Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:34 WIB. First Media - Saham First Media makin memerah 19,56% atau 88 poin ke level Rp362.
  • 09:18 WIB. Bakrieland - Kembangkan proyek properti di Bogor dan Sidoarjo, Bakrieland anggarkan belanja modal hingga Rp300 miliar. 
  • 09:17 WIB. IHSG- Awal perdagangan sesi I, IHSG dibuka memerah di level Rp5,942.20. 
  • 06:07 WIB. Garuda - Garuda akan memaksimalkan operasi Sriwijaya Air yang berada di bawah payung perjanjian KSO selama 5 tahun.
  • 06:06 WIB. BNI - BNI menargetkan pertumbuhan kredit korporasi dapat mencapai dua digit pada akhir tahun ini.
  • 06:05 WIB. INKA - Kereta INKA meluncur ke mancanegara.
  • 06:04 WIB. PLN - PLN kembali mengajukan price cap gas bumi untuk pembangkit listrik menjadi US$6 per MMBtu.
  • 06:02 WIB. BNI - Hingga kuartal III-2018, penempatan dana pada surat berharga BNI masih tumbuh sebesar 13% yoy.
  • 06:01 WIB. Perumnas - Perumnas tengah mengembangkan tiga proyek apartemen di kawasan stasiun KRL dengan total 6.741 unit.
  • 06:00 WIB. Pegadaian - Pegadaian masih tetap mendominasi industri gadai dengan nilai outstanding sebanyak Rp39,8 triliun.
  • 05:58 WIB. Mandiri Syariah - Mandiri Syariah membidik peningkatan pembiayaan kepada segmen konsumer.
  • 05:57 WIB. Mandiri - Mandiri mencatatkan penyerapan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap III tahun 2018 dengan hasil bersih sebesar Rp2,99 triliun.
  • 05:56 WIB. BRIS - Bank BRI Syariah meluncurkan lima produk berbasis digital.
  • 05:54 WIB. BRI - Pertumbuhan dana BRI di surat berharga tumbuh 12,68% yoy.
  • 05:54 WIB. BRI - BRI mencatatkan penempatan dana di surat berharga sebesar 14% yakni Rp 151 triliun.

Tumbuh Double Digit, Kredit UMKM di Sulsel Tembus Rp36,5 Triliun

Foto Berita Tumbuh Double Digit, Kredit UMKM di Sulsel Tembus Rp36,5 Triliun
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi Keuangan Daerah OJK Region 6 Sulawesi Maluku dan Papua, Andi Muhammad Yusuf, mengungkapkan penyaluran kredit UMKM di Sulsel mencatat pertumbuhan positif. Laju pertumbuhannya bahkan mencapai double digit hingga periode Oktober 2017. Total realisaisi penyaluran kredit UMKM di Sulsel menembus Rp36,54 triliun. 
 
"Penyaluran kredit kepada UMKM di Sulsel berhasil mencatat pertumbuhan double digit sebesar 11,63 persen (yoy) dengan nominal Rp36,54 triliun," kata Yusuf, Minggu, (10/12/2017).
 
Berdasarkan data OJK, kontribusi kredit UMKM terhadap total kredit pun cukup signifikan mencapai 32,54 persen. Adapun total penyaluran kredit hingga Oktober 2017 mencapai Rp112,28 triliun. Jumlah rekening dari realisasi penyaluran kredit menyentuh angka 1 juta, dimana separuh di antaranya dialokasikan untuk kredit UMKM.
 
Yusuf melanjutkan pertumbuhan double digit yang dicatat kredit UMKM dipengaruhi melesatnya kredit mikro dan menengah. Dua ragam kredit ditilik dari usaha itu pun mencatatkan pertumbuhan double digit, masing-masing sebesar 14,87 persen dan 12,28 persen. Adapun kredit kecil hanya bertumbuh 8,68 persen.
 
Meski pertumbuhannya paling kecil, nominal kredit kecil tercatat paling besar mencapai Rp13,63 triliun. Disusul kredit menengah Rp12,39 triliun dan kredit mikro Rp10,5 triliun. "Untuk growth rekening, kredit mikro dan kecil mengalami pertumbuhan 13,13 persen dan 4,8 persen. Sedangkan kredit menengah mengalami kontraksi -5,7 persen," tutur Yusuf.
 
Lebih jauh, Yusuf mengatakan pertumbuhan penyaluran kredit UMKM di Sulsel semakin menggembirakan lantaran NPL-nya tercatat menurun. Kredit bermasalah untuk UMKM pada Oktober 2017 mengalami penurunan dari 3,84 persen menjadi 3,80 persen. "Meski begitu harus tetap jadi catatan karena NPL kredit UMKM masih lebih tinggi dari NPL total kredit sebesar 2,55 persen," ujarnya. 
 
Makassar, Yusuf melanjutkan menjadi daerah dengan kredit bermasalah tertinggi. OJK mencatat NPL kredit di Kota Daeng mencapai 3,29 persen dengan nominal Rp2,31 triliun. Disusul Parepare dengan 2,69 persen (Rp154,32 miliar), Bone dengan 2,67 persen (Rp71,55 miliar), Wajo dengan 2,29 persen (Rp54,72 miliar) dan Bulukumba dengan 1,90 persen (Rp35,93 miliar). 

Tag: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Andi Muhammad Yusuf

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10