Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:06 WIB. Afrin - Pasukan Rusia diwartakan mundur dari wilayah Afrin, Suriah.
  • 13:04 WIB. Turki - Erdogan: gempuran Turki ke Afrin Suriah telah dimulai.
  • 13:03 WIB. Yaman - Otoritas Jerman hentikan ekspor senjata ke negara yang terlibat dengan perang Yaman.
  • 13:01 WIB. Amerika Serikat - Gedung Puith murka setelah Pemerintah AS resmi 'shutdown'.
  • 13:00 WIB. Korea Utara - Rezim Korea Utara siapkan parade militer jelang ulang tahun militernya yang ke-70.
  • 12:59 WIB. Asia - Presiden Joko Widodo lirik Asia Tengah dan Selatan sebagai pasar potensial.
  • 12:56 WIB. Suriah - Rusia: AS atasi ketegangan di Suriah Utara dengan pasokan senjata.
  • 12:55 WIB. Rohingya - Militan Rohingya sebut rencana pemulangan pengungsi ke Myanmar adalah jebakan.
  • 12:54 WIB. Korea Utara - Rusia-AS diwartakan akan gelar pertemuan guna bahas krisis nuklir Korea Utara di Moscow.
  • 12:52 WIB. Suriah - Militer turki berencana gelar operasi darat di Suriah.
  • 09:23 WIB. DKI Jakarta - Program rumah DP 0 persen akan bangun 703 hunian.
  • 09:21 WIB. Pilkada - Polri bentuk tim Satgas Nusantara untuk meredam situasi Pilkada.
  • 09:21 WIB. Politik - Oso yakin kepengurusan kubu Daryatmo akan ditolak Kemenkumham.
  • 09:20 WIB. Politik - PSI targetkan dapat Rp1 triliun dari donatur.
  • 09:19 WIB. Politik - PSI janji akan audit dana yand diterima dari masyarakat.

Indonesia Masih Kaji Peluang Bisnis Pupuk di Yordania

Foto Berita Indonesia Masih Kaji Peluang Bisnis Pupuk di Yordania
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Luar Negeri RI mengkaji peluang investasi industri yang dalam proses produksinya menggunakan bahan baku gas dan fosfat, seperti industri pupuk, di Yordania.

Kajian oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kemlu itu dilakukan menyusul kesepakatan "zero tariff" ekspor produk Yordania ke Uni Eropa karena negara Timur Tengah tersebut bersedia menahan arus pengungsi yang akan menyeberang ke Eropa.

"Kami sedang mengkaji peluang kerja sama ini, tetapi Yordania mensyaratkan penggunaan tenaga kerja lokal 25 persen," tutur Kepala BPPK Kemlu Siswo Pramono di Jakarta, Rabu.

Investasi Indonesia dalam pembangunan pabrik pupuk di Yordania dinilai menguntungkan dari sisi biaya produksi dan jangkauan jarak ekspor.

Jika dibandingkan dengan harga gas alam yang mencapai lima dolar AS per MMBTU, harga gas alam di Yordania lebih murah hanya berkisar dua dolar AS per MMBTU. Selain itu, lokasi negara penghasil fosfat itu pun lebih dekat dengan dua tujuan utama produk pupuk Indonesia yakni Amerika Utara dan Eropa.

Kerja sama yang dijalin antara Kemlu RI dan Pangeran Yordania Hassan bin Talal, yang merupakan paman dari Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein, dianggap cukup konkret implementasinya dalam perluasan hubungan ekonomi kedua negara.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan PT Pupuk Sriwijaya dan PT Pupuk Indonesia, serta semua perusahaan yang menggunakan bahan baku gas alam dan fosfat tentang peluang ini," tutur Siswo.

Dengan pangsa pasar lebih dari satu miliar penduduk, Yordania memiliki beberapa proyek investasi yang bisa dimanfaatkan oleh para investor Indonesia seperti proyek pengembangan energi terbarukan, pengelolaan air bersih, infrastruktur, pariwisata, industri dan kesehatan.

Dengan berinvestasi di Yordania, perusahaan-perusahaan Indonesia bisa ikut membangun kembali Timur Tengah pascakonflik dengan mempekerjakan warga lokal dan pengungsi.

Sejak diberlakukan perjanjian perdagangan bebas pada pertengahan 2016, produk-produk Yordania lebih mudah masuk ke pasar Eropa dengan kandungan lokal hanya sebesar 30 persen, lebih rendah daripada aturan sebelumnya yang mensyarakatkan kandungan lokal 65 persen.

Selain itu, kesepakatan tersebut juga mengharuskan perusahaan-perusahaan di Yordania mempekerjakan minimal 15 persen pengungsi Suriah sebagai upaya Uni Eropa membantu Yordania yang telah menampung ribuan pengungsi dari daerah konflik tersebut.

 

Tag: Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), pupuk

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,572.42 3,536.60
British Pound GBP 1.00 18,620.54 18,430.33
China Yuan CNY 1.00 2,087.92 2,067.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,398.00 13,264.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,739.84 10,629.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.36 1,696.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,149.23 10,044.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,405.85 16,240.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.50
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.92 11,944.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6490.896 18.230 571
2 Agriculture 1614.151 -12.818 19
3 Mining 1847.251 16.461 43
4 Basic Industry and Chemicals 713.346 6.521 69
5 Miscellanous Industry 1390.504 10.945 43
6 Consumer Goods 2913.928 21.201 47
7 Cons., Property & Real Estate 517.165 -1.786 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1183.330 2.390 62
9 Finance 1149.039 -2.770 90
10 Trade & Service 937.456 2.920 133
No Code Prev Close Change %
1 FINN 116 156 40 34.48
2 LCKM 486 605 119 24.49
3 TFCO 620 720 100 16.13
4 MPPA 430 486 56 13.02
5 PCAR 1,480 1,670 190 12.84
6 SKBM 670 750 80 11.94
7 OMRE 1,700 1,900 200 11.76
8 ESTI 73 81 8 10.96
9 GJTL 745 825 80 10.74
10 ARTA 268 296 28 10.45
No Code Prev Close Change %
1 RALS 1,500 1,240 -260 -17.33
2 FMII 600 500 -100 -16.67
3 IKAI 126 114 -12 -9.52
4 CANI 254 234 -20 -7.87
5 DWGL 540 498 -42 -7.78
6 MBTO 174 161 -13 -7.47
7 AISA 615 570 -45 -7.32
8 DSNG 420 392 -28 -6.67
9 INCF 202 190 -12 -5.94
10 PYFA 197 186 -11 -5.58
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,200 2,350 150 6.82
2 BMTR 650 650 0 0.00
3 AISA 615 570 -45 -7.32
4 GJTL 745 825 80 10.74
5 ENRG 165 168 3 1.82
6 BBNI 9,500 9,425 -75 -0.79
7 TLKM 4,170 4,160 -10 -0.24
8 BUMI 286 288 2 0.70
9 KREN 555 550 -5 -0.90
10 INDY 4,050 4,200 150 3.70