Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:15 WIB. Google - Google prediksi pemilu dan tokoh politik bakal jadi trending di 2019.
  • 07:02 WIB. California - California berencana kenakan pajak untuk SMS. 
  • 07:00 WIB. Fintech - Kemenkominfo telah blokir 400 Fintech ilegal dari OJK. 
  • 06:58 WIB. YLKI - YLKI sebut perlindungan konsumen belanja online rendah. 
  • 06:54 WIB. Apple - Apple investasikan Rp14,5 triliun untuk kampus di Texas. 

4 Faktor Turunnya Penjualan Mi Instan di China

Foto Berita 4 Faktor Turunnya Penjualan Mi Instan di China
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Mudah dibuat dan murah untuk dibeli, mi instan sudah lama menjadi makanan yang nyaman terbaik di China.

Menjadi makanan ringan untuk siswa, makanan di kereta api, atau hanya pilihan untuk para pekerja yang lapar, lebih dari 42,2 miliar paket terjual di China dan Hong Kong pada tahun 2013.

Namun pada 2016, penjualan tersebut telah jatuh ke 38,5 miliar paket, menurut Asosiasi Mie Instan Dunia. Dan mari kita hadapi itu, mereka akan tahu.

Penurunan tersebut hampir mencapai 17%.

Mengingat sebagian besar pasar mi instan lainnya tetap cukup stabil selama beberapa tahun terakhir (dengan pengecualian India dimana penarikan kembali mi Maggi menyebabkan penurunan tajam pada tahun 2015) ini adalah pola yang tidak biasa. Jadi apa yang terjadi?

Nah, berikut adalah beberapa faktor yang berimbas kepada menurunnya penjualan mi instan di China, dalam banyak hal, yang juga merupakan indikator bagaimana masyarakat China telah 'berevolusi'. Yuk, kita lihat empat faktor yang melatarbelakangi fenomena tersebut:


1.    Pelanggan menginginkan makanan yang lebih baik

Resep untuk mi instan sangat simple: cukup tambahkan air mendidih, satu sachet saus, dan beberapa paket kecil sayuran dan daging yang dikeringkan.

Seiring dengan selera seperti itu, salah satu faktor kemerosotannya adalah beberapa konsumen China meningkatkan ekspektasi mereka di konsep makanan mereka.

"Penurunan penjualan mi instan menunjukkan pergeseran pola konsumsi China," ungkap Zhao Ping dari Akademi China untuk Promosi Perdagangan Internasional," kepada China Daily.

"Konsumen lebih tertarik pada kualitas hidup daripada hanya mengisi perut mereka akhir-akhir ini," ujarnya, sebagaimana dikutip dari BBC, Rabu (20/12/2017).


2.    Pergeseran populasi: Pekerja desa pulang ke kampung halaman

Salah satu konsumen besar mi notabene adalah pekerja migran. Dan, apabila Anda memikirkannya, itu masuk akal. Mereka jauh dari rumah, sering tinggal dalam kondisi sempit dengan fasilitas memasak terbatas, dan ingin menghemat uang sebanyak mungkin untuk dikirim kembali ke keluarga mereka.

Sampai tahun 2014 jumlah orang Cina pedesaan yang telah pindah ke kota telah meningkat.

Tapi tren itu kini telah berbalik selama dua tahun berturut-turut (dan diperkirakan akan terus berlanjut saat data 2017 keluar).

Tahun lalu, ada 1,7 juta lebih sedikit pekerja migran yang tinggal di kota dibandingkan tahun 2015, yang cukup masuk akal menurunkan penjualan mi.


3.    Travel: Perbaikan infrastruktur, kebiasaan pun berubah

Bepergian di China 20 tahun yang lalu, saya mengisi perut saya dengan mengonsumsi panci demi panci mi instan selama perjalanan kereta lintas negara, yang kadang berlangsung tiga hari atau lebih.

Infrastruktur kereta dan stasiun kereta China telah membaik. Perjalanan lebih cepat, dan pilihan makanan pun lebih banyak yang berarti penjualan mi di kereta api telah turun.

Kemudian, ada ledakan dalam penerbangan sebagai orang kelas menengah orang China yang menghabiskan miliaran terbang pada liburan domestik maupun internasional daripada menggunakan kereta api.

Hampir 500 juta perjalanan domestik dan internasional dilakukan pada 2016, menurut Administrasi Penerbangan Sipil China.

Namun, mengingat sepertiga dari semua penerbangan domestik tertunda tahun lalu (menurut badan industri IATA), hal tersebut berimbas kepada banyaknya penumpang yang menunggu, jadi mungkin bandara bisa menjadi tempat yang baik untuk mendongkrak penjualan mi.


4.    Smartphone dan internet: Ada bentuk lain dari 'makanan cepat saji'

Sekitar 730 juta orang di China sekarang memiliki akses ke internet sesuai angka pemerintah. Dan sekitar 95% dari mereka menggunakan smartphone untuk online.

Adapun, aplikasi yang menawarkan pengiriman makanan ke rumah, kantor atau di manapun Anda berada adalah industri yang tengah 'meledak' secara nyata.

Menu mereka tidak diragukan lagi lebih mahal dari pada panci mi instan. Namun, makanan ini masih bisa murah harganya, dan boleh dibilang lebih enak.

Tag: Smartphone, internet, China (Tiongkok), Mi Instan, Makanan Cepat Saji

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Jason Lee

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6177.720 62.143 621
2 Agriculture 1516.070 10.982 20
3 Mining 1776.514 21.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 846.848 12.353 71
5 Miscellanous Industry 1420.317 27.074 46
6 Consumer Goods 2515.883 16.594 49
7 Cons., Property & Real Estate 455.102 3.544 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.130 21.053 71
9 Finance 1176.328 11.338 91
10 Trade & Service 791.531 -0.850 153
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 344 430 86 25.00
2 SOTS 436 545 109 25.00
3 PNSE 750 935 185 24.67
4 ZONE 446 555 109 24.44
5 KICI 212 260 48 22.64
6 SAFE 171 206 35 20.47
7 JKSW 60 68 8 13.33
8 KAEF 2,550 2,850 300 11.76
9 TRAM 163 180 17 10.43
10 OASA 318 350 32 10.06
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 555 418 -137 -24.68
2 INPP 605 480 -125 -20.66
3 GMTD 14,900 13,425 -1,475 -9.90
4 BTEK 137 125 -12 -8.76
5 SMDM 152 139 -13 -8.55
6 DSSA 14,725 13,500 -1,225 -8.32
7 BBLD 492 454 -38 -7.72
8 AKPI 780 720 -60 -7.69
9 ETWA 78 72 -6 -7.69
10 OCAP 244 226 -18 -7.38
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 360 -12 -3.23
2 KPAS 710 705 -5 -0.70
3 RIMO 142 151 9 6.34
4 TLKM 3,650 3,750 100 2.74
5 TRAM 163 180 17 10.43
6 PGAS 2,130 2,150 20 0.94
7 PTBA 4,310 4,500 190 4.41
8 BBRI 3,620 3,680 60 1.66
9 CPIN 6,500 6,950 450 6.92
10 UNTR 29,300 29,300 0 0.00