Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:44 WIB. XL Axiata - XL Axiata mulai operasikan jaringan USO yang tersebar di 40 lokasi di 4 provinsi.
  • 21:40 WIB. Kominfo - Kominfo targetkan 5.000 BTS di daerah terpencil.
  • 19:35 WIB. Uang Virtual - Pemerintah sepakat larang total penggunaan uang virtual.
  • 19:34 WIB. Jim Mattis - Bertemu dengan Presiden Jokowi, Menhan AS, Jim Mattis diskusi soal Korea Utara.
  • 19:33 WIB. Kopassus - Indonesia minta Menhan AS cabut sanksi terhadap Kopassus.
  • 19:32 WIB. Qatar - Otoritas Qatar dukung operasi militer Turki di Afrin, Suriah.
  • 19:30 WIB. Yerusalem - Mike Pence: Kedubes AS pindah ke Yerusalem pada akhir 2019.
  • 19:30 WIB. Palestina - Uni Eropa dukung Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
  • 19:28 WIB. Rudal - Iran: program rudal balistik tidak untuk dinegosiasikan.
  • 19:27 WIB. Turki - Uni Eropa khawatirkan operasi baru Turki di Afrin, Suriah.
  • 19:26 WIB. Maritim - Jim Mattis: AS ingin bantu Indonesia perkuat keamanan maritim Asia-Pasifik.
  • 19:25 WIB. Suriah - Turki: kami tidak cari ribut di Suriah, kami hanya pertahankan diri.
  • 17:26 WIB. PT Garuda - Serikat Pekerja PT Garuda menilai penambahan direksi tidak efisien.
  • 17:12 WIB. PLN - PLN catat transaksi jual beli dalam proyek EBT capai 1.210,68 MW hingga akhir 2017. 
  • 17:07 WIB. AP II - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan serahkan hak pengelolaan kepada PT AP II di tujuh Bandara UPBU.

Bertemu PM Jepang, Luhut Beberkan Potensi Indonesia

Foto Berita Bertemu PM Jepang, Luhut Beberkan Potensi Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Menjelang perayaan 60 tahun hubungan bilateral antara Jepang dan Indonesia pada Januari 2018, Menko Luhut bertemu Perdana Menteri Shinzo Abe di Tokyo. Dalam kunjungan kali ini, Menko Luhut membawa misi menjaga persahabatan kedua negara.

Pertemuan bilateral di The Cabinet Office itu kemudian berlanjut dengan pembahasan proyek kerja sama 2 negara. Dia menyebutkan PM Abe mendukung berbagai proyek Jepang-Indonesia khususnya mengenai pengerjaan jalur kereta api Jakarta- Surabaya. 

“Kita segera jalan semua. Seperti misalnya kereta api cepat itu kita segera studinya kalau selesai bulan maret 2018 ya kita akan jalan,” papar Menko Luhut dalam keterangan resminya di Bandung, Kamis (14/12/2017).

Menurut Luhut sejauh ini masih menunggu hasil studi yang membandingkan antara penggunaan rel kereta api dengan lebar trek standar (1.435 mm) atau narrow gauge (di bawah 1.435 mm) dengan pembiayaan yang efisien. Menko meminta pendanaan tersebut jangan sampai lebih murah dari Jepang. Selain itu, tidak boleh membebani keuangan negara, meskipun Jepang pernah berjasa pada Indonesia di masa lalu.

“Jadi jangan sampai nanti ada orang lain (selain Jepang-red) bisa mendanai lebih murah, tapi kita tetap ambil Jepang. Jangan sampai pembengkakan hutang berlebihan yang tidak jelas pengembaliannya. Indonesia sekarang tuh sudah berbeda dengan dulu, tidak bisa asal berhutang saja. Kita betul-betul hitung dengan cermat,” papar Luhut.

Sejarah hubungan kedua negara terus berlanjut, hingga saat ini berbagai proyek kerja sama Jepang ada di Indonesia. Pemerintah Jepang mendorong berjalannya pengembangan pelabuhan Patimban, jalan tol Trans Sumatra, juga investasi sektor energi seperti distribusi gas ke Indonesia timur, listrik, dan sektor migas.

Termasuk proyek pembangunan blok Mahakam, Jepang juga dorong segera masuknya Inpex lagi ke dalam karena sekarang bulan Desember itu kan 100% owned by Pertamina. Sedangkang, eksplorasi blok Masela Jepang juga mendorong supaya segera jalan.

“Jadi kalau saya lihat sih sudah banyak sekali proyek yang akan masuk ke Indonesia,” urai Menko Luhut bahwa 

Pertemuan itu juga membahas  mengenai kerja sama pengamanan maritim. Coast guard yang bekerja sama dengan Bakamla RI. Pemerintah Jepang memberikan dukungan teknologi dengan menawarkan satelitnya sebanyak 7 unit sehingga bisa mencakup seluruh wilayah ASEAN. Jepang jua akan berinvestasi di Sabang dan Halmahera Selatan untuk budidaya ikan dan juga untuk pariwisata di Morotai.

“Jadi kerja sama itu nanti akan membantu Bakamla kita untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan pencurian ikan di Indonesia dan penindakannya lebih cepat,” ungkap Menko.

Selain mendorong kerja sama, kehadiran Menko Luhut di Jepang juga dalam rangka menyelesaikan beberapa masalah investasi. Salah satunya adalah masalah keterlambatan bayar kepada perusahaan Jepang dalam pengerjaan proyek MRT Jakarta. 

“Saya cek tadi Pak Ardan Kepala BPKP, ternyata diperiksa lagi ada masalah mekanisme yang kurang pas yang sedang juga diperbaiki. Tadi sudah diselesaikan, sudah beres, dan Jepang senang sekali,” tutur Menko Luhut.

Sebagai solusi bekelanjutan terhadap masalah investasi seperti itu, Menko Luhut menyampaikan mekanisme penyelesaian yang sudah mulai berjalan melalui The Jakarta-Japan Club. Forum ini diinisiasi oleh Menko Luhut sebagai pertemuan berkala antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan-perusahaan Jepang di kantor Kemenko Maritim, Jakarta. 

“Dan saya janji kepada PM Abe untuk sekali dalam 2 atau 3 bulan, Jakarta-Japan Club akan bertemu dengan kita (pemeritah Indonesia-red) untuk mendengarkan keluhan-keluhan mereka kalau ada,” janji Menko 

Solusi seperti ini belum pernah dilakukan di Indonesia. Bahkan untuk membuat semakin terintegrasi dan holistik dalam menyelesaikan masalah, The Jakarta-Japan Club selama ini telah didukung dengan suatu kelompok kerja khusus (pokja).

“Mereka (Jepang-red) enggak tahu bahwa ada Tim Pokja 4 itu yang menangani seperti ini, maka itu kita kenalin sehingga dengan demikian makin cepat diselesaikan masalah itu kan makin baik,” papar Menko Luhut mengenai keterlibatan tim khusus yang beranggotakan hampir semua perwakilan dari kementerian dan penegak hukum. Jadi kata kunci itu terintegrasi dan holistik penyelesaiannya,” pungkasnya.

Tag: Indonesia-Jepang, Shinzo Abe, Luhut Binsar Pandjaitan

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Menko Maritim

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,568.95 3,533.13
British Pound GBP 1.00 18,722.94 18,528.87
China Yuan CNY 1.00 2,091.11 2,070.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,385.00 13,251.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,708.00 10,598.15
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,711.86 1,694.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,150.92 10,045.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,407.33 16,239.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.45 3,371.76
Yen Jepang JPY 100.00 12,068.34 11,944.29

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6635.334 134.805 571
2 Agriculture 1645.172 10.439 19
3 Mining 1930.280 36.145 43
4 Basic Industry and Chemicals 715.112 8.436 69
5 Miscellanous Industry 1416.317 39.480 43
6 Consumer Goods 3029.913 100.364 47
7 Cons., Property & Real Estate 516.398 2.778 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1186.980 7.058 62
9 Finance 1176.152 26.608 90
10 Trade & Service 955.975 13.414 133
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 79 106 27 34.18
2 GTBO 264 330 66 25.00
3 AHAP 160 194 34 21.25
4 SONA 2,800 3,350 550 19.64
5 HRUM 2,700 3,130 430 15.93
6 BRNA 1,200 1,380 180 15.00
7 LPPS 101 115 14 13.86
8 OKAS 348 384 36 10.34
9 PTRO 2,180 2,390 210 9.63
10 GMFI 350 382 32 9.14
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 498 436 -62 -12.45
2 AMIN 414 374 -40 -9.66
3 FINN 177 163 -14 -7.91
4 JRPT 865 800 -65 -7.51
5 NELY 124 115 -9 -7.26
6 DWGL 496 462 -34 -6.85
7 GOLD 525 490 -35 -6.67
8 IKAI 126 118 -8 -6.35
9 AMFG 6,050 5,700 -350 -5.79
10 TFCO 720 680 -40 -5.56
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,470 2,690 220 8.91
2 TLKM 4,130 4,090 -40 -0.97
3 BBRI 3,650 3,920 270 7.40
4 BMTR 665 665 0 0.00
5 BUMI 298 298 0 0.00
6 DOID 990 1,050 60 6.06
7 TRAM 254 264 10 3.94
8 HRUM 2,700 3,130 430 15.93
9 ADRO 2,310 2,420 110 4.76
10 KREN 550 550 0 0.00

Recommended Reading

Selasa, 23/01/2018 20:22 WIB

Begini Gedung BEI Pasca Insiden

Selasa, 23/01/2018 18:17 WIB

JK: LGBT Tak Akan Legal di Indonesia

Selasa, 23/01/2018 16:28 WIB

BI: Dampak Shutdown AS Bersifat Sementara

Selasa, 23/01/2018 13:09 WIB

Jokowi: TNI dan Polri Terima Kasih