Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:11 WIB. Kemenperin - Kementerian Perindustian mengakui sektor perikanan memiliki potensi yang besar di Indonesia.
  • 11:11 WIB. Properti - Synthesis Development membidik generasi milenial untuk proyek terbaru di Jakarta Timur, Prajawangsa City.
  • 11:10 WIB. Yunani - S&P menaikkan peringkat kredit Yunani dari B- menjadi B.
  • 11:09 WIB. UNIQLO - UNIQLO berkolaborasi dengan rumah desain Marimekko asal Finlandia.
  • 11:09 WIB. Pelindo II - Pelindo II Cabang Bengkulu meraih Anugerah Perusahaan Terbaik 2018.
  • 11:08 WIB. Megapolitan - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menilai kebijakan DP 0 rupiah melanggar aturan.
  • 11:07 WIB. Jokowi - Presiden Joko Widodo membeli satu unit motor custom bergaya Chopperland.

KPPU Denda Produsen dan Distributor Aqua

Foto Berita KPPU Denda Produsen dan Distributor Aqua
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Tirta Investama selaku produsen Aqua dan distributornya, PT Balina Agung Perkasa, dengan denda masing-masing Rp13,84 miliar dan Rp6,29 miliar. Hal itu merujuk pada putusan dalam sidang KPPU terkait dugaan pelanggaran persaingan usaha dan praktik monopoli di Jakarta, Selasa, (19/12/2017).
 
Dalam sidang tesebut, produsen dan distributor Aqua terbukti melanggar Pasal 15 ayat (3) huruf b dan Pasal 19 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999. Dalam pertimbangannya, majelis komisi menyatakan kedua terlapor telah memenuhi seluruh unsur pelanggaran regulasi tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat.
 
Ketua Majelis Komisi, R Kurnia Sya'ranie, mengatakan PT Tirta Investama  dan PT Balina Agung Perkasa terbukti melakukan penguasaan pasar. Produsen dan distributor Aqua itu juga menghalangi pelaku usaha lain untuk menjual produknya. Perbuatan itu berimbas pada terbatasnya akses konsumen dalam memilih produk air minum dalam kemasan.
 
"Berdasarkan fakta-fakta, penilaian, analisis dan kesimpulan, menyatakan bahwa terlapor I (PT Tirta Investama) dan terlapor II (PT Balina Agung Perkasa) secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 15 ayat (3) huruf b Undang Undang Nomor 5 Tahun 1999 dan Pasal 19 huruf a dan b Undang Undang Nomor 5 Tahun 1999," tutur Kurnia, dalam amar putusannya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Warta Ekonomi, Selasa, 19 Desember.
 
Dalam amar putusan tersebut, disampaikan pula bahwa PT Tirta Investama dan PT Balina Agung Perkasa diminta untuk melakukan pembayaran denda dengan menyetor ke kas negara. 
 
Sekadar diketahui, perkara persaingan usaha tidak sehat yang melibatkan Aqua bermula dari somasi yang dilayangkan PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) selaku produsen Le Minerale kepada Aqua pada Oktober 2016. Kala itu, Le Minerale menyampaikan temuan di lapangan bahwa Aqua dan distributornya bekerjasama untuk melarang sejumlah toko untuk menjual Le Minerale.
 
Aqua dan distributornya diduga mengancam menurunkan status dan fasilitas alias degregasi, dari star outlet (SO) menjadi wholeseller (WO) eceran terhadap pedagang yang menjual Le Minerale. Dugaan persaingan usaha tidak sehat ini lantas diendus KPPU yang langsung mengumpulkan alat bukti pelanggaran dan menyidangkannya hingga terbitnya putusan pada hari ini.

Tag: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), PT Tirta Investama (Aqua Grup)

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: KPPU

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,572.42 3,536.60
British Pound GBP 1.00 18,620.54 18,430.33
China Yuan CNY 1.00 2,087.92 2,067.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,398.00 13,264.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,739.84 10,629.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.36 1,696.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,149.23 10,044.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,405.85 16,240.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.50
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.92 11,944.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6490.896 18.230 571
2 Agriculture 1614.151 -12.818 19
3 Mining 1847.251 16.461 43
4 Basic Industry and Chemicals 713.346 6.521 69
5 Miscellanous Industry 1390.504 10.945 43
6 Consumer Goods 2913.928 21.201 47
7 Cons., Property & Real Estate 517.165 -1.786 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1183.330 2.390 62
9 Finance 1149.039 -2.770 90
10 Trade & Service 937.456 2.920 133
No Code Prev Close Change %
1 FINN 116 156 40 34.48
2 LCKM 486 605 119 24.49
3 TFCO 620 720 100 16.13
4 MPPA 430 486 56 13.02
5 PCAR 1,480 1,670 190 12.84
6 SKBM 670 750 80 11.94
7 OMRE 1,700 1,900 200 11.76
8 ESTI 73 81 8 10.96
9 GJTL 745 825 80 10.74
10 ARTA 268 296 28 10.45
No Code Prev Close Change %
1 RALS 1,500 1,240 -260 -17.33
2 FMII 600 500 -100 -16.67
3 IKAI 126 114 -12 -9.52
4 CANI 254 234 -20 -7.87
5 DWGL 540 498 -42 -7.78
6 MBTO 174 161 -13 -7.47
7 AISA 615 570 -45 -7.32
8 DSNG 420 392 -28 -6.67
9 INCF 202 190 -12 -5.94
10 PYFA 197 186 -11 -5.58
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,200 2,350 150 6.82
2 BMTR 650 650 0 0.00
3 AISA 615 570 -45 -7.32
4 GJTL 745 825 80 10.74
5 ENRG 165 168 3 1.82
6 BBNI 9,500 9,425 -75 -0.79
7 TLKM 4,170 4,160 -10 -0.24
8 BUMI 286 288 2 0.70
9 KREN 555 550 -5 -0.90
10 INDY 4,050 4,200 150 3.70