Portal Berita Ekonomi Senin, 20 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:49 WIB. AGII - Aneka Gas Industri menganggarkan capex sebesar Rp150-200 miliar pada 2018.
  • 10:47 WIB. AGII - Aneka Gas Industri mencatat pembangunan 95 unit filling station pada semester I-2018.
  • 10:45 WIB. AGII - Aneka Gas Industri menargetkan pembangunan 100 filling station pada 2018.
  • 10:35 WIB. Google - Google setop layanan pencarian gambar Googles.
  • 10:33 WIB. Galaksi¬†- Galaksi Cosmic Saegull berjaka 11,3 miliar tahun cahaya miliki "materi hitam".
  • 10:29 WIB. Twitter - Jack Dorsey akui belum temukan cara basmi hoaks dan ujaran kebencian.
  • 10:29 WIB. Google - Google mulai sebar Fitur Mode Rahasia Gmail ke Android dan iOS.
  • 10:09 WIB. Apple - Apple Store ditutup sementara usai insiden ledakan iPad.
  • 10:05 WIB. Huawei - Dua warna baru Huawei P20 Pro bakal sapa Berlin.
  • 10:03 WIB. Perusahaan Teknologi - Google, Apple, dan IBM cari karyawan nonsarjana.
  • 09:42 WIB. Elon Musk -¬†Elon Musk berencana buat mobil listrik murah pada 2021.

Inilah Pandangan La Nyalla Soal Lingkungan

Foto Berita Inilah Pandangan La Nyalla Soal Lingkungan
Warta Ekonomi.co.id, Surabaya -

Pembangunan pro lingkungan dan antisipasi perubahan iklim adalah menu utama di dunia. Mau tidak mau Indonesia harus ambil bagian. Tidak hanya mandat bagi pemerintah pusat atau presiden, tetapi juga gubernur dan bupati-wali kota.

Bahkan sejumlah negara telah membentuk satgas di level gubenur. Seperti GCF; Governors’ Climate and Forests Task Force, atau satuan tugas gubernur untuk hutan dan iklim. Indonesia termasuk di dalamnya.

Dalam isu go green, kepala daerah harus memahami pentingnya lingkungan bagi masa depan anak cucu. Maka semua kebijakan pembangunan harus berorientasi ke sana. Termasuk melakukan ratifikasi peraturan dan edukasi soal ini kepada semua lapisan masyarakat.

Negara tropis dengan kekayaan hutan dan sumber daya pertanian-perikanan seperti Indonesia, atau khususnya Jatim, wajib untuk fokus terhadap kelebihan atau keunggulan yang kita miliki untuk dikelola dengan benar.

Bagaimana mengelola dengan benar? Dan bagaimana agar isu ini tidak hanya menjadi gagasan di atas kertas dan wacana elitis?.

“Jika selama ini lembaga kemasyarakatkan atau NGO di bidang lingkungan kerap tidak sejalan dengan pemerintah, atau bahkan sulit bertemu, maka bagi La Nyalla, justru mereka harus menjadi partner kepala daerah dalam merumuskan kebijakan,” kata La Nyalla Mahmud Mattalitti pada Warta Ekonomi di Surabaya, Senin (27/11/2017)

Lebih lanjut Ketua Kadin Jatim  mengungkapkan, saat initelah  memiliki organisasi yang kredibel dan telah teruji di sektor lingkungan, mulai dari WALHI, Jatim hingga Ecoton.

“Kita memiliki akademisi dan jurusan-jurusan di kampus yang fokus pada lingkungan dan tata kelola pembangunan ramah lingkungan. Mengapa kepala daerah alergi? Justru harus dilibatkan,” sambungnya

La Nyalla memberi saran, untuk satukan pikiran, gagasan dan ide dalam merumuskan kebijakan. Ajak berbicara dan edukasi lapisan masyarakat lainnya. Termasuk dunia usaha, untuk memulai era industri ramah lingkungan. Karena ini arus dunia.

“Wajib kita jalankan demi masa depan anak cucu kita. Karena dengan lingkungan yang terpelihara, ekosistem yang terjaga, potensi bencana ekologi dapat kita hindarkan. Bencana ekologi tidak hanya mengakibatkan kerugian fisik seperti bencana alam, tetapi juga melahirkan generasi yang tidak sehat,” bebernya

Kuncinya kata Nyalla, kepala daerah yang pro lingkungan, harus berpikir out of the box untuk melangkah bersama para pejuang lingkungan, yang selama ini telah mendedikasikan waktu, pikiran dan tenaganya untuk masa depan kehidupan manusia yang baik.

 

“Tanpa itu kita akan terus menerus menghadapi persoalan yang terulang. Mulai dari pencemaran limbah, baku mutu air sungai, hutan gundul, tanah longsor, kekeringan akut dan segudang persoalan yang setiap waktu terulang,” pungkasnya.

Tag: La Nyalla Mahmud Matalitti

Penulis: Mochamad Ali Topan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Mochamad Ali Topan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Aug
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Senin, 20/08/2018 03:42 WIB

Minyak Tumpah di Ambon, Apa Kata Pertamina?

Minggu, 19/08/2018 23:04 WIB

Rex Marindo: Jangan Jadi Pengusaha

Minggu, 19/08/2018 22:20 WIB

Google Hapus Layanan Pencarian Gambar

Minggu, 19/08/2018 18:28 WIB

DPR Akan Panggil OJK Soal Regulasi Fintech

Minggu, 19/08/2018 08:58 WIB

Apa Itu Merdeka Finansial?

Jum'at, 17/08/2018 17:08 WIB

Indeks Merosot 4,83% Sepanjang Pekan Ini

Jum'at, 17/08/2018 16:51 WIB

Ahok Dapat Remisi Dua Bulan, 2019 Bebas