 2,820 3,130 310 10.99
10 MGRO 338 372 34 10.06
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 1,890 1,420 -470 -24.87
2 MFMI 845 640 -205 -24.26
3 OKAS 334 280 -54 -16.17
4 FORU 146 124 -22 -15.07
5 TRUK 496 424 -72 -14.52
6 RODA 580 505 -75 -12.93
7 PEGE 150 133 -17 -11.33
8 GSMF 126 112 -14 -11.11
9 CEKA 1,100 985 -115 -10.45
10 TIRA 157 141 -16 -10.19
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,850 -20 -0.70
2 ERAA 2,820 3,130 310 10.99
3 PGAS 1,725 1,720 -5 -0.29
4 GSMF 126 112 -14 -11.11
5 INDR 6,075 7,275 1,200 19.75
6 TLKM 3,940 4,010 70 1.78
7 BKSL 107 105 -2 -1.87
8 WSKT 2,030 2,030 0 0.00
9 ADRO 1,760 1,865 105 5.97
10 PTBA 4,380 4,330 -50 -1.14