Portal Berita Ekonomi Jum'at, 15 Desember 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:47 WIB. Facebook - Selama 2017, Facebook Messenger terima 17 miliar video chat.
  • 22:45 WIB. Google - Maps versi ringan Google Maps Go telah hadir di toko aplikasi Play Store.
  • 22:43 WIB. Digital - Satu tahin hadir di Indonesia, 17 Live tegaskan komitmennya sebagai aplikasi live streaming yang 100% halal.
  • 22:32 WIB. APJII - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) keberatan dengan RPM Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi.
  • 22:27 WIB. Telekomunikasi - Jelang libur natal dan tahun baru, Telkomsel optimalisasi jaringan di 709 titik keramaian yang akan diserbu.
  • 22:24 WIB. Grab - Sekarang GrabPay bisa top up lewat driver.
  • 22:23 WIB. Telekomunikasi - Telkomsel kebut bangun jaringan baru demi optimalkan spektrum 2,3 MHz selebar 30 MHz.
  • 22:21 WIB. Teknologi - AMD klaim produknya siap jadi penambang cryptocurrency, bitcoin.
  • 22:18 WIB. Grab - Setelah sempat dibekukan Bank Indonesia, GrabPay Credit sudah bisa kembali digunakan.
  • 22:16 WIB. Twitter - Sidang Setya Novanto, #KalauAkuJadiHakim ramai digunakan warganet.
  • 16:37 WIB. Afrika - Arab Saudi gelontorkan dana Rp1,5 triliun guna perangi teroris di Afrika.

Rilis Indo Barometer, Jokowi Masih Terdepan

Foto Berita Rilis Indo Barometer, Jokowi Masih Terdepan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Survei Indo Barometer terbaru menunjukan Joko Widodo (Jokowi) masih unggul dengan memiliki tingkat kepercayaan dan keterpilihan yang tertinggi untuk dipilih menjadi presiden dibanding nama-nama lainnya.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodhari saat rilis survei di Jakarta, Minggu (3/12/2017), mengatakan, dalam survei yang digelar pada pada 15-23 November 2017 di seluruh Provinsi di Indonesia yang meliputi 34 Provinsi, Jokowi masih teratas.

Survei mendapati, pilihan calon presiden berdasarkan pertanyaan terbuka dalam survei dengan sampel sebanyak 1.200 responden tersebut, Jokowi meraih 34,9 persen, menyusul Prabowo Subianto 12,1 persen, Anies Baswedan 3,6 persen, Basuki Tjahaja Purnama 3,3 persen, Gatot Nurmantyo 3,2 persen, Ridwan Kamil 2,8 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 2,5 persen.

Sementara untuk pilihan calon presiden dengan 6 nama Joko Widodo meraih 44,9 peraen, Prabowo Subianto 13,8 persen, Anies Baswedan 6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,5 persen, Gatot Nurmantyo 3,2 persen dan Jusuf Kalla 1 persen. Sedangkan sisanya tidak memilih.

Sementara berdasarkan 4 variasi simulasi 2 nama, pilihan calon presiden didapati Joko Widodo 50,9 persen versus Prabowo Subianto 20,8 persen. Sedangkan responden yang menjawab rahasia, belum memutuskan, tidak akan memilih, tidak tahu dan tidak jawab 28,3 persen.

Joko Widodo 47 persen versus Anies Baswedan 20,5 persen. Sedangkan responden yang menjawab rahasia, belum memutuskan, tidak akan memilih, tidak tahu dan tidak jawab 32,6 persen.

Joko Widodo 46,9 persen versus Gatot Nurmantyo 18,8 persen. Sedangkan responden yang menjawab rahasia, belum memutuskan, tidak akan memilih, tidak tahu dan tidak jawab 34,4 persen.

Joko Widodo 50,3 persen versus Agus Harimurti Yudhoyono 17,3 persen. Sedangkan responden yang menjawab rahasia, belum memutuskan, tidak akan memilih, tidak tahu dan tidak jawab 32,4 persen.

Qodhari mengatakan, Jokowi memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya dalam survei didapati Joko Widodo paling dikenal dan paling disukai. Tingkat pengenalannya mencapai 98,9 persen dan tingkat kesukaan 98,2 persen.

Joko Widodo juga paling sesuai dengan selera (alasan) publik dalam memilih calon presiden. Menurut survei Terdapat lima alasan utama publik memilih calon presiden yaitu tegas 19,7 persen, merakyat 10,6 persen, kerja nyata 7,8 persen, orangnya baik 6,8 persen, ramah dan bijak 5,7 persen.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut, Jokowi menduduki peringkat pertama. Jokowi dinilai 41,1 persen responden, disusul Prabowo Subianto 37,3 persen dan Gatot Nurmantyo 11 persen. Jokowi dinilai merakyat 98,4 persen, kerja nyata Joko Widodo meraih 100 persen, ramah dan bijak Joko Widodo meraih 94,1 persen disusul Anies Baswedan 5,9 persen.

Sementara tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Joko Widodo sebagai presiden cukup tinggi 67,2 persen, sedangkan yang tidak puas 28,5 persen. Tidak tahu/tidak jawab 4,3 persen.

"Jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, tren tingkat kepuasan publik terhadap Joko Widodo semakin meningkat sejak survei nasional pada Maret 2015 - November 2017. Sempat melemah hanya pada September 2015," tuturnya.

Ia mengatakan, lima alasan utama publik puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah meningkatnya pembangunan, dekat dengan rakyat kecil, sesuai dengan janji kampanye, bantuan pendidikan, dan memberikan bantuan bagi masyarakat miskin.

Sementara lima alasan utama publik tidak puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah pengangguran masih banyak, terlalu banyak pencitraan, pembangunan belum merata, kurang berwibawa, dan penegakan hukum belum adil.

Dalam survei tetsebut juga didapati mayoritas publik 61,8 persen menginginkan Joko Widodo kembali menjadi presiden untuk periode 2019-2024, yang tidak menginginkan kembali 23,6 persen tidak tahu/tidak jawab 14,7 persen.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, melihat hasil survei selama ini, pihaknya optimistis rakyat masih berharap kepada Prabowo Subianto. Hal ini terlihat nama Prabowo yang terus-menerus membayangi Jokowi.

"Sekarang Pak Prabowo belum apa-apa saja surveinya masih tinggi, dan menurut saya peluangnya makin besar, saya harap ini juga menjadi indikator," katanya dalam rilis survei tersebut.

Tag: Indo Barometer, Joko Widodo (Jokowi), pilpres - pemilihan presiden

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/POOL

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,635.27 3,598.91
British Pound GBP 1.00 18,302.30 18,117.02
China Yuan CNY 1.00 2,064.57 2,043.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,633.00 13,497.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,457.87 10,352.20
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,745.98 1,728.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,120.26 10,018.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,138.75 15,973.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,348.81 3,312.15
Yen Jepang JPY 100.00 12,099.94 11,977.11

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6113.653 59.049 567
2 Agriculture 1609.453 11.212 19
3 Mining 1563.116 5.334 43
4 Basic Industry and Chemicals 675.790 19.287 69
5 Miscellanous Industry 1384.457 33.586 43
6 Consumer Goods 2680.647 15.766 45
7 Cons., Property & Real Estate 482.574 7.638 66
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1147.757 11.238 60
9 Finance 1086.258 4.368 89
10 Trade & Service 902.884 9.925 133
No Code Prev Close Change %
1 DWGL 254 316 62 24.41
2 VOKS 214 266 52 24.30
3 NIKL 3,750 4,380 630 16.80
4 FIRE 1,150 1,340 190 16.52
5 INAF 3,890 4,470 580 14.91
6 HERO 880 1,000 120 13.64
7 ADMG 224 254 30 13.39
8 AISA 426 480 54 12.68
9 JGLE 87 98 11 12.64
10 TRUS 139 155 16 11.51
No Code Prev Close Change %
1 KONI 306 244 -62 -20.26
2 GOLD 630 505 -125 -19.84
3 BMSR 224 190 -34 -15.18
4 CANI 294 250 -44 -14.97
5 ESTI 83 73 -10 -12.05
6 MFMI 720 650 -70 -9.72
7 ATIC 830 750 -80 -9.64
8 VICO 236 216 -20 -8.47
9 ALTO 426 390 -36 -8.45
10 ECII 745 685 -60 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 354 -18 -4.84
2 BUMI 252 272 20 7.94
3 AISA 426 480 54 12.68
4 PBRX 494 498 4 0.81
5 BMTR 550 575 25 4.55
6 WIKA 1,505 1,575 70 4.65
7 BBRI 3,450 3,460 10 0.29
8 SIMA 212 204 -8 -3.77
9 TLKM 4,200 4,250 50 1.19
10 UNTR 33,100 33,375 275 0.83