Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:14 WIB. CPNS - Gubernur Kalbar pastikan penerimaan CPNS transparan.
  • 10:13 WIB. Sandiaga - Ia prihatin dengan pembunuhan jurnalis Washington Post.
  • 10:12 WIB. BMKG - Awas angin kencang dan gelombang tinggi di Pelabuhan Krui.
  • 10:09 WIB. Trump - AS akan mundur dari perjanjian nuklir dengan Rusia.
  • 10:09 WIB. Tri Rismaharini - Awasi anak-anak dari predator.
  • 05:19 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 0 vs 2 Watford
  • 05:18 WIB. EPL - West Ham United 0 vs 1 Tottenham Hotspur
  • 05:17 WIB. EPL - Newcastle United 0 vs 1 Brighton & Hove Albion
  • 05:15 WIB. EPL - Manchester City 5 vs 0 Burnley
  • 05:10 WIB. EPL - Huddersfield Town 0 vs 1 Liverpool
  • 05:02 WIB. EPL - Cardiff City 4 vs 2 Fulham
  • 05:01 WIB. EPL - AFC Bournemouth 0 vs 0 Southampton
  • 05:00 WIB. EPL - Chelsea 2 vs 2 Manchester United

DPRD Bandar Lampung Minta Pendataan Pedagang Pasar SMEP Dipercepat

Foto Berita DPRD Bandar Lampung Minta Pendataan Pedagang Pasar SMEP Dipercepat
Warta Ekonomi.co.id, Bandar Lampung -

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Grefeldi Mamesa menyatakan proses pendataan pedagang Pasar SMEP yang telah menyetor uang ke PT. Prabu Artha Makmur dipercepat agar cepat mendapat kejelasan.

"Pendataan uang yang sudah terserap pengembang lama yaitu PT. Prabu Artha Makmur dilakukan untuk mencari solusi terbaik," kata dia di Bandar Lampung, Minggu (17/12/2017).

Dia mengatakan, pemerintah kota tidak akan mungkin melakukan pergantian uang pedagang yang telah disetorkan ke pengembang lama. Pendataan uang yang telah disetor ini akan diberikan kepada pengembang baru sekaligus kesiapan mengganti uang yang sudah ke luar dari pedagang ke pengembang pertama.

"Kami mendorong agar ini terselesaikan dengan baik data ini akan diberikan ke pengembang baru, sekaligus kesiapan mengganti uang yang sudah ke luar dari pedagang ke pengembang pertama," kata dia.

Ia melanjutkan, pemerintah kota harus memediasi memberikan fasilitas kebijakan untuk mempermudah pembangunan tersebut.

Menurutnya, pemerintah kota tidak akan melakukan pergantian uang karena saat ini tidak memiliki anggaran yang cukup. "Pemkot gak bisa ganti, uangnya dari main dan selain itu terbentur aturan karena itu ranahnya pihak ketiga," kata dia.

Ia menegaskan, siap mendukung pemerintah kota untuk kembali membangun Pasar SMEP di tahun 2018.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Wiyadi mengatakan pemkot harus mempercepat proses pendataan dan lelang kembali pembangunan Pasar SMEP yang terhenti pembangunannmya terhitung sudah empat tahun.

"Harus kembali dipercepat pembangunannya. Sebab ini sudah keinginan pedagang supaya mempercepat prosesnya dan harus tetap mengacu perundang-undangan," kata dia.

Ia menegaskan, poresnya mulai dari lelang dan langkah dengan pihak ketiga jangan sampai merugikan pedagang. Ia melanjutkan, proses dan metode pengembalian uang para pedagang yang sudah ditarik pengembang lama, dirinya belum mengetahui informasi terkini.

"Saya belum tahu prosesnya seperti apa, yang jelas pedagang inikan minta kiosnya supaya cepat terbangun dan pemerintah kota bisa membantu mempercepat proses itu," kata dia. (FNH/Ant)

Tag: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Grefeldi Mamesa, Bandar Lampung, Wiyadi

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Khairunnisak Lubis

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46