Portal Berita Ekonomi Selasa, 17 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:13 WIB. Colliers - Colliers memperkirakan realisasi penyerapan lahan industri tidak akan setinggi tahun 2017.
  • 06:12 WIB. Gapura - Gapura Angkasa mengalokasikan Rp60 miliar untuk investasi infrastruktur peralatan pendukung usaha.
  • 06:11 WIB. INCO - Vale Indonesia mencatat produksi nikel sulfida dari hasil peleburan (nickel matte) turun 3,47% pada semester I-2018.
  • 06:10 WIB. JNE - Tiki Jalur Nugraha Ekakurir membukukan pertumbuhan pendapatan di atas 20% sepanjang semester I-2018.
  • 06:08 WIB. B30 - Pemerintah berencana mempercepat penerapan bauran biodiesel sebesar 30% dalam BBM jenis solar pada 2019.
  • 06:07 WIB. Kementan - Kementan tengah mencari payung hukum guna mendistribusikan master seed vaksin H9N2 untuk unggas.
  • 21:29 WIB. KAI - PT KAI berhentikan KA Kuala Stabas Premium di Stasiun Blambanganumpu, Lampung, mulai 16 Juli 2018.
  • 21:27 WIB. Bulog - Perum Bulog siapkan 11 ribu ton beras premium sachet berisi 200 gram seharga Rp2.500 per sachet.
  • 21:25 WIB. Bulog - Perum Bulog Subdivisi Regional Banyumas Jateng mulai serap gabah dari petani.
  • 21:24 WIB. Pertamina - Pertamina MOR 1 serahkan bantuan bagi korban kebakaran rumah di Batam, Kepulauan Riau.
  • 21:18 WIB. Pertamina - Pertamina MOR VIII Maluku-Papua berlakukan program BBM Satu Harga di Fayit, Asmat.
  • 21:17 WIB. Pertamina - Konsumsi avtur pada musim haji 2018 di wilayah Pertamina MOR V diprediksi naik.
  • 21:16 WIB. Pertamina - Pertamina Lubricants gelar pelatihan otomotif bagi puluhan pelajar lulusan SMK di NTT.
  • 21:15 WIB. BPJS - BPJS Ketenagakerjaan Magelang gandeng 12 perusahaan rekanan untuk lakukan co-marketing.
  • 21:14 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan Makassar catat tunggakan Rp132 miliar dari peserta mandiri dan PBI di Sulsel.

Thailand Akan Adili Thaksin Shinawatra Secara In Absentia

Foto Berita Thailand Akan Adili Thaksin Shinawatra Secara In Absentia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Thailand sedang berusaha untuk mengadili eks Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang digulingkan karena korupsi di bawah undang-undang yang memungkinkan politisi diadili secara in absentia, seorang pejabat Thailand mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (21/11/2017), beberapa bulan setelah saudari Thaksin dijatuhi hukuman penjara karena ketidakhadirannya.

Thailand terbagi secara luas antara pendukung Thaksin dan saudara perempuannya, mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, yang pemerintahnya dihapus dalam kudeta 2014, dan elit di ibukota Bangkok.

Seorang mantan menteri perdagangan dan anggota Partai Puea Thai Yingluck yang digulingkan dalam kudeta tersebut mengatakan bahwa penuntutan yang direncanakan terhadap Thaksin bermotif politik.

Mantan konglomerat telekomunikasi digulingkan dalam kudeta tahun 2006 dan sejak itu tinggal di pengasingan yang dipaksakan sendiri untuk menghindari hukuman korupsi pada tahun 2008, dia mengatakan bahwa tuntutan yang dirinya hadapi bermotif politik.

Kasus terpisah terhadap Thaksin, termasuk kasus korupsi tahun 2008 dan 2012, harus ditangguhkan sampai dirinya kembali ke Thailand untuk diadili. Namun, amandemen undang-undang pada bulan September memungkinkan politisi tersebut untuk diadili saat mereka tidak hadir.

Kasus 2008 dan 2012 melibatkan dugaan benturan kepentingan Thaksin terhadap konsesi telekomunikasi dan dugaan penyalahgunaan kekuasaan.

"Jaksa penuntut umum mengajukan permintaan ke pengadilan tertinggi hari ini untuk melanjutkan kedua kasus tersebut tanpa kehadiran terdakwa, sesuai dengan undang-undang yang baru," tegas Wanchart Santikunchorn, juru bicara kantor jaksa agung, kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (21/11/2017).

Thaksin tidak segera memberi komentar mengenai upaya Kejaksaan Agung Thailand tersebut. Thaksin kembali membentuk politik Thailand setelah membangun kerajaan bisnis, memenangkan dukungan yang gigih dengan kebijakan populis yang mengangkat standar hidup masyarakat, terutama di kalangan orang miskin pedesaan, sehingga pendukungnya atau loyalisnya mendorongnya memenangi setiap pemilihan sejak 2001.

Yingluck melarikan diri dari negara itu pada bulan Agustus, menjelang putusan dalam pengadilan kelalaian, namun akhirnya dinyatakan bersalah dan menjatuhkan hukuman lima tahun penjara secara in absentia pada bulan September.

Mantan menteri perdagangan Watana Muangsook mengatakan bahwa junta tersebut merusak negara dengan kasus pengadilan bermotif politik.

"Undang-undang yang mengizinkan proses pengadilan secara in absentia terhadap terdakwa ditujukan untuk menghancurkan oposisi politik rezim tersebut," ungkap Watana dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Wanchart menolak langkah melawan keluarga Shinawatra yang cenderung bias dan dirinya mengatakan bahwa tindakan yang diambil Thailand sesuai dengan undang-undang yang baru yang telah diubah.

Tag: Thailand, Thaksin Shinawatra, Yingluck Shinawatra

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Edgar Su

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5905.158 -38.916 597
2 Agriculture 1428.601 -13.698 19
3 Mining 2009.628 -15.994 46
4 Basic Industry and Chemicals 772.710 -8.697 70
5 Miscellanous Industry 1174.590 -16.209 45
6 Consumer Goods 2447.240 -28.240 46
7 Cons., Property & Real Estate 444.098 -5.640 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1068.450 -15.987 70
9 Finance 1035.648 1.145 91
10 Trade & Service 883.943 2.056 143
No Code Prev Close Change %
1 UNIT 248 310 62 25.00
2 TCPI 700 875 175 25.00
3 DYAN 64 78 14 21.88
4 AIMS 202 246 44 21.78
5 OKAS 222 270 48 21.62
6 SRSN 59 70 11 18.64
7 RBMS 141 164 23 16.31
8 DPNS 350 396 46 13.14
9 GEMA 276 310 34 12.32
10 CNTX 530 590 60 11.32
No Code Prev Close Change %
1 MLPT 910 690 -220 -24.18
2 YPAS 725 605 -120 -16.55
3 PEGE 173 149 -24 -13.87
4 SKYB 310 270 -40 -12.90
5 INCF 146 129 -17 -11.64
6 MGRO 422 380 -42 -9.95
7 NICK 141 127 -14 -9.93
8 TOPS 955 865 -90 -9.42
9 KBLV 515 470 -45 -8.74
10 TNCA 186 170 -16 -8.60
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 705 660 -45 -6.38
2 MSIN 505 490 -15 -2.97
3 BBRI 2,970 2,970 0 0.00
4 RBMS 141 164 23 16.31
5 IMAS 2,960 2,880 -80 -2.70
6 TLKM 4,020 3,940 -80 -1.99
7 KREN 725 715 -10 -1.38
8 INKP 19,900 19,525 -375 -1.88
9 PGAS 1,685 1,640 -45 -2.67
10 DYAN 64 78 14 21.88