Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:43 WIB. Kuasa Hukum Rommy - Tak ada yang salah dengan bantahan Khofifah.
  • 06:51 WIB. Tim Prabowo - Kampanye terbuka tolak ukur menguji elektabilitas Prabowo-Sandi.
  • 06:51 WIB. Tim Prabowo - Kampanye terbuka tak ada pegerahan massa.
  • 06:40 WIB.

    Cawapres 01 – Banten daerah kampanye terbuka pertama, diharapkan ada dampak positif.

  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Sandi menyebut kampanyenya paket hemat.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Sandi tak menghadirikan publik figur di kampanye terbuka.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Bagi Sandi  semua daerah sangat dewasa dalam bersikap politik.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Pada kampanye terbuka, Prabowo-Sandi bakal temui seluruh daerah.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Perolehan suara ditiap daerah bisa berubah-ubah.
  • 06:32 WIB. Cawapres 02 - Menurut Sandi, semua daerah pemilihan tak ada yang aman.
  • 06:14 WIB. Presiden - Setelah berhasil mengambilalih Freeport, Jokowi masih saja dituduh antek asing.
  • 00:00 WIB. Presiden - Jokowi sebut pengambilalihan Freeport tidak mudah.
  • 05:51 WIB. Kualifikasi Euro Grup J - Liechtenstein 0 vs 2 Yunani

Myanmar Didesak Lepaskan Jurnalis Reuters

Myanmar Didesak Lepaskan Jurnalis Reuters - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Seorang pengawas media telah menuduh pihak berwenang di Myanmar melakukan intimidasi terhadap wartawan, dengan seruan untuk membebaskan "segera dan tanpa syarat" dari dua jurnalis Reuters yang ditangkap pekan lalu.

Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditahan pada 12 Desember setelah diundang untuk makan malam dengan petugas polisi di pinggiran kota terbesar Myanmar, Yangon, menurut Reuters.

Kantor berita tersebut mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui secara pasti terkait dengan tuduhan terhadap kedua jurnalis tersebut, selain bahwa mereka ditahan karena diduga memiliki dokumen rahasia yang berkaitan dengan Negara Bagian Rakhine, di mana tindakan brutal oleh tentara Myanmar telah memaksa hampir 650.000 orang Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh.

Kedua warga negara Myanmar tersebut masih belum diketahui pada hari Senin, hampir seminggu setelah penahanan mereka yang telah banyak dikecam oleh PBB, kelompok hak asasi manusia, dan sejumlah pemerintah asing.

Kantor Presiden Myanmar Htin Kyaw telah memberi wewenang kepada polisi untuk melanjutkan kasus tersebut terhadap kedua wartawan tersebut, menurut laporan media pada hari Senin.

Dalam sebuah pernyataan kepada Al Jazeera pada hari Senin, Daniel Bastard, koordinator Asia untuk Reporters Without Borders, mengatakan bahwa pemerintah Myanmar belum memberikan dasar hukum yang dapat diterima atas penangkapan dua wartawan tersebut.

"Kami masih tidak tahu apa maksud dari apa yang disebut 'dokumen rahasia' yang diduga dimiliki oleh kedua jurnalis tersebut," pungkasnya.

Daniel menambahkan bahwa keengganan pihak berwenang untuk "mengomentari dokumen-dokumen ini memperkuat kesan kami bahwa ini semua hanya dalih untuk mengintimidasi wartawan,"

Kementerian Informasi Myanmar pekan lalu menggambarkan dokumen tersebut sebagai "penting dan rahasia", dengan mengatakan bahwa dokumen yang mereka miliki "terkait dengan negara bagian Rakhine dan pasukan keamanan".

Kementerian Informasi Myanmar juga merilis foto kedua jurnais tersebut tengah di borgol dan berdiri di belakang meja berisi kertas, telepon genggam dan mata uang, dan mengatakan bahwa mereka diselidiki berdasarkan Undang-Undang Rahasia Resmi, yang disahkan pada tahun 1923 dan terancam hukuman penjara maksimum 14 tahun.

Tag: Wa Lone, Kyaw Soe Oo, Thomson Reuters Corporation, Muslim Rohingya, Rohingya, Krisis Kemanusiaan Rohingya, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), Rakhine, Myanmar, Aung San Suu Kyi

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Antoni Slodkowski

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00