Portal Berita Ekonomi Senin, 22 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:34 WIB. LSI Denny JA - Media sosial paling banyak meraih 30 hingga 40 persen pemilih di Pilpres 2019.
  • 11:33 WIB. LSI Denny JA - Tiga cara mengejar elektabilitas Jokowi yakni momentum, media, dan 'money'.
  • 11:33 WIB. LSI Denny JA - Jokowi punya banyak kelebihan yang sulit disalit penantang tanpa upaya serius.
  • 11:33 WIB. LSI Denny JA - Prabowo-Sandiaga sulit mengejar elektabilitas Jokowi.
  • 11:29 WIB. PSI - Kalau Sandiaga tak setuju dengan program Jokowi, apa solusi alternatif?
  • 11:29 WIB. PSI - Sandiaga setuju dengan dana kelurahan program Jokowi?
  • 11:29 WIB. PSI - Sandiaga jangan 'nyinyir' program Jokowi.
  • 11:21 WIB. Bursa - Jesivindo Juvutama menjual 33.800 saham DEFI Kepada Ewcash Pte Ltd. 
  • 10:59 WIB. AISA - Masih berseteru dengan Direksi, Dewan Komisaris AISA pastikan RUPSLB hari ini tetap terselenggara. 
  • 10:42 WIB. IHSG - Perdagangan Senin 22/10/2018, IHSG diperkirakan cenderung menguat pada kisaran 5.759-5.980. 
  • 10:42 WIB. Bursa - 21 ribu saham TOTL di PT Total Pola Persada beralih ke empat pemegang saham yang baru.
  • 10:18 WIB. KAEF - Kimia Farma kulakan bahan baku sekaligus untuk periode dua tahun.
  • 09:42 WIB. PKPU - Produsen Big Cola jalani sidang PKPU hari ini di PN Jakpus.
  • 05:26 WIB. Selandia Baru - Imbas kematian Khashoggi, Selandia Baru tidak akan menghadiri KTT investasi Saudi.
  • 05:24 WIB. FCA - Fiat Chrysler setuju untuk menjual Magneti Marelli ke Calsonic Kansei.

Dahlan Batal Jual Jawa Pos ke Taipan Properti Ciputra

Foto Berita Dahlan Batal Jual Jawa Pos ke Taipan Properti Ciputra
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan batal menjual kepemilikan saham di Koran Jawa Pos kepada taipan properti Ciputra. Putusan pembatalan ini diambil setelah dilakukan pertemuan antara Dahlan Iskan dengan para pemegang saham di Jakarta, Rabu malam (15/11/2017).

Saat ini Dahlan Iskan hanya memegang porsi saham sebesar 15 persen di Koran Jawa Pos. Adapun Yayasan Pembangunan Jaya Raya yang dikomandoi oleh Ciputra memegang porsi saham di Koran Jawa Pos sebesar 40 persen. Sisa sebesar 45 persen dipegang oleh beberapa pemilik saham yang lain. Artinya, kepemilikan saham Dahlan Iskan di Koran Jawa Pos tidak dominan.

Menurut informasi yang diterima Warta Ekonomi, putusan Dahlan Iskan untuk menjual 15 persen saham ke Yayasan Pembangunan Jaya Raya setelah ada kabar bahwa anak Dahlan Iskan, yakni Azrul Ananda, dicopot dari jabatan Direktur Utama Koran Jawa Pos sekaligus Komisaris Jawa Pos Group. Posisi Azrul kemungkinan besar akan digantikan oleh putra Goenawan Mohamad, Hidayat Jati.

Pengganti posisi Azrul di manajemen Jawa Pos memang belum final karena masih menunggu hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan dilangsungkan di Surabaya pada 24 November mendatang. Yang final adalah anak Dahlan Iskan tidak lagi memegang kendali di Jawa Pos.

Disampaikan oleh sumber Warta Ekonomi, pencopotan Azrul didasari oleh terlalu dominannya kendali Dahlan Iskan di Jawa Pos. Padahal, Dahlan Iskan bukan merupakan pemegang saham mayoritas. Masih ada keraguan di shareholder yang lain bahwa apakah Jawa Pos besar karena Dahlan Iskan? Atau justru Dahlan Iskan yang besar dengan menggunakan Jawa Pos?

Tag: Dahlan Iskan, Jawa Pos Group

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,069.51 4,028.57
British Pound GBP 1.00 19,946.12 19,746.03
China Yuan CNY 1.00 2,205.21 2,183.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,268.00 15,116.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,849.44 10,739.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,947.25 1,927.84
Dolar Singapura SGD 1.00 11,081.43 10,967.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,573.47 17,397.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,672.84 3,632.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,569.14 13,432.86

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46