Portal Berita Ekonomi Sabtu, 21 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:40 WIB. PBB - Rusia-China minta PBB tunda sanksi minyak Korut.
  • 10:39 WIB. Malaysia - Ke Jakarta, Menlu Malaysia akan bertemu Presiden Jokowi.
  • 10:39 WIB. Korea Utara - AS dorong PBB beri sanksi pada Korut.
  • 10:38 WIB. Iran - Netanyahu: Israel akan terus serang militer Iran di Suriah.
  • 10:37 WIB. Israel - UU Negara Yahudi, Abbas: tidak ada perdamaian akan terwujud.
  • 10:37 WIB. Singapura - Singapura kebobolan, data kesehatan 1,5 juta warganya bocor.
  • 10:36 WIB. Suriah - Rusia ajak AS atur pemulangan pengungsi Suriah.
  • 10:35 WIB. Missouri - Perahu wisata terbalik di Missouri, 17 orang tewas.
  • 10:34 WIB. Jepang - PM Abe: impor mobil Jepang bukan ancaman keamanan AS.
  • 10:33 WIB. Gaza - Palestina desak intervensi dunia untuk akhiri eskalasi di Gaza.
  • 08:44 WIB. JSMR - Jasa Marga akan menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas fase kedua senilai Rp1,55 triliun.
  • 07:12 WIB. MYRX - Hanson International menargetkan marketing sales sebesar Rp1,5 triliun pada 2018.
  • 07:11 WIB. MYRX - Hanson International mencatatkan marketing sales sebesar Rp920 miliar sampai akhir Mei 2018.
  • 06:52 WIB. CPO - Gapki mencatat harga rata-rata CPO sekitar US$653,6 per metrik ton sepanjang Mei 2018.
  • 06:51 WIB. Gapki - Gapki masih optimistis ekspor minyak sawit tidak akan menurun dibandingkan tahun lalu.

Segmen Middle Class Dinilai Mampu Bertahan Hadapi Perlambatan Daya Beli

Foto Berita Segmen Middle Class Dinilai Mampu Bertahan Hadapi Perlambatan Daya Beli
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Melambatnya daya beli masyarakat yang terjadi belakangan ini "memukul" banyak peritel yang bergerak di segmen bisnis fashion. Besarnya belanja pemerintah yang dialokasikan ke sektor produktif dituding menjadi biang keladi tertatihnya gerak sektor ritel.

Chief Executive Officer (CEO) PT Mega Perintis FX Afat Adinata N mengatakan peritel yang banyak mengalami tekanan merupakan peritel yang memiliki konsep department store. Hal itu dikarenakan mulai berubahnya gaya hidup masyarakat untuk berbelanja ke toko yang berkonsep specialty atau stand alone shop.

"Ditambah, jika diperhatikan department store yang tutup adalah department store yang menyasar segmen premium. Sementara masyarakat segmen middle up banyak menahan diri untuk mengeluarkan belanjanya," katanya kepada Warta Ekonomi di Jakarta, Rabu (14/11/2017).

Lebih lanjut dirinya mengatakan sektor middle justru yang terlihat stabil dalam mengeluarkan dana "belanjanya". Oleh karena itu, gerai ritel miliknya, Manzone masih sanggup membukukan pertumbuhan penjualan secara double digit.

Selama ini, diakui Afat, Manzone memang bergerak dengan menyasar segmen middle sebagai target pasarnya. Dengan harga di bawah Rp400 ribu, Manzone justru mampu membuktikan bahwa daya beli masyarakat tidak semuanya terganggu.

"Untuk yang middle low bahkan tekanannya lebih berat lagi. Karena mereka sudah tidak dapat spending lagi. Jadi, segmen middle up lah yang menahan diri belanja dan membiarkan uangnya tetap di bank," tutupnya.

Tag: PT Mega Perintis, FX Afat Adinata N

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Widodo S Jusuf

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10