Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:46 WIB. WhatsApp - WhatsApp dikabarkan kembangkan fitur yang mencegah pesan spam tersebar dalam versi update terbaru 2.17.430.
  • 22:43 WIB. Samsung - Galaxy S9 dan S9+ raih sertifikasi Federal Communications Commission (FCC), lembaga telekomunikasi independen AS.
  • 22:40 WIB. Advan - Advan dilaporkan menguasai 60,8% pasar tablet di kawasan Asia Pasifik.
  • 22:39 WIB. Xiaomi - Kecele Xiaomi Redmi Note 5A, Lazada kebanjiran protes.
  • 22:37 WIB. Xiaomi - Harga Redmi 5A di Vietnam lebih murah dari Indonesia yaitu sekitar Rp980 ribu.

Berbisnis Fashion dengan Mengubah Image Batik yang Kuno Jadi Modern

Foto Berita Berbisnis Fashion dengan Mengubah Image Batik yang Kuno Jadi Modern
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bermula dari visi dan misi untuk mengubah image batik Indonesia yang di mata masyarakat terkesan sebagai pakaian yang tua menjadi pakaian modern yang dicintai semua kalangan, khususnya kalangan muda, Hayati Fauziyah (36) berupaya untuk menciptakan pakaian batik yang lebih menarik.

Memiliki hobi mendesain, Hayati yang sangat mencintai batik Indonesia tersebut mengaku sangat ingin memajukan batik Indonesia dan menjadikannya pakaian nomor satu yang dikenal dunia. Sempat mengalami kesulitan dalam hal modal yang terlalu minim dan kepercayaan diri dalam memasarkan produk saat mengawali bisnis fashion pakaian batik, tetapi Hayati mampu melaluinya dengan keseriusan dan keyakinan hingga akhirnya produk yang ia beri merek Lovely Batik tersebut banyak diminati pasar.

Untuk membuat batik menjadi produk fashion yang tidak terkesan tua atau kuno, Hayati memiliki cara tersendiri dalam memproduksi batiknya. "Produk saya berbeda dari segi teknik pembuatan dan desain produk, dan juga berbeda dari segi motif bahan dasar," jelas Hayati kepada Warta Ekonomi beberapa waktu lalu di Jakarta. 

Dalam proses produksi motif batiknya, Hayati menggambarkan terlebih dahulu desain motif untuk kemudian dibuat capnya. Sementara proses pembuatan kain batik pada dasarnya mirip dengan pembatikkan pada umumnya. Hanya saja, berbeda dalam hal desain motif dan cap yang digunakannya. "Kami menggunakan cap dari kayu, bukan dari tembaga yang umumnya banyak digunakan. Kami juga tidak melibatkan UKM lain dalam proses produksi," ungkapnya.

Dibantu enam karyawan, Hayati berkomitmen untuk memproduksi fashion batik asli Indonesia. Di samping sebagai bentuk pelestarian terhadap budaya Nusantara, batik Indonesia juga diharapkan dapat menjadi fashion bertaraf internasional yang bisa mengangkat kekayaan Indonesia.

Dalam waktu dekat, Hayati berencana untuk bisa mengembangkan bisnis fashion batiknya dengan memperkuat sistem distributor dan reseller-nya. Saat ini, Hayati mengaku tengah dalam proses pembuatan program distributor dan reseller. "Semoga dapat berjalan dengan baik dan lancar," ucap Hayati.

Untuk itu, peluang bisnis fashion batik tergolong besar. Hal ini karena pemerintah juga turut menggalakkan masyarakat untuk lebih mencintai batik Indonesia dengan mewajibkan setiap pegawai untuk menggunakan batik di hari-hari tertentu dan menajdikan batik sebagai pakaian resmi atau formal yang wajib digunakan pada momen-momen penting negara maupun bermasyarakat. 

Tag: Bisnis, Fashion, Entrepreneur

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,572.95 3,537.13
British Pound GBP 1.00 18,494.68 18,305.75
China Yuan CNY 1.00 2,081.65 2,060.83
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,400.00 13,266.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,678.46 10,569.02
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,712.61 1,695.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,137.69 10,034.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,439.12 16,273.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,389.83 3,354.24
Yen Jepang JPY 100.00 12,082.96 11,961.05

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6429.692 47.497 571
2 Agriculture 1623.164 15.190 19
3 Mining 1810.452 19.845 43
4 Basic Industry and Chemicals 695.555 11.671 69
5 Miscellanous Industry 1366.892 7.108 43
6 Consumer Goods 2860.412 8.739 47
7 Cons., Property & Real Estate 514.808 3.541 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1177.785 22.479 62
9 Finance 1151.243 6.733 90
10 Trade & Service 927.145 0.951 133
No Code Prev Close Change %
1 LCKM 208 312 104 50.00
2 RBMS 196 264 68 34.69
3 LPLI 136 183 47 34.56
4 LPPS 82 110 28 34.15
5 JMAS 860 1,075 215 25.00
6 ALKA 360 440 80 22.22
7 CASA 195 236 41 21.03
8 BKDP 73 87 14 19.18
9 MLIA 550 650 100 18.18
10 PCAR 920 1,060 140 15.22
No Code Prev Close Change %
1 BSIM 875 670 -205 -23.43
2 IKAI 133 118 -15 -11.28
3 CMPP 498 444 -54 -10.84
4 PYFA 214 194 -20 -9.35
5 NELY 124 115 -9 -7.26
6 AKSI 362 336 -26 -7.18
7 BUVA 520 484 -36 -6.92
8 GTBO 300 280 -20 -6.67
9 VINS 180 168 -12 -6.67
10 NIPS 490 458 -32 -6.53
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 690 685 -5 -0.72
2 MEDC 1,140 1,260 120 10.53
3 TLKM 4,120 4,210 90 2.18
4 BUMI 290 284 -6 -2.07
5 PGAS 1,765 1,880 115 6.52
6 WIKA 1,825 1,940 115 6.30
7 ANTM 660 705 45 6.82
8 TRAM 248 268 20 8.06
9 INDY 3,940 4,090 150 3.81
10 BBRI 3,550 3,610 60 1.69