Portal Berita Ekonomi Senin, 15 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:20 WIB. DPRD DKI - Kemacetan di Jakarta disebabkan banyaknya kendaraan.
  • 14:19 WIB. DPRD DKI - Anies Baswedan segera jalankan ERP menggurangi macet.
  • 14:19 WIB. DPRD DKI - Pepanjangan ganjil-genap justru menambah kemacetan di Ibu Kota.
  • 13:53 WIB. Beras - Asosiasi perberasan Banyumas: harga beras stabil.
  • 13:52 WIB. Ikan - Produksi ikan di Demak capai 2,5 juta ton.
  • 13:51 WIB. Ekspor - Ekspor industri pengolahan mencapai 10,88 miliar dolar AS pada September 2018.
  • 13:50 WIB. PBB - Realisasi PBB Kota Pekalongan capai 93 persen.
  • 13:49 WIB. Disper - Disper Bangka berhasil serap APBN Rp4,9 miliar.
  • 13:47 WIB. Babel - Pemkab Balbel gelar pelatihan keterampilan menenun untuk merangsang tumbuhnya usaha kecil berbasis budaya khas daerah.
  • 13:46 WIB. PUPR - Menteri PUPR: jalan tol layang Jakarta-Cikampek bila telah digunakan maka akan bermanfaat untuk memangkas biaya logistik.
  • 13:45 WIB. Produk - Indonesia perlu fokus kepada pengembangan produk unggulan Indonesia; di bidang perkebunan.
  • 13:43 WIB. Panas bumi - Indonesia memiliki potensi sumber daya Panas Bumi yang setara dengan 13.440 MW yang tersebar di 265 lokasi.
  • 13:41 WIB. ADB - ADB dukung pemerintah Indonesia untuk kembangkan program kelistrikan nasional dari energi panas bumi.
  • 13:40 WIB. UKM - Perajin batik, pengusaha pakaian, tahu-tempe serta pengusaha kecil menengah lainnya masih gunakan bahan baku impor.
  • 13:39 WIB. UKM - Menurut ketua KUMKM DIY, hingga saat ini ada 50% UKM di DIY masih bergantung pada bahan baku impor.

Kebutuhan Rumah Per Tahun Capai 1,4 Juta Unit

Foto Berita Kebutuhan Rumah Per Tahun Capai 1,4 Juta Unit
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Heliantopo, menyatakan kebutuhan rumah di Indonesia terbilang cukup tinggi. Pada 2016, kelangkaan kepemilikan rumah alias back log menembus 11,6 juta unit. Bila dihitung mempertimbangkan laju pertumbuhan penduduk dan estimasi waktu, total kebutuhan rumah di Indonesia berkisar 1,46 juta unit per tahun. 
 
"Total kebutuhan rumah di Indonesia per tahun mencapai 1,46 juta unit. Memang masih terdapat gap yang cukup besar bila dibandingkan dengan realisasi. Data terakhir, realisasi pembangunan rumah di Indonesia per tahunnya berkisar 400 ribu unit," kata Heliantopo, di Makassar, Selasa, (21/11/2017).
 
Heliantopo tidak menampik dibutuhkan anggaran fantastis untuk menyelesaikan pembiayaan kebutuhan rumah di Indonesia. Dengan asumsi harga rumah Rp200 juta, pihaknya memperkirakan diperlukan dana hingga Rp292 triliun untuk memenuhi kebutuhan 1,46 juta rumah setiap tahunnya. 
 
Menurut Heliantopo, besarnya kebutuhan rumah di Indonesia merupakan tantangan sekaligus peluang bagi SMF. Sebagai BUMN, pihaknya berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pemenuhan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat. Untuk itu, pihaknya gencar mendorong perbankan, baik itu bank umum, bank syariah maupun BPD untuk menyalurkan KPR. 
 
Heliantopo mengungkapkan upaya SMF mendorong pembiayaan perumahan dimaksudkan untuk mendongkrak rasio KPR Indonesia. Harus diakui rasio KPR Indonesia sebesar 2,85 persen merupakan yang terendah di ASEAN. Dicontohkan dia, rasio KPR negara tetangga yang terbilang tinggi seperti Malaysia yang mencapai 38,8 persen. 
 
"Tahun 2016, rasio KPR terhadap PDB (Indonesia) masih relatif rendah. Bahkan, yang terendah di ASEAN, apalagi bila dibandingkan dengan negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang dan Uni Eropa," kata Heliantopo. 
 
Menurut Heliantopo, rasio KPR Indonesia bila dibandingkan Amerika Serikat bahkan lebih 'miris'. Negeri Paman Sam diketahui memiliki rasio KPR tertinggi yang menembus 77 persen. Itu artinya rata-rata penduduk Amerika Serikat sudah memiliki rumah. Sebaliknya di Indonesia, sambung dia, harus diakui banyak masyarakat yang belum memiliki rumah. 

Tag: Heliantopo, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) - SMF, Properti

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,071.78 4,031.14
British Pound GBP 1.00 20,215.95 20,005.65
China Yuan CNY 1.00 2,209.20 2,187.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,270.00 15,118.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,875.29 10,764.02
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,948.90 1,929.37
Dolar Singapura SGD 1.00 11,118.39 11,003.71
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,722.36 17,544.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,677.75 3,637.63
Yen Jepang JPY 100.00 13,605.99 13,469.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5756.490 53.668 610
2 Agriculture 1522.198 0.533 20
3 Mining 1926.200 18.195 47
4 Basic Industry and Chemicals 750.342 6.401 70
5 Miscellanous Industry 1189.086 19.083 45
6 Consumer Goods 2428.641 -9.997 49
7 Cons., Property & Real Estate 404.532 1.912 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1032.789 20.882 70
9 Finance 1037.948 17.216 91
10 Trade & Service 794.620 4.319 147
No Code Prev Close Change %
1 DNAR 264 330 66 25.00
2 SKRN 1,050 1,310 260 24.76
3 SURE 630 785 155 24.60
4 SAPX 535 665 130 24.30
5 BMSR 136 160 24 17.65
6 AKPI 800 930 130 16.25
7 ASJT 338 392 54 15.98
8 DUCK 940 1,090 150 15.96
9 SMCB 1,370 1,570 200 14.60
10 LMSH 525 600 75 14.29
No Code Prev Close Change %
1 DEFI 1,250 990 -260 -20.80
2 PSDN 260 220 -40 -15.38
3 TFCO 785 680 -105 -13.38
4 OASA 212 184 -28 -13.21
5 MPRO 276 240 -36 -13.04
6 BPFI 785 685 -100 -12.74
7 CNTX 575 505 -70 -12.17
8 LPIN 1,135 1,005 -130 -11.45
9 GOLD 575 515 -60 -10.43
10 SKBM 640 585 -55 -8.59
No Code Prev Close Change %
1 SKRN 1,050 1,310 260 24.76
2 TLKM 3,570 3,680 110 3.08
3 INPC 69 69 0 0.00
4 DUCK 940 1,090 150 15.96
5 SMCB 1,370 1,570 200 14.60
6 PGAS 2,140 2,120 -20 -0.93
7 TKIM 11,650 11,600 -50 -0.43
8 FINN 60 67 7 11.67
9 BBRI 2,910 2,950 40 1.37
10 PNLF 274 266 -8 -2.92