PLTP Baturaden Masuki Fase Persiapan Pengeboran Sumur

PLTP Baturaden Masuki Fase Persiapan Pengeboran Sumur Foto: PLTPB

Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Baturaden saat ini telah memasuki fase persiapan untuk pelaksanaan pengeboran sumur eksplorasi di Wellpad H (Sumur SMT-01). Pengeboran ini direncanakan akan dilaksanakan pada minggu kedua Desember 2017.

PLTP Baturaden ini akan memiliki kapaistas sebesar 220 MW dan ditargetkan Commercial Operation Date (COD) pada 2022 dan 2024.

"Proyek ini adalah salah satu proyek strategi nasional untuk wujudkan ketahanan energi nasional," ujar Direktur Panas Bumi Yunus Saefulhak beberapa waktu lalu.

Total investasi yang dibutuhkan dalam pengembangam PLTP Batutaden ini sebesar USD900 juta, dimana untuk tahap eksplorasi membutuhkan dana sekitar USD75 juta.

Sementara itu, terkait dengam kekeruhan air sungai Prukut, PT Sejahtera Alam Energi (SAE) selaku pengelola PLTP ini telah melakukan penanganan di sisi hulu di antaranya mengurangi kegiatan cut?and fill di lokasi proyek dan peningkatan proteksi seperti pembuatan kolam pengendapan, filterisasi, sistem drainase yang baik sehingga aliran sungai Prukut kembali menjadi jernih. Sementara di sisi hilir telah dilakukan koordinasi dan upaya-upaya penanganan terkait dengan keruhnya air sungai Prukut tersebut.

Berkaitan dengan keruhnya air sungai Prukut, PT SAE sedang melakukan upaya-upaya penanggulangan, antara lain

1. melakukan penanganan penyebab keruhnya air Sungai Prukut dari sisi hulu,

2. melakukan pembersihan jaringan pipa akibat tersumbat lumpur,

3. melakukan pembayaran ganti rugi akibat tidak beroperasinya suplai air yang dikelola oleh Pansimas

4. memperbaiki sistem jaringan perpipaan yang terdampak dan mengganti meteran yang rusak,

5. menyediakan air bersih kepada masyarakat yang terdampak dengan menggunakan truk tangki air, serta

6. membuat bak penampungan air bersih untuk mengantisipasi apabila terjadi kekeruhan air sungai kembali. (FNH/Ant)

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini