Portal Berita Ekonomi Kamis, 18 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:44 WIB. BNI - BNI akan salurkan bansos PKH dan BPNT pada 2018.
  • 19:38 WIB. BNI - BNI laporkan NPL pada tahun 2017 sebesar 2,3 persen.
  • 19:35 WIB. PT PP - PT PP Presisi raih kontrak baru senilai Rp5,9 triliun sepanjang 2017. 
  • 19:32 WIB. BNI - BNI bakal terbitkan convertible bonds guna antisipasi kebutuhan infrastruktur. 
  • 19:25 WIB. Pertamina - Pertamina akan teken ekspor LNG ke Bangladesh dan Pakistan selama 10 tahun.

Pertamina Sulawesi Siap Tambah Stok Elpiji Jelang Natal dan Tahun Baru

Foto Berita Pertamina Sulawesi Siap Tambah Stok Elpiji Jelang Natal dan Tahun Baru
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Tidak hanya konsumsi bahan bakar minyak atau BBM, penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) pun diprediksi meningkat tajam pada masa Natal dan Tahun Baru. Untuk itu, PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi telah menyiapkan penambahan stok elpiji-sebutan lain LPG, baik subsidi maupun non-subsidi. 
 
Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR VII Sulawesi, M Roby Hervindo, mengatakan pihaknya menyiapkan tambahan stok elpiji subsidi sebesar 1.606 metrik ton atau setara 535.360 tabung. Adapun untuk elpiji non-subsidi, BUMN di bidang energi itu menyiapkan tambahan stok mencapai 354 metrik ton atau setara 29.482 tabung.
 
"Pertamina siap melakukan penambahan stok LPG, termasuk penambahan penyaluran. Semua itu akan dikawal oleh satgas yang dibentuk untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM maupun LPG pada masa Natal dan Tahun Baru," kata Roby, Senin, (17/12/2017).
 
Roby mengungkapkan konsumsi rata-rata elpiji subsidi selama masa Natal dan Tahun Baru diprediksi naik 11 persen dibandingkan hari biasa. Bahkan, lonjakannya diperkirakan mencapai 30 persen jika dibandingkan tahun lalu. Pertamina memperkirakan konsumsi elpiji sempat turun hingga 64 persen atau setara 487 metrik ton pada 24 Desember. 
 
"Berangsur akan naik kembali menjelang Tahun Baru, diperkirakan sekitar 2 persen atau sebesar 1.414 metrik ton pada 30 Desember 2017. Adapun konsumsi tertinggi diestimasi terjadi pada H+6 Tahun Baru 2018 yakni sebesar 1.500 Metrik Ton atau naik 12 persen," ujar Roby.
 
Di sisi lain, konsumsi elpiji non-subsidi diperkirakan mengalami lonjakan hingga 27 persen dibandingkan hari normal. Kenaikannya bahkan menembus 42 persen jika dibandingkan tahun lalu. Pemicunya yakni gencarnya penetrasi varian baru Bright Gas. 
 
Roby menyebut pihaknya memperkirakan pada H-1 Natal 2017, konsumsi elpiji non-subsidi diprediksi turun 19 persen atau sebesar 78 metrik ton. Selanjutnya, akan naik kembali pada H-2 Tahun Baru sebesar 17 persen atau 113 metrik ton.
 
"Konsumsi tertinggi diperkirakan terjadi pada pasca tahun baru yakni H+3 Tahun Baru 2018 sebesar 40 persen atau 135 metrik ton," tutup Roby. 

Tag: M Roby Hervindo, PT Pertamina (Persero), Gas

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,570.29 3,534.46
British Pound GBP 1.00 18,486.23 18,299.91
China Yuan CNY 1.00 2,081.29 2,060.46
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,390.00 13,256.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,691.92 10,578.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,711.49 1,694.34
Dolar Singapura SGD 1.00 10,142.40 10,039.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,442.92 16,277.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,394.17 3,355.95
Yen Jepang JPY 100.00 12,107.79 11,985.53

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6444.518 14.826 571
2 Agriculture 1629.888 6.724 19
3 Mining 1822.952 12.500 43
4 Basic Industry and Chemicals 710.874 15.319 69
5 Miscellanous Industry 1364.759 -2.133 43
6 Consumer Goods 2852.113 -8.299 47
7 Cons., Property & Real Estate 516.903 2.095 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1189.925 12.140 62
9 Finance 1146.811 -4.432 90
10 Trade & Service 933.250 6.105 133
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 1,880 2,360 480 25.53
2 LCKM 312 390 78 25.00
3 BSIM 670 835 165 24.63
4 PCAR 1,060 1,260 200 18.87
5 CASA 236 280 44 18.64
6 INCF 194 220 26 13.40
7 AKSI 336 378 42 12.50
8 IKAI 118 132 14 11.86
9 ITMA 615 685 70 11.38
10 SMDR 454 505 51 11.23
No Code Prev Close Change %
1 FORU 248 194 -54 -21.77
2 RBMS 264 224 -40 -15.15
3 LPPS 110 97 -13 -11.82
4 BMAS 382 346 -36 -9.42
5 MBTO 161 147 -14 -8.70
6 BPFI 660 610 -50 -7.58
7 LPLI 183 170 -13 -7.10
8 BKDP 87 81 -6 -6.90
9 HDTX 344 324 -20 -5.81
10 PORT 360 340 -20 -5.56
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 1,880 2,360 480 25.53
2 LMAS 64 62 -2 -3.12
3 IKAI 118 132 14 11.86
4 BMTR 685 675 -10 -1.46
5 WIKA 1,940 2,050 110 5.67
6 ZINC 1,695 1,700 5 0.29
7 TLKM 4,210 4,200 -10 -0.24
8 ANTM 705 730 25 3.55
9 PBRX 496 505 9 1.81
10 BUMI 284 284 0 0.00