Portal Berita Ekonomi Rabu, 13 Desember 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:15 WIB. New York - The dollar index hit 94.219 on Tuesday (12/12), the highest since Nov. 14, before falling back to 94.07.
  • 06:14 WIB. New York - U.S. crude fell $1.08 a barrel to $56.91 on Tuesday (12/12).
  • 06:13 WIB. London - Brent crude lost $1.58, or 2.4 percent, to $63.09 as of 2:11 p.m. EST (1911 GMT) on Tuesday (12/12).
  • 06:13 WIB. New York - The tech-rich Nasdaq Composite Index dipped 12.76 points (0.19 per cent) to 6,862.32 on Tuesday (12/12).
  • 06:12 WIB. New York - The broad-based S&P 500 gained 4.12 points (0.15 per cent) to 2,664.11 on Tuesday (12/12).
  • 06:11 WIB. New York - The Dow Jones Industrial Average rose 118.77 points (0.49 per cent) to 24,504.80 on Tuesday (12/12).
  • 05:50 WIB. HITS - Humpuss Intermoda Transportasi menyiapkan belanja modal Rp1,1 triliun pada 2018.
  • 05:49 WIB. DAYA - Duta Intidaya berencana untuk membuka sekitar 30-40 gerai baru pada tahun depan.
  • 05:45 WIB. Gula - Pemerintah memperkirakan konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri naik 6% mencapai 3,6 juta ton pada 2018.
  • 05:45 WIB. OJK - OJK mencatat piutang pembiayaan syariah mengalami pertumbuhan 9,59% per Oktober 2017.
  • 05:45 WIB. MNC Vision - MNC Vision menargetkan pertumbuhan pelanggan sebanyak 5%-10% pada 2018.
  • 05:43 WIB. Saka - Saka Energi Indonesia menyiapkan belanja modal pada 2018 sebesar US$150 juta-US$200 juta.
  • 05:43 WIB. Blok Cepu - Exxon Mobil Cepu Limited menargetkan konstruksi fasilitas produksi Lapangan Kedung Keris bisa dimulai pada 2018.
  • 22:27 WIB. Harbolnas - Selain smartphone, minyak goreng jadi produk paling laris di Harbolnas 2017.
  • 22:25 WIB. Harbolnas - idEA meminta e-commerce untuk jaga kepercayaan pelanggan.

Jokowi Diminta Siapkan Pengganti Panglima TNI

Foto Berita Jokowi Diminta Siapkan Pengganti Panglima TNI
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Koalisi Masyarakat Sipil meminta Presiden Joko Widodo menyiapkan pengganti Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun pada 2018 mendatang.

"Panglima TNI baru, diharapkan bisa membawa TNI menjadi aktor pertahanan yang semakin profesional dan modern serta dapat mendorong proses reformasi TNI," kata Deputi Direktur Riset Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Wahyudi Djafar, yang merupakan bagian dari Koalisi Masyarakat Sipil, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (12/11/2017).

Koalisi masyarakat sipil memandang sudah semestinya Presiden Jokowi segera melakukan proses pergantian Panglima mengingat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam waktu dekat akan memasuki masa pensiun.

Menurut dia, ada tiga alasan mengapa pergantian Panglima TNI penting dan perlu segera dilakukan. Pertama, mengacu pada UU TNI, pergantian Panglima TNI membutuhkan persetujuan DPR.

"Dengan pengajuan nama calon Panglima TNI baru sebagai pengganti Gatot Nurmantyo dari sekarang tentu akan memberikan keleluasaan bagi DPR untuk mencermati dan memeriksa profil kandidat sebelum memberi keputusan," kata Wahyu.

Sehingga, lanjut dia, pengambilan keputusan yang tergesa-gesa dapat dihindari. Kedua, memberikan ruang bagi masyarakat sipil untuk ikut berpartisipasi dalam mencermati sosok kandidat calon Panglima TNI.

"Meski pemilihan Panglima TNI merupakan hak prerogratif Presiden, namun sangat penting bagi Presiden untuk mempertimbangkan dan mencermati masukan dari publik," kata Wahyu.

Ketiga, semakin cepat proses pergantian Panglima TNI dilakukan akan sedikit banyak membantu memperlancar proses 'transisi' manajerial organisasi di dalam tubuh Mabes TNI.

Sementara itu, Direktur Imparsial, Al Araf, menilai bahwa pergantian Panglima TNI ke depan sudah seharusnya dijalankan dengan mempertimbangkan pola rotasi atau dijabat secara bergiliran oleh tiap-tiap matra atau angkatan.

Hal ini juga telah ditegaskan dalam Pasal 13 (4) UU TNI yang menyatakan bahwa jabatan panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap Angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

"Artinya, jika melihat Panglima TNI saat ini yang berlatar belakang Angkatan Darat, maka posisi Panglima TNI berikutnya sepatutnya dirotasi kepada Angkatan Udara (AU) atau Angkatan Laut (AL)," katanya.

Penerapan pola rotasi jabatan Panglima TNI tentu saja penting bukan hanya karena telah dimandatkan oleh UU TNI, tetapi juga demi membangun soliditas dan profesionalitas di dalam tubuh TNI.

Pola rotasi jabatan Panglima TNI akan semakin menumbuhkan rasa kesetaraan dalam TNI. Rasa setara ini akan menjadikan aspek kesatuan antarmatra lebih baik.

"Kebijakan merotasi jabatan Panglima TNI berikutnya kepada Matra Udara atau Laut juga selaras dengan agenda kepentingan pemerintah untuk membangun dan memperkuat kekuatan maritim Indonesia," tuturnya.

Dalam upaya mendukung itu, rotasi jabatan Panglima TNI yang sekarang dijabat oleh Matra Darat kepada Angkatan Udara atau Angkatan Laut sangat penting. Membangun "maritime security" membutuhkan pembangunan kekuatan terintegrasi antar angkatan udara dan angkatan laut dengan tidak meninggalkan kekuatan angkatan darat, kata Al Araf.

Koalisi juga mendesak Presiden untuk secara serius mencermati setiap calon kandidat Panglima TNI baru. Dalam konteks ini, pergantian Panglima TNI harus juga dijadikan sebagai momentum untuk membangun TNI yang profesional, tidak berpolitik, memiliki kompetensi dalam bidangnya dan tunduk pada perintah otoritas sipil.

"Apalagi di tengah kondisi politik penyelenggaraan agenda politik elektoral, seperti Pilkada serentak tahun 2018, Pileg dan Pilpres 2019. Di tengah dinamika politik itu, tentu dibutuhkan Panglima TNI baru yang tegas dan mampu menjaga netralitas dan profesionalisme militer," jelasnya.

Proses pergantian Panglima TNI oleh Presiden tidak boleh dilepaskan dari kerangka untuk membangun sektor pertahanan Indonesia yang kuat dan modern ke depan serta kepentingan melanjutkan agenda reformasi sektor keamanan.

Dalam konteks itu, kata dia, sangat penting bagi Presiden untuk mencermati dan memilih sosok kandidat Panglima TNI ke depan yang bisa mendukung arah reformasi sektor keamanan dan pembangunan kekuatan pertahanan ke depan selaras dengan visi pemerintah.

Dalam konteks pembangunan kekuatan TNI, Panglima TNI baru perlu meningkatkan modernisasi Alutsista yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan prajurit demi terciptanya tentara yang profesional dan modern sehingga di segani di kawasan.

Namun demikian, tambah Al Araf, upaya pembangunan kekuatan itu tentunya juga harus diimbangi dengan peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran militer, khususnya dalam pengadaan Alutsista.

"Masih belum selesainya sejumlah agenda reformasi TNI yang dicanangkan sejak reformasi bergulir tahun 1998, tentunya juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh Panglima TNI baru," tuturnya.

Beberapa agenda tersebut antara lain reformasi sistem peradilan militer, peningkatan transparansi dan akuntabilitas. Dalam konteks ini, Presiden Jokowi penting untuk memilih dan mendorong Panglima TNI baru berkomitmen melanjutkan sejumlah agenda reformasi TNI yang tertunda. (Ant)

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Gatot Nurmantyo

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,631.27 3,594.91
British Pound GBP 1.00 18,167.77 17,980.94
China Yuan CNY 1.00 2,058.28 2,037.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,618.00 13,482.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,258.44 10,153.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,744.18 1,726.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,079.19 9,976.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,027.02 15,861.57
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,340.20 3,304.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,001.41 11,878.41

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6032.371 5.738 565
2 Agriculture 1603.259 1.846 19
3 Mining 1542.252 33.258 43
4 Basic Industry and Chemicals 641.451 11.006 68
5 Miscellanous Industry 1368.555 -29.983 43
6 Consumer Goods 2667.623 -0.762 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.223 -0.913 66
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1131.662 11.000 60
9 Finance 1080.763 -0.979 89
10 Trade & Service 880.468 -6.122 132
No Code Prev Close Change %
1 INAF 3,280 4,030 750 22.87
2 NIKL 2,900 3,520 620 21.38
3 SDPC 100 120 20 20.00
4 INRU 252 300 48 19.05
5 CARS 930 1,085 155 16.67
6 DOID 670 770 100 14.93
7 CSIS 720 805 85 11.81
8 INDY 2,700 3,010 310 11.48
9 BUMI 218 242 24 11.01
10 BSSR 2,010 2,230 220 10.95
No Code Prev Close Change %
1 GTBO 260 195 -65 -25.00
2 BGTG 85 69 -16 -18.82
3 AISA 460 378 -82 -17.83
4 PEGE 298 252 -46 -15.44
5 KONI 288 252 -36 -12.50
6 SONA 2,580 2,340 -240 -9.30
7 ITMA 690 630 -60 -8.70
8 CNTX 500 458 -42 -8.40
9 BMSR 220 202 -18 -8.18
10 BUVA 500 462 -38 -7.60
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 218 242 24 11.01
2 PBRX 490 482 -8 -1.63
3 AISA 460 378 -82 -17.83
4 INDY 2,700 3,010 310 11.48
5 INKP 4,910 4,910 0 0.00
6 TLKM 4,140 4,170 30 0.72
7 SIMA 216 234 18 8.33
8 DOID 670 770 100 14.93
9 SRIL 374 370 -4 -1.07
10 WIKA 1,570 1,505 -65 -4.14