Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:24 WIB. BNI - BNI menargetkan penyaluran kredit ke BUMN tumbuh 12%-15% tahun ini.
  • 19:24 WIB. BRI - BRI membidik penyaluran kredit ke BUMN tumbuh hingga 6% di tahun 2019.
  • 19:21 WIB. BRI - BRI ingin menyalurkan menjadi 77% kredit ke UMKM.
  • 19:19 WIB. Finraya - Saham Finraya dimiliki Mandiri, BRI dan BNI masing-masing 20%.
  • 19:19 WIB. BTN - BTN dipastikan akan menjadi salah satu pemegang saham Finraya.
  • 19:18 WIB. BTN - Kepemilikan saham BTN di Finraya tak kurang dari 10%.
  • 19:14 WIB. Tol - Fasilitas terminal di Tol Trans-Jawa bukan kewajiban Jasa Marga.
  • 19:14 WIB. GMF - GMF membukukan pendapatan operasional senilai US$470 juta selama 2018.
  • 19:13 WIB. Pelindo III - Pelindo III mengoptimalkan aset pelabuhan untuk layanan logistik energi.

Papa Novanto Kenalkan Andi Narogong ke Anggota DPR

Foto Berita Papa Novanto Kenalkan Andi Narogong ke Anggota DPR
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Andi Narogong mengakui dirinya diperkenalkan oleh Setya Novanto yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar kepada anggota DPR lainnya sebagai orang yang akan ikut proyek KTP elektronik.

"Tahun 2010, hari jumat saya datang ke DPR, Pak Novanto perkenalkan saya dengan Pak Chairuman Harahap sebagai salah satu pengusaha yang akan ikut e-KTP. Di kemudian harinya, saya juga bertemu Pak Chairuman di ruangan pribadinya, saya merasa semakin banyak didukung orang semakin bagus," ungkap Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam pemeriksaan terdakwa di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Andi Narogong didakwa mendapatkan keuntungan 1,499 juta dolar AS dan Rp1 miliar dalam proyek pengadaan KTP elektronik (KTP-e) yang seluruhnya merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun.

Chaeruman Harahap saat itu adalah Ketua Komisi II dari fraksi Partai Golkar. Setnov dalam persidangan sebelumnya selalu membantah kehadiran Andi Narogong di ruangannya di DPR.

"Lalu setelahnya saya dikenalkan dengan Pak Mirwan Amir selaku wakil ketua umum Banggar (Badan Anggaran). Pak Mirwan merekomendasikan Yusnan Solihin (Sucofindo), dia pengusaha. Jadi berkoordinasi, dengan Pak Yusnan dan Pak Mulyono (Ignatius Mulyono dari fraksi Partai Demokrat). Inti pembicaraannya Pak Yusnan mau bentuk satu perusahaan antara saya dengan dia, nah perusahaan ini nanti yang mengatur, kalau mau membeli barang segala macam terkait e-KTP," tutur Andi.

Namun, Andi menolak karena ia mengaku tidak sanggup dan menawarkan agar sesuai dengan kemampuang masing-masing.

Selanjutnya Yusnan bergabung dengan PT. Murakabi yang dibentuk di Puri Casablangka yang harus memakai produk "Automated Finger Print Identification Sistem" (AFIS) merek Cogent. Tapi Andi mengajukan merek lain yaitu AFIS L-1 sehingga Yusnan mengadakan demo untuk mengadu kemampuan Cogent dan L-1 di Puri Casablangka.

"Tujuannya karena Pak Yusnan mau meyakinkan sistem mereka ke konsorsium agar dipakai, karena beliau kepanjangannya Pak Mirwan Amir, makanya saya hanya nurut saja," ungkap Andi.

Pada November itu, Andi juga diundang datang ke kediaman Setnov bersama dengan Paulus Tannos. Dalam pertemuan itu hadir juga pemilik perusahaan Delta Energy Investment Made Oka Masagung yang merupakan teman Setnov.

"Saya dikenalkan ini Oka Masagung, nanti yang akan urus masalah 'fee' DPR. Dia akan bantu urusan perbankan modal. Pada akhir 2011 Irman ditagih Chaeruman Harahap fee 5 persen untuk DPR, jadi dari awal sudah tahu akan kasih 5 persen ke DPR, untuk penagihan itu Paulus dan saya diundang ke Equity Tower di kantor SN, ada Chaeruman, ada Paulus Tannos, dan Setya Novanto, waktu itu mereka tagih realisasi 5 persen," pungkas Andi. (HYS/Ant)

 

Tag: Andi Narogong, Setya Novanto, Setya Novanto Tersangka E-KTP, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,784.10 3,745.33
British Pound GBP 1.00 18,313.61 18,124.73
China Yuan CNY 1.00 2,097.81 2,076.82
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,190.00 14,048.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,108.96 10,004.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.13 1,789.92
Dolar Singapura SGD 1.00 10,455.35 10,349.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,041.80 15,878.45
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,471.98 3,433.88
Yen Jepang JPY 100.00 12,841.63 12,709.67

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6494.667 -3.148 627
2 Agriculture 1612.273 9.233 21
3 Mining 1894.930 28.365 47
4 Basic Industry and Chemicals 879.497 -9.712 71
5 Miscellanous Industry 1359.758 -8.770 46
6 Consumer Goods 2656.426 -2.053 51
7 Cons., Property & Real Estate 454.123 1.975 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.559 1.577 71
9 Finance 1233.741 -2.007 91
10 Trade & Service 822.920 1.934 155
No Code Prev Close Change %
1 BNII 258 322 64 24.81
2 ALDO 2,020 2,510 490 24.26
3 MINA 615 725 110 17.89
4 MPPA 260 306 46 17.69
5 INCF 306 360 54 17.65
6 BABP 51 58 7 13.73
7 MLPL 137 155 18 13.14
8 CSIS 137 154 17 12.41
9 GIAA 426 474 48 11.27
10 KARW 87 96 9 10.34
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 400 300 -100 -25.00
2 NAGA 332 294 -38 -11.45
3 KONI 486 438 -48 -9.88
4 PSDN 246 222 -24 -9.76
5 AKSI 388 352 -36 -9.28
6 LION 665 615 -50 -7.52
7 FISH 3,670 3,400 -270 -7.36
8 TARA 840 780 -60 -7.14
9 SOTS 322 300 -22 -6.83
10 INAI 468 440 -28 -5.98
No Code Prev Close Change %
1 FREN 298 288 -10 -3.36
2 JPFA 2,500 2,440 -60 -2.40
3 ANTM 995 1,025 30 3.02
4 BBRI 3,840 3,910 70 1.82
5 BMRI 7,275 7,200 -75 -1.03
6 EXCL 2,530 2,610 80 3.16
7 INDY 1,785 1,925 140 7.84
8 BUMI 153 154 1 0.65
9 FILM 795 785 -10 -1.26
10 ADRO 1,245 1,295 50 4.02