Portal Berita Ekonomi Kamis, 18 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:44 WIB. BNI - BNI akan salurkan bansos PKH dan BPNT pada 2018.
  • 19:38 WIB. BNI - BNI laporkan NPL pada tahun 2017 sebesar 2,3 persen.
  • 19:35 WIB. PT PP - PT PP Presisi raih kontrak baru senilai Rp5,9 triliun sepanjang 2017. 
  • 19:32 WIB. BNI - BNI bakal terbitkan convertible bonds guna antisipasi kebutuhan infrastruktur. 
  • 19:25 WIB. Pertamina - Pertamina akan teken ekspor LNG ke Bangladesh dan Pakistan selama 10 tahun.

November 2017, Surplus Neraca Perdagangan Semakin Tipis

Foto Berita November 2017, Surplus Neraca Perdagangan Semakin Tipis
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Neraca perdagangan Indonesia pada November 2017 kembali mencatat surplus, ditopang oleh surplus neraca perdagangan nonmigas. Bank Indonesia (BI) menyatakan surplus neraca perdagangan November 2017 tercatat 0,13 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan surplus Oktober 2017 sebesar 1,00 miliar dolar AS.

"Surplus yang lebih rendah tersebut dipengaruhi oleh turunnya surplus neraca perdagangan nonmigas dan naiknya defisit neraca perdagangan migas," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman di Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Namun demikian, secara kumulatif Januari-November 2017, surplus neraca perdagangan tercatat 12,02 miliar dolar AS, jauh lebih besar dibandingkan dengan surplus pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 8,48 miliar dolar AS.

Neraca perdagangan nonmigas pada November 2017 mencatat surplus 1,09 miliar dolar AS. Surplus tersebut ditopang oleh ekspor nonmigas sebesar 14,01 miliar dolar AS atau meningkat 0,25 miliar dolar AS dari bulan sebelumnya.

"Peningkatan ekspor nonmigas terutama didorong oleh naiknya ekspor lemak dan minyak hewani/nabati, perhiasan/permata, alas kaki, barang rajutan, serta besi dan baja," ucap Agusman.

Di sisi lain, impor nonmigas mencatat kenaikan yang lebih besar yakni 0,89 miliar dolar AS (mtm) menjadi 12,92 miliar dolar AS pada periode yang sama. Peningkatan impor nonmigas terutama disebabkan oleh naiknya impor mesin dan pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik, kendaraan dan bagiannya, perangkat optik, serta kapal terbang dan bagiannya.

"Peningkatan impor nonmigas yang lebih tinggi dari peningkatan ekspor nonmigas menyebabkan surplus neraca perdagangan nonmigas pada November 2017 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni menjadi 1,09 miliar dolar AS," kata Agusman.

Dengan perkembangan tersebut, surplus neraca perdagangan nonmigas secara kumulatif Januari-November 2017 mencapai 19,58 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 13,67 miliar dolar AS.

Sementara neraca perdagangan migas mencatat defisit sebesar 0,96 miliar dolar AS pada November 2017. Defisit tersebut lebih besar dibanding defisit pada Oktober 2017 yang sebesar 0,73 miliar dolar AS. Meningkatnya defisit neraca perdagangan migas tersebut didorong oleh peningkatan impor migas sebesar 0,03 miliar dolar AS (mtm) yang disertai penurunan ekspor migas sebesar 0,21 miliar dolar AS (mtm).

"Secara kumulatif, defisit neraca perdagangan migas sepanjang periode Januari-November 2017 tercatat 7,56 miliar dolar AS, lebih besar dibandingkan dengan defisit pada periode yang sama tahun 2016 yang sebesar 5,18 miliar dolar AS," tutur dia.

BI memandang bahwa kinerja neraca perdagangan pada November 2017 positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan. Ke depan, kinerja neraca perdagangan diperkirakan terus membaik seiring dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi dunia dan tetap tingginya harga komoditas global. Perkembangan tersebut akan mendukung perbaikan prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja transaksi berjalan.

Tag: Bank Indonesia (BI), neraca perdagangan

Penulis/Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,570.29 3,534.46
British Pound GBP 1.00 18,486.23 18,299.91
China Yuan CNY 1.00 2,081.29 2,060.46
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,390.00 13,256.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,691.92 10,578.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,711.49 1,694.34
Dolar Singapura SGD 1.00 10,142.40 10,039.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,442.92 16,277.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,394.17 3,355.95
Yen Jepang JPY 100.00 12,107.79 11,985.53

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6444.518 14.826 571
2 Agriculture 1629.888 6.724 19
3 Mining 1822.952 12.500 43
4 Basic Industry and Chemicals 710.874 15.319 69
5 Miscellanous Industry 1364.759 -2.133 43
6 Consumer Goods 2852.113 -8.299 47
7 Cons., Property & Real Estate 516.903 2.095 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1189.925 12.140 62
9 Finance 1146.811 -4.432 90
10 Trade & Service 933.250 6.105 133
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 1,880 2,360 480 25.53
2 LCKM 312 390 78 25.00
3 BSIM 670 835 165 24.63
4 PCAR 1,060 1,260 200 18.87
5 CASA 236 280 44 18.64
6 INCF 194 220 26 13.40
7 AKSI 336 378 42 12.50
8 IKAI 118 132 14 11.86
9 ITMA 615 685 70 11.38
10 SMDR 454 505 51 11.23
No Code Prev Close Change %
1 FORU 248 194 -54 -21.77
2 RBMS 264 224 -40 -15.15
3 LPPS 110 97 -13 -11.82
4 BMAS 382 346 -36 -9.42
5 MBTO 161 147 -14 -8.70
6 BPFI 660 610 -50 -7.58
7 LPLI 183 170 -13 -7.10
8 BKDP 87 81 -6 -6.90
9 HDTX 344 324 -20 -5.81
10 PORT 360 340 -20 -5.56
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 1,880 2,360 480 25.53
2 LMAS 64 62 -2 -3.12
3 IKAI 118 132 14 11.86
4 BMTR 685 675 -10 -1.46
5 WIKA 1,940 2,050 110 5.67
6 ZINC 1,695 1,700 5 0.29
7 TLKM 4,210 4,200 -10 -0.24
8 ANTM 705 730 25 3.55
9 PBRX 496 505 9 1.81
10 BUMI 284 284 0 0.00