Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:16 WIB. Politik - Demokrat duga pelantikan Iriawan untuk amankan suara Jabar.
  • 22:16 WIB. Politik - Ahok sebut SP3 Kasus Rizieq Shihab puji tuhan.
  • 22:15 WIB. Politik - SBY sebut penguasa telah cederai akal sehat.
  • 22:14 WIB. Politik - ACTA usul Tjahjo dinonaktifkan karena lantik Iriawan.
  • 22:14 WIB. Politik - Demokrat dorong hak angket DPR soal pelantikan Iriawan.
  • 22:13 WIB. Politik - Fadli Zon dukung hak angket soal pelantikan Iriawan.
  • 22:13 WIB. Politik - PA 212 akui belum tentu dukung Jokowi meski kasus chat mesum masuk SP3.
  • 22:11 WIB. Politik - Presiden PKS sebut pelantikan Iriawan tak bisa dicerna akal sehat.
  • 22:10 WIB. Jawa Barat - Kemendagri jamin Iriawan bakal netral di Pilkada Jabar.
  • 22:09 WIB. DKI Jakarta - Wagub Sandi imbau PNS masuk tepat waktu.
  • 21:10 WIB. Huawei - Huawei bantah ancam keamanan Australia.
  • 20:41 WIB. Telkomsel - Trafik data Lebaran Telkomsel melonjak 109%.
  • 20:30 WIB. Google - Google beli saham JD.com sebesar US$550 juta atau sekitar Rp7,76 triliun.
  • 20:28 WIB. Motorola - Motorola dikabarkan akan rilis perangkat dengan platform Android Go.
  • 19:19 WIB. Telkomsel - Telkomsel mencatat kenaikan trafik layanan data tertinggi pada H-1 sebesar 22,3% menjadi 12,89 petabyte.

PPRO: 2018 Tahun Panen

Foto Berita PPRO: 2018 Tahun Panen
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT PP Properti Tbk (PPRO) mengaku tahun 2018 merupakan tahun panen atau harvesting bagi perseroan. Oleh karena itu, rencana bisnis perusahaan bukan lagi berkutat pada penambahan lahan yang notabene merupakan jantung bagi pelaku usaha properti. Tahun depan perseroan akan mulai fokus produksi di landbank yang sudah dimiliki.

Sejumlah amunisi yang bakal dikeluarkan pun bakal dimaksimalkan untuk pembangunan proyek. Direktur Utama PPRO Taufik Hidayat mengatakan, pada 2018 mendatang PPRO bakal menyiapkan dana belanja modal sebesar Rp1,8 triliun untuk pembayaran cicilan landbank yang sudah dibeli tahun sebelumnya.

Meskipun tidak menyebut besarannya, Taufik mengakui perseroan juga akan memiliki utang baru, tetapi dananya tidak akan digunakan untuk pembelian landbank, melainkan untuk refinancing utang lama miliknya. Dengan fokus pada penjualan, perseroan membidik angka penjualan pemasaran sebesar Rp3,75 triliun  hingga Rp3,9 triliun atau bertumbuh sekitar 25% hingga 30% dari proyeksi penjualan pemasaran tahun ini.

"Laba bersih kita harapkan dapat tumbuh sekitar 20-25%," katanya di Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Demi memperkuat financing, PPRO menggandeng lembaga perbankan untuk meningkatkan penjualan. Taufik menambahkan, perseroan sudah menggandeng PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) untuk meluncurkan program KUAT (Kejutan Ulang Tahun di Akhir Tahun 2017). 

Melalui program ini, konsumen bisa mengajukan uang muka sebesar 5% dan dengan tingkat bunga hanya 4,4% fixed selama 1 tahun. Kemudian, bersama Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) diluncurkan program Bunga Spesial 4,1% fixed 1 tahun.

Kedua program tersebut berakhir di akhir Desember 2017. Dengan dua program perbankan tersebut diyakini target pemasaran (pre sales) kami sebesar Rp3 triliun di tahun 2017 ini akan tercapai.

Tag: PT PP Properti Tbk, Taufik Hidayat

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Senin, 18/06/2018 13:33 WIB

Pertamax Laris Manis Pasca Lebaran

Senin, 18/06/2018 05:05 WIB

Penumpang Keluhkan Pelayanan PT KAI

Minggu, 17/06/2018 06:46 WIB

China Tahan Laju Pertumbuhan Kendaraan Listrik

Sabtu, 16/06/2018 05:59 WIB

"Wajar Pemudik Apresiasi Jokowi"