Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Desember 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:53 WIB. New York - The dollar index against a basket of six major currencies rose 0.47 percent to 93.93 on Friday (15/12).
  • 06:52 WIB. New York - U.S. West Texas Intermediate (WTI) crude futures settled up 26 cents to $57.30 a barrel on Friday (15/12). WTI hit a two-year high of $59.05 on Nov. 24.
  • 06:51 WIB. London - Brent crude futures settled down 8 cents or 0.1 percent to $63.23 a barrel on Friday (15/12).
  • 06:50 WIB. New York - The tech-rich Nasdaq Composite Index jumped 80.06 points (1.17 per cent) to 6,936.58 on Friday (15/12).
  • 06:49 WIB. New York - The broad-based S&P 500 gained 23.80 points (0.90 per cent) to 2,675.81 on Friday (15/12).
  • 06:48 WIB. New York - All three major US indices finished at records, with the Dow Jones Industrial Average rising 143.08 points (0.58 per cent) to 24,651.74 on Friday (15/12).
  • 06:13 WIB. Ciputra - Ciputra Group menggandeng Surya Sakti Propertindo menggarap proyek apartemen mixed use di Surabaya pada 2017.
  • 06:12 WIB. TBLA - Tunas Baru Lampung menerbitkan surat utang jangka menengah senilai Rp411 miliar.
  • 06:11 WIB. MTF - Mandiri Tunas Finance akan menerbitkan obligasi hingga Rp1 triliun untuk menopang penyaluran pembiayaan pada 2018.
  • 06:08 WIB. BBKP - Bukopin meluncurkan produk inovasi anyar bernama Wokee untuk mudahkan nasabah dalam transaksi di merchant.
  • 06:06 WIB. Digital - Medico resmi merilis fitur baru yang langsung terintegrasi dengan aplikasi P-Care BPJS.

Mahfud MD: Payung Hukum Holding Harus Digodok Lagi

Foto Berita Mahfud MD: Payung Hukum Holding Harus Digodok Lagi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD mengatakan sejumlah pihak mendesak pemerintah mengkaji ulang landasan hukum yang dipakai dalam pelaksanaan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini mengingat Peraturan Pemerintah (PP) No. 72 Tahun 2016 yang masih mengundang kontroversi dan penolakan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Holding BUMN itu kebijakan pemerintah. Cuma yang menjadi catatan ialah landasan hukumnya. Ini karena PP 72/2016 masih mendapat banyak penolakan khususnya dari DPR," ujar Mahfud MD, Kamis (23/11/2017).

Mahfud menilai, untuk pihak-pihak yang mengaku dirugikan atas keberadaan PP 72/2016 tidak ada salahnya untuk kembali melakukan judicial review ke Mahkamah Agung (MA).

"Ini dilakukan untuk kembali membuktikan terkait keabsahan landasan hukum pembentukkan holding BUMN." tambahnya.

Lanjutnya, Ia mengatakan saat ini DPR punya hak politik untuk judicial review, "Jadi silakan saja, dulu teman-teman KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) juga pernah mengajukan judical review di mana saya tanda-tangan di sana," imbuh Ketua MK periode 2008-2013 ini.

Sebelumnya, Bambang Haryo, anggota Komisi VI DPR mengungkapkan, penolakan terhadap landasan holding BUMN dikarenakan PP 72/2016 dinilai akan mengkebiri fungsi pengawasan DPR terhadap BUMN-BUMN yang nantinya akan menjadi swasta pasca pelaksanaan holding.

"Di dalam PP 72/2016 itu dikatakan bahwa perubahan daripada aset ataupun penambahan kekayaan pemindahan dan sebagainya, itu tidak perlu melalui mekanisme pelaporan kepada DPR. Padahal BUMN kan perusahaan negara yang tentu semua perubahan daripada aset, ataupun penjualan saham dan lain-lain itu harus sepengetahuan atau seizin masyarakat yang diwakili oleh DPR," cetus Bambang.

Sekedar tahu, Di mana BUMN yang nantinya akan menjadi anak usaha BUMN (swasta) ialah PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan lain-lain.

Tag: Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), mahfud md, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Bambang Haryo

Penulis/Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Rosa Panggabean

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,637.41 3,601.05
British Pound GBP 1.00 18,337.60 18,152.07
China Yuan CNY 1.00 2,063.29 2,042.71
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,641.00 13,505.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,464.01 10,356.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,746.41 1,728.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,135.23 10,030.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,084.10 15,922.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,346.66 3,310.86
Yen Jepang JPY 100.00 12,163.17 12,038.69

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6119.419 5.766 567
2 Agriculture 1615.559 6.106 19
3 Mining 1564.401 1.285 43
4 Basic Industry and Chemicals 672.709 -3.081 69
5 Miscellanous Industry 1382.572 -1.885 43
6 Consumer Goods 2705.365 24.718 45
7 Cons., Property & Real Estate 486.014 3.440 66
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1145.607 -2.150 60
9 Finance 1081.116 -5.142 89
10 Trade & Service 906.333 3.449 133
No Code Prev Close Change %
1 DWGL 316 394 78 24.68
2 MARI 1,010 1,250 240 23.76
3 MDLN 300 370 70 23.33
4 MYOR 2,070 2,500 430 20.77
5 MFMI 650 770 120 18.46
6 CANI 250 294 44 17.60
7 JGLE 98 115 17 17.35
8 ITMA 565 660 95 16.81
9 RELI 374 426 52 13.90
10 SDMU 304 344 40 13.16
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 595 515 -80 -13.45
2 KBLV 472 422 -50 -10.59
3 RODA 170 155 -15 -8.82
4 ARII 910 855 -55 -6.04
5 ALKA 334 314 -20 -5.99
6 GTBO 185 175 -10 -5.41
7 MTWI 149 141 -8 -5.37
8 IBST 8,550 8,100 -450 -5.26
9 BUMI 272 258 -14 -5.15
10 PORT 390 370 -20 -5.13
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 354 374 20 5.65
2 INKP 5,200 5,200 0 0.00
3 BUMI 272 258 -14 -5.15
4 AISA 480 492 12 2.50
5 BBRI 3,460 3,390 -70 -2.02
6 PBRX 498 520 22 4.42
7 BMTR 575 580 5 0.87
8 TLKM 4,250 4,230 -20 -0.47
9 DWGL 316 394 78 24.68
10 MNCN 1,280 1,295 15 1.17