Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Desember 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:06 WIB. Bekraf - Bekraf mengatakan pihaknya tengah berupaya menekan pajak untuk industri kreatif.
  • 22:05 WIB. IPO - Campina Ice Cream Industry akan mencatatkan saham di BEI dengan kode saham CAMP pada Selasa (19/12/2017).
  • 22:04 WIB. Kemenaker - Kemenaker meresmikan pembangunan 300 unit rumah bagi buruh migran di Ponorogo, Jawa Timur.
  • 22:03 WIB. Wuling - Wuling Motors optimistis penjualan di pasar Indonesia akan mencapai target 5.000 unit sepanjang 2017.
  • 22:03 WIB. Wuling - Wuling Motors secara resmi mengumumkan nama produk MPV kedua untuk pasar Indonesia, yakni Cortez.
  • 22:02 WIB. Kementan - Kementerian Pertanian akan menjajaki ekspor ayam berumur satu hari ke Timor Leste.
  • 22:01 WIB. Telkom Metra - Telkom Metra mengakuisisi 60% saham Nutech Integrasi senilai Rp24 miliar.
  • 21:59 WIB. IPO - OJK akan mendorong perusahaan-perusahaan keuangan nonbank syariah untuk melantai di BEI.
  • 21:58 WIB. BCA Finance - BCA Finance menargetkan penyaluran pembiayaan Rp32,5 triliun sepanjang 2018.
  • 21:58 WIB. JMA Syariah - Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi membukukan premi Rp49 miliar sampai dengan November 2017.

Triwulan III 2017, Izin Usaha Sektor Tersier Kaltim Capai Rp2,91 Triliun

Foto Berita Triwulan III 2017, Izin Usaha Sektor Tersier Kaltim Capai Rp2,91 Triliun
Warta Ekonomi.co.id, Samarinda -

Perizinan usaha sektor tersier, baik berupa ketenagalistrikan, pembangkit listrik, penyewaan mesin, maupun jasa pertambangan di Provinsi Kalimantan Timur pada triwulan III/2017 mencapai Rp2,91 triliun.

"Terdapat delapan izin usaha dari tiga sektor yang masuk ke Kaltim di triwulan III/2017, yakni sektor primer, sekunder, dan tersier," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur Diddy Rusdiansyah dihubungi di Samarinda, Jumat (1/12/2017).

Pada triwulan tersebut, jelasnya, total nilai perizinan penanaman modal yang masuk ke Kaltim sebesar Rp4,12 triliun, dengan rincian dari sektor primer tercatat Rp1,18 triliun, sektor sekunder Rp19 miliar, dan sektor tersier tercatat Rp2,91 triliun.

Untuk sektor primer yang berupa tanaman pangan, perkebunan, dan industri pengolahan terdapat tiga izin proyek, dengan proyek pertama senilai Rp452,24 miliar yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 513 orang.

Kemudian proyek kedua senilai Rp438,5 miliar dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 655 orang, sedangkan proyek ketiga sebesar Rp295,73 miliar yang mampu menyerap tenaga kerja mencapai 1.317 orang. 

Untuk sektor sekunder, tambah Diddy, hanya ada satu usaha yang dijalankan, yakni di bidang industri barang logam dengan nilai Rp19 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 20 orang. "Sedangkan yang paling tinggi perizinan penanaman modalnya adalah sektor tersier seperti bidang usaha ketenagalistrikan ada satu proyek dengan nilai Rp393,73 miliar dan mampu menyerap 120 tenaga kerja," ujarnya. 

Kemudian, bidang usaha sarana pendukung pabrik semen, seperti untuk pembangkit listrik dan terminal khusus ada satu proyek dengan nilai Rp1,2 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 105 orang. Untuk bidang usaha penyewaan mesin pembangkit listrik ada satu proyek dengan nilai Rp1,28 triliun dan menyerap 42 tenaga kerja. 

Untuk sektor tersier ini juga ada satu perizinan usaha bidang jasa pertambangan minyak bumi, gas alam, dan panas bumi dengan investasi senilai Rp29,26 miliar dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 27 orang. 

"Berdasarkan data perizinan investasi penanaman modal dalam negeri di triwulan III tersebut maka subsektor sarana pendukung pabrik semen menyumbang investasi sebesar 70,74 persen, kemudian subsektor pertanian dan industri pengolahan berkontribusi 28,79 persen," kata Diddy. (FNH/Ant)

Tag: Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Diddy Rusdiansyah, Izin Usaha

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Id.wikipedia.org

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,640.34 3,603.98
British Pound GBP 1.00 18,203.58 18,018.18
China Yuan CNY 1.00 2,063.42 2,042.86
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,652.00 13,516.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,449.24 10,342.44
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,747.39 1,729.96
Dolar Singapura SGD 1.00 10,120.09 10,017.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,053.39 15,892.11
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,341.16 3,305.45
Yen Jepang JPY 100.00 12,120.03 11,997.16

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6133.963 14.544 568
2 Agriculture 1618.499 2.940 19
3 Mining 1560.514 -3.887 43
4 Basic Industry and Chemicals 669.716 -2.993 69
5 Miscellanous Industry 1365.910 -16.662 43
6 Consumer Goods 2743.351 37.986 45
7 Cons., Property & Real Estate 484.954 -1.060 66
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1142.958 -2.649 60
9 Finance 1084.441 3.325 90
10 Trade & Service 905.482 -0.851 133
No Code Prev Close Change %
1 JMAS 140 238 98 70.00
2 DWGL 394 492 98 24.87
3 MABA 885 1,105 220 24.86
4 KPIG 1,195 1,360 165 13.81
5 INTD 400 450 50 12.50
6 ASJT 515 570 55 10.68
7 HOME 79 87 8 10.13
8 PSAB 154 167 13 8.44
9 MAYA 4,150 4,500 350 8.43
10 SKBM 540 580 40 7.41
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 195 147 -48 -24.62
2 HOTL 104 86 -18 -17.31
3 PEGE 310 260 -50 -16.13
4 MDLN 370 312 -58 -15.68
5 FORU 180 157 -23 -12.78
6 BSIM 880 770 -110 -12.50
7 AMRT 750 675 -75 -10.00
8 MYOR 2,500 2,260 -240 -9.60
9 LION 720 660 -60 -8.33
10 DNAR 296 272 -24 -8.11
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 374 384 10 2.67
2 BUMI 258 268 10 3.88
3 BBRI 3,390 3,390 0 0.00
4 BMTR 580 565 -15 -2.59
5 PBRX 520 515 -5 -0.96
6 TLKM 4,230 4,240 10 0.24
7 KREN 500 500 0 0.00
8 AISA 492 480 -12 -2.44
9 ASII 8,300 8,175 -125 -1.51
10 BBCA 21,100 21,100 0 0.00