Portal Berita Ekonomi Kamis, 14 Desember 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:47 WIB. Facebook - Selama 2017, Facebook Messenger terima 17 miliar video chat.
  • 22:45 WIB. Google - Maps versi ringan Google Maps Go telah hadir di toko aplikasi Play Store.
  • 22:43 WIB. Digital - Satu tahin hadir di Indonesia, 17 Live tegaskan komitmennya sebagai aplikasi live streaming yang 100% halal.
  • 22:32 WIB. APJII - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) keberatan dengan RPM Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi.
  • 22:27 WIB. Telekomunikasi - Jelang libur natal dan tahun baru, Telkomsel optimalisasi jaringan di 709 titik keramaian yang akan diserbu.
  • 22:24 WIB. Grab - Sekarang GrabPay bisa top up lewat driver.
  • 22:23 WIB. Telekomunikasi - Telkomsel kebut bangun jaringan baru demi optimalkan spektrum 2,3 MHz selebar 30 MHz.
  • 22:21 WIB. Teknologi - AMD klaim produknya siap jadi penambang cryptocurrency, bitcoin.
  • 22:18 WIB. Grab - Setelah sempat dibekukan Bank Indonesia, GrabPay Credit sudah bisa kembali digunakan.
  • 22:16 WIB. Twitter - Sidang Setya Novanto, #KalauAkuJadiHakim ramai digunakan warganet.
  • 16:37 WIB. Afrika - Arab Saudi gelontorkan dana Rp1,5 triliun guna perangi teroris di Afrika.
  • 16:36 WIB. Iran - Rex Tillerson: Iran tengah persenjatai teroris di Timur Tengah.
  • 16:35 WIB. Kim Jong-un - Kim Jong-un diwartakan telah habisi pembantu utamanya sendiri.

Menaker: UMP Bukan Cuma Soal Kepentingan Buruh

Foto Berita Menaker: UMP Bukan Cuma Soal Kepentingan Buruh
Warta Ekonomi.co.id, Semarang -

Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri mengatakan skema penetapan upah minimum provinsi yang mendasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78/2015 tentang Pengupahan sudah mempertimbangkan kepentingan semua pihak.

"Begini, soal pengupahan sudah mempertimbangkan kepentingan terbaik semuanya. Dengan skema PP 78/2015 tentang Pengupahan, upah buruh bisa naik 8,71 persen. Ini sudah sesuatu yang bagus," katanya di Semarang, Sabtu (11/11/2017).

Hal tersebut diungkapkannya usai menghadiri pengukuhan pengurus Keluarga Alumni Perikanan Undip (Kerapu) periode 2017-2022 di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro Semarang.

Hanif mengatakan kenaikan upah buruh sebesar itu sudah cukup bagus di tengah situasi ekonomi dan industri yang penuh tantangan sekarang ini sehingga para pekerja diminta untuk menerima keputusan tersebut.

"Nanti, kalau upah digenjot tinggi, banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) protes lagi. Dengan skema UMP yang mendasarkan PP Pengupahan, upah buruh kan sudah diberi kepastian naik," katanya.

Kenaikan upah buruh ke depannya, kata dia, tidak akan bersifat "shocking" atau tiba-tiba lagi, melainkan sudah bisa diprediksi dengan penghitungan sehingga membantu perusahaan merencanakan keuangannya.

"Kenaikan upah yang berlangsung setiap tahun akan terjadi secara predictable, tidak shocking lagi. Jadi, bisa diprediksi sehingga bisa membantu perusahaan untuk mengatur atau melakukan perencanaan keuangan," katanya.

Selain itu, Hanif mengatakan kenaikan upah pekerja yang terjadi secara terprediksi dan rasional akan mampu mendorong iklim industri bertumbuh baik yang secara automatis akan membuka makin banyak lapangan kerja.

"Calon-calon pekerja yang sekarang masih nganggur bisa masuk ke pasar kerja. Makanya, yang sudah bekerja-bekerja jangan menghambat mereka yang belum bekerja," katanya.

Tag: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Muhammad Hanif Dhakiri, Buruh, upah minimum propinsi - ump

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/M Agung Rajasa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,635.27 3,598.91
British Pound GBP 1.00 18,302.30 18,117.02
China Yuan CNY 1.00 2,064.57 2,043.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,633.00 13,497.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,457.87 10,352.20
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,745.98 1,728.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,120.26 10,018.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,138.75 15,973.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,348.81 3,312.15
Yen Jepang JPY 100.00 12,099.94 11,977.11

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6113.653 59.049 567
2 Agriculture 1609.453 11.212 19
3 Mining 1563.116 5.334 43
4 Basic Industry and Chemicals 675.790 19.287 69
5 Miscellanous Industry 1384.457 33.586 43
6 Consumer Goods 2680.647 15.766 45
7 Cons., Property & Real Estate 482.574 7.638 66
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1147.757 11.238 60
9 Finance 1086.258 4.368 89
10 Trade & Service 902.884 9.925 133
No Code Prev Close Change %
1 DWGL 254 316 62 24.41
2 VOKS 214 266 52 24.30
3 NIKL 3,750 4,380 630 16.80
4 FIRE 1,150 1,340 190 16.52
5 INAF 3,890 4,470 580 14.91
6 HERO 880 1,000 120 13.64
7 ADMG 224 254 30 13.39
8 AISA 426 480 54 12.68
9 JGLE 87 98 11 12.64
10 TRUS 139 155 16 11.51
No Code Prev Close Change %
1 KONI 306 244 -62 -20.26
2 GOLD 630 505 -125 -19.84
3 BMSR 224 190 -34 -15.18
4 CANI 294 250 -44 -14.97
5 ESTI 83 73 -10 -12.05
6 MFMI 720 650 -70 -9.72
7 ATIC 830 750 -80 -9.64
8 VICO 236 216 -20 -8.47
9 ALTO 426 390 -36 -8.45
10 ECII 745 685 -60 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 354 -18 -4.84
2 BUMI 252 272 20 7.94
3 AISA 426 480 54 12.68
4 PBRX 494 498 4 0.81
5 BMTR 550 575 25 4.55
6 WIKA 1,505 1,575 70 4.65
7 BBRI 3,450 3,460 10 0.29
8 SIMA 212 204 -8 -3.77
9 TLKM 4,200 4,250 50 1.19
10 UNTR 33,100 33,375 275 0.83