Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:14 WIB. GM - General Motors berencana investasi senilai $2,8 miliar untuk menyelamatkan unit GM Korea Selatan yang sedang 'sakit'.
  • 11:12 WIB. Timur Tengah - Amerika siap bahas perdamaian di Timur Tengah bersama Palestina.
  • 11:10 WIB. Malaysia - Indonesia ingin moratorium pengiriman TKI, Malaysia ajak berunding.
  • 11:09 WIB. Korea Utara - AS: Korea Utara batalkan pembicaraan dengan Wapres Pence.
  • 11:06 WIB. Korea Utara - Rakyat AS menganggap jika Korea Utara adalah musuh besar.
  • 11:05 WIB. Cina - 11 kapal perang Cina berlayar ke Samudera Hindia.
  • 11:03 WIB. Saudi - Saudi TV diwartakan akan gunakan tujuh tambahan bahasa asing termasuk Bahasa Indonesia.
  • 11:02 WIB. Australia - Turki tunda ekstradisi pentolan ISIS ke Australia.
  • 11:01 WIB. Israel - Presiden Afrika Selatan serukan upaya dilaog antara Palestina-Israel.
  • 11:00 WIB. Senjata Api - Donald Trump larang penggunaan senjata api yang dimodifikasi.
  • 09:56 WIB. Politik - Pertemuan Presiden Jokowi dan Megawati bahas isu Nasional dan Internasional.
  • 09:54 WIB. Politik - PDIP: Jokowi dan Megawati gelar pertemuan di Bogor.
  • 09:53 WIB. Nasional - Rizieq Shihab mengaku pihaknya terancam jika pulang ke Indonesia hari ini.
  • 09:53 WIB. Nasional - Rizieq Shihab batal pulang ke Indonesia.
  • 09:46 WIB. PT Asuransi Jiwa Taspen - Taspen Life targetkan pertumbuhan laba capai 30%-40% pada tahun ini.

Program Sejuta Rumah Peluang Kurangi Angka Kemiskinan

Foto Berita Program Sejuta Rumah Peluang Kurangi Angka Kemiskinan
Warta Ekonomi.co.id, Kupang -

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan program sejuta rumah dari pemerintah pusat mesti disambut baik pemerintah setiap kabupaten/kota karena merupakan peluang untuk mengurangi angka kemiskinan di daerah itu.

"Program sejuta rumah juga rumah MBR harus ditangkap sebagai peluang karena masalah kemisikinan di NTT yang paling penting adalah urusan rumah, selain urusan asupan gizi," katanya di Kupang, Kamis (16/11/2017).

Menurut gubernur dua periode itu, rumah menjadi salah satu variabel utama penentu dalam penilaian tingkat kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Ia menjelaskan, sedikitnya ada lima variabel menentukan rumah layak huni diantaranya luas yang ditempati setiap penghuni sekitar delapan meter persegi, beratapkan seng, berdinding tembok dan diplester, tidak berlantai tanah, serta harus memiliki MCK.

"Karena itu saya minta pemerintah setiap kabupaten/kota harus bisa menangkap kehadiran program sejuta rumah ini sebagai peluang dalam pengentasan kemiskan dengan cara mempermudah urusan IMB, dan perizinan lainnya," katanya.

Menurutnya, upaya penurunan jumlah penduduk miskin di provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari lima juta orang itu sejak tahun 2008 masih bersifat fluktuatif Pernah di tahun 2014, lanjutnya, angka kemiskinan NTT menurun menjadi sekitar 19 persen, namun setahun kemudian mengalami kenaikan menjadi 22,58 persen, yang menurutnya akibat kenaikan harga bahan bakar minyak saat itu.

"Sementara angka kemiskinan di 2016 mulai menurun lagi 22,19 persen, dan pada Maret 2017 menurun sekitar 21 persen," katanya.

Secara terpisah, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur Bobby Pitoby menilai dukungan pemerintah daerah untuk menyambut kehadiran program sejuta rumah di NTT masih sangat rendah karena pengembang kecil di daerah ini masih terus dipersulit ketika hendak membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Terutama untuk memperoleh izin kelola lingkungan (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan (UPL)," kata Bobby Pitoby di Kupang.

Ia menjelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.64 Tahun 2016 sudah diatur bahwa pengembang atau developer yang membangun dengan luas lokasi di bawah lima hektare tidak ada lagi UKL-UPL, melainkan hanya dibutuhkan surat pernyataan.

"Tapi kita di daerah masih tetap diminta UPL-UKL, meski usaha lokasi di bawah lima hektare. Ini merupakan salah satu penghambat terbesar yang dihadapi para pengembang kecil di daerah ini," katanya.

Bobby menyebut, sejumlah kebijakan pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan rumah melalui program sejuta rumah itu sudah diatur dalam PP No.64 Tahun 2016, Instruksi Presiden No.5 Tahun 2016, Kebijakan Ekonomi ke-13 Tahun 2017 dan Permendagri No.5 Tahun 2017.

Berbagai aturan tersebut telah menegaskan adanya penyederhanaan perizinan, peninjauan kembali Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan juga mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

Namun, dia sangat menyayangkan dengan berbagai regulasi tersebut, karena berbagai kebijakan atau peraturan yang dikeluarkan pemerintah pusat itu belum ada satu pun yang diterapkan di Nusa Tenggara Timur.

"Kondisi inilah yang dialami para developer kecil yang sebenarnya membutuhkan banyak dukungan dari pemerintah daerah karena perumahan yang dibangun tersebut untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat," katanya.

Tag: Frans Lebu Raya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Program Sejuta Rumah

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Ferry Hidayat

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,639.71 3,603.35
British Pound GBP 1.00 19,103.18 18,908.79
China Yuan CNY 1.00 2,152.05 2,130.60
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,650.00 13,514.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,753.47 10,639.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,744.57 1,727.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,355.03 10,247.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,842.74 16,672.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,496.41 3,458.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,681.16 12,552.48

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6662.876 -26.411 572
2 Agriculture 1647.998 15.005 19
3 Mining 1986.234 -12.462 44
4 Basic Industry and Chemicals 758.096 -10.626 69
5 Miscellanous Industry 1386.044 -15.927 43
6 Consumer Goods 2850.901 -34.448 47
7 Cons., Property & Real Estate 544.917 -4.541 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.854 -1.774 62
9 Finance 1223.722 9.135 90
10 Trade & Service 950.259 -8.886 133
No Code Prev Close Change %
1 AGRS 496 620 124 25.00
2 ENRG 210 262 52 24.76
3 BOSS 750 935 185 24.67
4 WOMF 214 266 52 24.30
5 GOLD 432 510 78 18.06
6 BTON 148 173 25 16.89
7 BPFI 620 715 95 15.32
8 VICO 272 312 40 14.71
9 YPAS 695 785 90 12.95
10 IKAI 358 404 46 12.85
No Code Prev Close Change %
1 IBFN 103 89 -14 -13.59
2 AKPI 820 720 -100 -12.20
3 TRUS 326 300 -26 -7.98
4 RELI 424 398 -26 -6.13
5 BUKK 1,800 1,690 -110 -6.11
6 ECII 840 790 -50 -5.95
7 BINA 945 890 -55 -5.82
8 BEKS 53 50 -3 -5.66
9 CSAP 525 496 -29 -5.52
10 HOTL 109 103 -6 -5.50
No Code Prev Close Change %
1 BEKS 53 50 -3 -5.66
2 VICO 272 312 40 14.71
3 ENRG 210 262 52 24.76
4 ELSA 450 490 40 8.89
5 WSBP 490 476 -14 -2.86
6 PGAS 2,610 2,630 20 0.77
7 BMTR 655 650 -5 -0.76
8 BUMI 332 328 -4 -1.20
9 BBRI 3,860 3,800 -60 -1.55
10 IKAI 358 404 46 12.85