Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:52 WIB. META - Nusantara Infrastructure menganggarkan capex sekitar Rp400 miliar untuk mendukung ekpansi bisnis energi.
  • 21:51 WIB. META - Nusantara Infrastructure menargetkan bisa memiliki konsesi pembangkit listrik dengan kapasitas 300 MW.
  • 21:50 WIB. Hino Motors - Hino Motors menargetkan bisa mencapai penjualan 23.050 unit medium duty truck pada 2018.
  • 21:47 WIB. Modalku - Mitrausaha Indonesia Grup menargetkan penyaluran pembiayaan Rp1 triliun pada semester I-2018.
  • 21:46 WIB. Barata - Barata Indonesia mengincar proyek revitalisasi pabrik gula Gempolkrep milik PTPN X senilai Rp800 miliar.
  • 21:44 WIB. PORT - Nusantara Pelabuhan Handal meraih restu dari pemegang saham untuk melakukan rights issue.
  • 21:43 WIB. MTDL - Metrodata Electronics menargetkan laba bersih mencapai Rp272,1 miliar pada 2018.
  • 21:36 WIB. MTDL - Metrodata Electronics mempersiapkan belanja modal sebesar Rp265 miliar pada tahun ini.
  • 21:35 WIB. MTDL - Metrodata Electronics membidik tambahan pendapatan dari lini penyewaan gedung di Cibitung dan Surabaya.
  • 21:33 WIB. Pangan - Kementerian Pertanian mengklaim harga kebutuhan bahan pangan relatif stabil sepanjang Lebaran 2018.
  • 21:33 WIB. Baja - IISIA mengaku sedikit khawatir dengan potensi berlimpahnya besi baja asal China.
  • 21:32 WIB. Kedelai - Asosiasi Kedelai Indonesia mengklaim tidak tergiur untuk mengimpor lebih banyak kedelai dari AS.
  • 20:01 WIB. Politik - Gerindra akan bahas nama Chairul Tanjung dengan PKS dan PAN.
  • 19:59 WIB. Politik - Golkar ingatkan Iriawan untuk netral di Pilkada Jabar.
  • 19:57 WIB. Transportasi - Polda Metro: Angka kecelakaan saat operasi ketupat 2018 turun drastis.

Gegap Gempita Aksi Bela Palestina (2/2)

Foto Berita Gegap Gempita Aksi Bela Palestina (2/2)
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Masyarakat di Tanah Air tentu masih ingat bahwa ketika Presiden Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya pada tanggal 21 Mei tahun 1998, praktis sama sekali tidak ada unjuk rasa atau demonstrasi yang khususnya dilakukan oleh rakyat terutama ummat Islam di Tanah Air.

Sebelum presiden Republik Indonesia itu turun dari tahta "kerajaanya" setelah berkuasa 32 tahun memang ada kerusuhan di Jakarta namun pada saat itu yang ada hanyalah demo-demo secara terbatas khususnya di jalan- jalan utama saja. Wakil Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie kemudian ditunjuk oleh Soeharto sebagai penggantinya.

Sejak saat itu, maka era reformasi mengenalkan masyarakat untuk bebas berdemonstrasi dalam kerangka tetap tertib, sopan dan tak mengganggu ketertiban umum. Karena itu mulai lahir berbagai partai politik, organisasi kemasyarakatan alias ormas yang bebas menunjukkan ekspresi mereka.

Jika dahulu, kalau ingin berunjuk rasa harus minta izin kepada Kepolisian Republik Indonesia maka kini cukup menyampaikan surat pemberitahuan kepada polda atau polres setempat. Karena kini ummat Islam Indonesia semakin menikmati pendidikan yang lebih baik maka akhirnya tingkat pengetahuan mereka terus membaik mulai dari masalah politik, ekonomi, kesejahteraan hingga pertahanan dan keamanan.

Ummat Islam di sini mendapat pelajaran, pengetahuan dari sekolah mulai sekolah umum seperti SD, SMP, SMA hingga SMK serta dari tokoh-tokoh agama mulai dari ustadz, kiai, habaib seperti Abdulah Gymnasiar alias Aam Gym.

Yusuf Mansur dan lain-lain di masjid ataupun mushalla. Para tokoh muda Islam itu mulai memberikan pengajaran bahkan pendidikan mulai dari masalah agama Islam sendiri misalnya tentang surat-surat di kitab suci Al Quran, ajaran Nabi Muhammad SAW atau hadist. Selain itu juga ada tokoh-tokoh senior seperti Quraish Shihab, serta Ma'ruf Amin.

Tentu saja dengan belajar atau menimba ilmu agama dan ilmu-ilmu umum itu sepantasnyalah jika otak orang-orang Islam kian terisi dengan ilmu yang benar-benar ilmu dan bukannya "ajaran sesat".

Karena itu, sangatlah tidak mengherankan apabila aksi-aksi unjuk rasa semakin berbobot sehingga tak lagi menjadi "aksi sekadar aksi" untuk unjuk rasa atau unjuk kekuatan. Maka tentu saja kepada seluruh ummat Islam sangat diharapkan agar dengan bekal ilmu agama dan ilmu umum maka apa pun tujuan unjuk rasa atau demonstrasi itu akan semakin baik dan tertib serta bukan "unjuk kekuatan" apalagi pemerintahan yang sekarang ini yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla adalah benar-benar hasil pemilihan presiden alias pilpres yang makin bersih.

Kalau misalnya ummat Islam ingin berunjuk rasa di depan sebuah kedutaan besar sebuah negara sahabat atau organisasi internasional seperti PBB atau UNESCO maka tak perlulah bertindak berlebihan misalnya sampai harus membakar ban bekas atau berusaha merusak fasilitas yang ada di kantor perwakilan negara sahabat itu ataupun organisasi internasional apa pun juga.

Jika ummat Islam Indonesia berunjuk rasa secara bertanggung jawab maka dunia internasional bisa yakin bahwa muslim dan muslimah di Tanah Air yang merupakan mayoritas karena sekitar 85 persen penduduk Indonesia beragama Islam, benar-benar menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab, tidak akan "semau gue", maka tentu negara ini akan semakin dihormati, bahkan disegani dan bukannya ditakuti seperti acapkali dirasakan.

Tag: Palestina, Aksi Bela Palestina

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Aprillio Akbar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 19/06/2018 04:50 WIB

Kapolda Bakal Tindak Penerbang Balon Udara

Senin, 18/06/2018 13:33 WIB

Pertamax Laris Manis Pasca Lebaran

Senin, 18/06/2018 05:05 WIB

Penumpang Keluhkan Pelayanan PT KAI

Minggu, 17/06/2018 06:46 WIB

China Tahan Laju Pertumbuhan Kendaraan Listrik

Sabtu, 16/06/2018 05:59 WIB

"Wajar Pemudik Apresiasi Jokowi"