Portal Berita Ekonomi Minggu, 17 Desember 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:41 WIB. Jokowi -¬†Presiden Jokowi¬†menganugerahkan Tanda Kehormatana Satyalancana Kebaktian Sosial ke para donor darah Sukarela 100 kali di Istana Bogor.
  • 08:26 WIB. DKI Jakarta - Sandi: Kita gak janjikan kasih modal di OKE OCE.
  • 08:26 WIB. Politik - Ketum Golkar hadiri rakornas PDIP.
  • 08:23 WIB. Pilpres - Megawati belum beri sinyal soal dukungan Pilpres 2019.
  • 08:22 WIB. Pilgub NTT - Viktor Laiskodat maju di Pilgub NTT.
  • 08:11 WIB. Aksi Bela Palestina - Massa aksi minta TNI dikirim ke Palestina.
  • 08:10 WIB. DKI Jakarta - Sandi akan rangkul Koko-koko dan Cici untuk investasi di Jakarta.
  • 08:07 WIB. Aksi Bela Palestina - Menteri Agama ikut hadiri aksi bela Palestina.
  • 08:06 WIB. Aksi Bela Palestina - Massa terus berdatangan ke bundaran Monas.

Produksi Batu Bara Cina Melambat, ITMG Optimalkan Produksi

Foto Berita Produksi Batu Bara Cina Melambat, ITMG Optimalkan Produksi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengaku pada kuartal empat 2017 ini perseroan akan lebih mengoptimalkan penambahan jumlah cadangan batu bara di tengah perlambatan proses produksi Cina akibat isu standar keselamatan penambangan.

Direktur Utama Indo Tambangraya Kirana Limpaphayom mengatakan bahwa langkah Cina yang memperketat standar keselamatan penambangan di dalam negerinya telah memicu perlambatan pemenuhan pasokan batu bara sehingga harga komoditas ini mengalami kenaikan di tingkat global.

"Kenaikan rata-rata harga batu bara disebabkan oleh permintaan yang meningkat secara global, terutama di Asia Timur, Selatan, Tenggara, dan Eropa, sedangkan Cina masih sebagai faktor dominan," kata Kirana di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Selain itu, jelas dia, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh musim dingin sehingga kebutuhan global terhadap batu bara mengalami peningkatan. "Kami memperkirakan bahwa pasar akan tetap kokoh sampai pengujung tahun ini," terangnya. 

Dengan demikian, jelas Kirana, tahun ini perusahaan akan meningkatkan produktivitas melalui penguatan infrastruktur tambang dan mengoptimalkan proses bisnis dengan mempercepat siklus pengangkutan batu bara menggunakan tongkang. "Kami berusaha untuk tetap memimpin pasar dan dalam jangka pendek maupun panjang akan memaksimalkan jumlah cadangan," ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik di dalam negeri, Indo Tambangraya akan terus meragamkan bisnis inti dengan berinvestasi pada bidang pembangkit energi. Sejauh ini ITMG sebagai produsen batu bara dengan lingkup usaha terintegrasi dalam pengolahan dan kegiatan logistik.

Tag: PT Indotambang Raya Tbk, Kirana Limpaphayom

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,637.41 3,601.05
British Pound GBP 1.00 18,337.60 18,152.07
China Yuan CNY 1.00 2,063.29 2,042.71
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,641.00 13,505.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,464.01 10,356.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,746.41 1,728.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,135.23 10,030.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,084.10 15,922.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,346.66 3,310.86
Yen Jepang JPY 100.00 12,163.17 12,038.69

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6119.419 5.766 567
2 Agriculture 1615.559 6.106 19
3 Mining 1564.401 1.285 43
4 Basic Industry and Chemicals 672.709 -3.081 69
5 Miscellanous Industry 1382.572 -1.885 43
6 Consumer Goods 2705.365 24.718 45
7 Cons., Property & Real Estate 486.014 3.440 66
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1145.607 -2.150 60
9 Finance 1081.116 -5.142 89
10 Trade & Service 906.333 3.449 133
No Code Prev Close Change %
1 DWGL 316 394 78 24.68
2 MARI 1,010 1,250 240 23.76
3 MDLN 300 370 70 23.33
4 MYOR 2,070 2,500 430 20.77
5 MFMI 650 770 120 18.46
6 CANI 250 294 44 17.60
7 JGLE 98 115 17 17.35
8 ITMA 565 660 95 16.81
9 RELI 374 426 52 13.90
10 SDMU 304 344 40 13.16
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 595 515 -80 -13.45
2 KBLV 472 422 -50 -10.59
3 RODA 170 155 -15 -8.82
4 ARII 910 855 -55 -6.04
5 ALKA 334 314 -20 -5.99
6 GTBO 185 175 -10 -5.41
7 MTWI 149 141 -8 -5.37
8 IBST 8,550 8,100 -450 -5.26
9 BUMI 272 258 -14 -5.15
10 PORT 390 370 -20 -5.13
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 354 374 20 5.65
2 INKP 5,200 5,200 0 0.00
3 BUMI 272 258 -14 -5.15
4 AISA 480 492 12 2.50
5 BBRI 3,460 3,390 -70 -2.02
6 PBRX 498 520 22 4.42
7 BMTR 575 580 5 0.87
8 TLKM 4,250 4,230 -20 -0.47
9 DWGL 316 394 78 24.68
10 MNCN 1,280 1,295 15 1.17