Portal Berita Ekonomi Rabu, 25 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:21 WIB. Permata - Bank Permata mencatatkan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp164 miliar pada kuartal I-2018.
  • 20:19 WIB. CIMB - Bank CIMB Niaga menyetujui rasio pembagian dividen untuk laba 2017 sebesar 20% dari laba bersih.
  • 20:17 WIB. BCA Life - BCA Life menargetkan pendapatan premi tumbuh sebesar 30% pada tahun 2018.
  • 20:17 WIB. ACST - Acset Indonusa membidik target kontrak baru sekitar Rp10 triliun pada 2018.
  • 20:16 WIB. ACST - Acset Indonusa membukukan laba bersih sebesar Rp38,92 miliar pada kuartal I-2018.
  • 20:14 WIB. ACST - Acset Indonusa mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 44,94% menjadi Rp733,72 miliar selama kuartal-I 2018.
  • 19:49 WIB. Garuda Indonesia - Menpar minta Garuda Indonesia pertahankan rute Jakarta-London.
  • 19:46 WIB. AP I - AP I sediakan 50 bus gratis untuk program "Mudik Bareng BUMN".
  • 19:41 WIB. Pelindo III - Pelindo III alokasikan capex untuk beli 49% saham milik Dubai Port World di TPS senilai Rp490 miliar. 
  • 19:39 WIB. PLN - PLN berikan waktu setahun kepada IPP yang belum selesaikan proses financial close. 
  • 19:38 WIB. Pelindo III - Total capex Pelindo III tahun ini Rp12 triliun yang pendanaanya dicari dari pasar modal.
  • 19:37 WIB. Askrindo - Askrindo Syariah teken kerja sama dengan LPDB KUMKM senilai Rp1,5 triliun.
  • 19:36 WIB. PLN - PLN segera terbitkan global bond pada Mei 2018. 
  • 19:33 WIB. MTF - Total outstanding pembiayaan yang telah disalurkan MTF pada Q1 2018 capai Rp6,59 triliun. 
  • 19:32 WIB. MTF - MTF catat penyaluran pembiayaan segmen multiguna selama Q1 2018 tumbuh 28,7%.

Lepas Status Karyawan, Pengusaha Ini Lebih Merdeka Waktu dan Finansial

Foto Berita Lepas Status Karyawan, Pengusaha Ini Lebih Merdeka Waktu dan Finansial
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pernah menjadi karyawan di sebuah perusahaan properti, Rini Ristiani (44) kini mulai fokus dan menekuni bisnis busana muslim yang dimulainya sejak  2011. Berbeda dengan saat menjadi karyawan yang berpendapatan tetap, Rini kini mengaku lebih merdeka dalam hal waktu dan finansial. Meninggalkan status sebagai karyawan menjadi pilihan yang diambil oleh Rini karena permintaan pasar yang terus meningkat.

Rini yang terbiasa berbusana muslim kerap mengalami kondisi dimana orang-orang yang melihatnya menyukai busana yang ia kenakan. Namun ternyata tidak hanya suka, banyak orang yang kemudian memesan busana muslim kepadanya. Dari teman satu ke teman lainnya, permintaan akan produk busana muslim Rini pun terus bertambah. Peluang itulah yang kemudian dimanfaatkan Rini untuk berbisnis di bidang fashion.

Bisnisnya tersebut bermula hanya dari kebiasaan dan kesukaannya akan busana-busana muslim yang menarik. "Karena diawali dengan apa yang saya pakai banyak yang suka dan kebetulan saya berkerudung, jadi kebanyakan baju saya panjang. Jadi, saya memutuskan untuk bisnis di baju muslim," cerita Rini kepada Warta Ekonomi beberapa waktu lalu. 

Busana muslim bukanlah bisnis pertama yang dijalankan Rini. Sebelumnya, Rini sudah memiliki usaha seprai dan bedcover, yang hingga saat ini pun masih ditekuninya. Rini selalu berupaya agar bisnisnya bisa tetap konsisten dan terus berkembang. Dengan visi dan misi menciptakan industri baju muslim yang lebih berwarna, Rini mencita-citakan wanita muslim Indonesia dapat tetap tampil cantik dengan balutan busana muslim buatan dalam negeri.

Dalam memproduksi produk busana muslim yang berkualitas, Rini mengawalinya dengan memilih bahan sesuai dengan ciri khas yang dilekatkan Rini pada produknya. Rini mengaku produk busana muslimnya bisa lebih unggul dan berciri khas jika dibandingkan produk lainnya. Hal itu karena bahan baku yang digunakannya adalah kain polos berbahan katun atau ceruti yang kemudian dipadukan dengan kain batik. Untuk itu, Rini turut melibatkan UKM batik dalam proses produksinya.

Kemudian untuk model busana, Rini memiliki dua jenis model yaitu kasual dan formal. Model busana yang diproduksinya selalu ia sesuaikan dengan kebutuhan pasarnya yang berasal dari kalangan remaja hingga orang tua.

Ketatnya persaingan bisnis di industri fashion sempat membuat Rini mengalami penurunan penjualan. Rini mengakui banyak pemain baru di industri fashion muslim yang menurutnya lebih muda dan lebih kreatif. Namun, Rini tidak pernah pesimis. Ia mengaku selalu berusaha untuk membuat ciri khas tersendiri pada produknya dan rutin mengikuti pameran sehingga tidak harus berebut pasar.

Rini pun terbantu dalam hal memasarkan produk dengan adanya order dari para reseller. Selain itu, Rini juga bergabung di toko dengan beberapa temannya. 

Tag: Entrepreneur

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6229.635 -78.513 575
2 Agriculture 1722.371 6.370 19
3 Mining 1919.443 -33.172 44
4 Basic Industry and Chemicals 789.595 -7.216 70
5 Miscellanous Industry 1264.767 -18.889 44
6 Consumer Goods 2549.123 -61.872 45
7 Cons., Property & Real Estate 500.752 -5.526 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1087.256 11.099 64
9 Finance 1120.332 -20.452 90
10 Trade & Service 942.879 -0.426 134
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 145 37 34.26
2 OASA 248 310 62 25.00
3 BIMA 97 118 21 21.65
4 RAJA 665 805 140 21.05
5 PTIS 328 394 66 20.12
6 GHON 1,185 1,400 215 18.14
7 NAGA 216 248 32 14.81
8 MLPT 710 800 90 12.68
9 CNTX 570 640 70 12.28
10 BPFI 525 580 55 10.48
No Code Prev Close Change %
1 BUVA 585 474 -111 -18.97
2 INPS 2,600 2,150 -450 -17.31
3 KDSI 1,010 910 -100 -9.90
4 SONA 3,100 2,800 -300 -9.68
5 RODA 550 500 -50 -9.09
6 TAXI 144 132 -12 -8.33
7 DEFI 1,095 1,005 -90 -8.22
8 BINA 685 630 -55 -8.03
9 HELI 258 238 -20 -7.75
10 CARS 1,950 1,820 -130 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 145 37 34.26
2 RAJA 665 805 140 21.05
3 AUTO 1,545 1,640 95 6.15
4 BBRI 3,580 3,490 -90 -2.51
5 UNVR 50,800 48,000 -2,800 -5.51
6 TKIM 9,725 9,950 225 2.31
7 BAPA 171 180 9 5.26
8 TLKM 3,750 3,830 80 2.13
9 UNTR 37,600 37,900 300 0.80
10 MNCN 1,410 1,395 -15 -1.06

Recommended Reading

Selasa, 24/04/2018 18:04 WIB

OJK Lakukan Pergantian Sejumlah Pejabat

Selasa, 24/04/2018 15:12 WIB

Facebook Belum Jawab Surat dari Indonesia

Selasa, 24/04/2018 14:18 WIB

Papa Novanto Divonis 15 Tahun Penjara

Selasa, 24/04/2018 09:12 WIB

5 Tips Membuat Pitching Berkesan

Selasa, 24/04/2018 08:58 WIB

7 Manfaat Ekspansi Bisnis

Selasa, 24/04/2018 08:28 WIB

Fadel Perjuangkan Komoditas Sawit Indonesia

Selasa, 24/04/2018 07:23 WIB

Ketika Jokowi Menjelma Jadi Bapak Papua