Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:19 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 0 vs 2 Watford
  • 05:18 WIB. EPL - West Ham United 0 vs 1 Tottenham Hotspur
  • 05:17 WIB. EPL - Newcastle United 0 vs 1 Brighton & Hove Albion
  • 05:15 WIB. EPL - Manchester City 5 vs 0 Burnley
  • 05:10 WIB. EPL - Huddersfield Town 0 vs 1 Liverpool
  • 05:02 WIB. EPL - Cardiff City 4 vs 2 Fulham
  • 05:01 WIB. EPL - AFC Bournemouth 0 vs 0 Southampton
  • 05:00 WIB. EPL - Chelsea 2 vs 2 Manchester United

Relaksasi Impor IKM, Sri Mulyani: Dapat Kurangi Beban Pengusaha Kecil

Foto Berita Relaksasi Impor IKM, Sri Mulyani: Dapat Kurangi Beban Pengusaha Kecil
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan relaksasi impor berisiko tinggi dapat memberikan kemudahan bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dalam memperoleh bahan baku yang dibutuhkan untuk memulai proses produksi.

"Ini adalah upaya pada akhir tahun, supaya menjaga dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat kecil, sehingga legal itu mudah bisa diwujudkan," ujar Sri Mulyani dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Sri Mulyani mengatakan penertiban impor berisiko tinggi yang dilakukan pemerintah sejak pertengahan 2017 telah memberikan capaian positif berupa peningkatan penerimaan pajak impor. Namun, hal ini menimbulkan efek negatif kepada pengusaha kecil, karena pelaku usaha tersebut kesulitan untuk "menitip" impor bahan baku kepada importir besar.

"Penerbitan ini menimbulkan ekses ke pengusaha kecil yang borongan untuk impor dengan skala kecil. Dengan relaksasi ini kita ingin mengurangi beban pengusaha kecil," kata Sri Mulyani.

Untuk itu, proses kemudahan impor mulai dilakukan melalui relaksasi kebijakan antara lain dengan meringankan prosedur administrasi dan menghilangkan syarat yang memberatkan agar pengusaha kecil bisa memperoleh bahan baku secara legal. Melalui relaksasi tata cara impor ini, tambah dia, maka kemudahan yang didapat bagi pelaku usaha kecil adalah bisa melakukan impor melalui Pusat Logistik Berikat maupun menitip kepada importir besar dengan legal (indentor).

"Kalau melakukan impor melalui PLB atau indentor tetap harus mencantumkan nomor identitas, jadi tetap diperlukan NPWP, agar bisa memerangi penyelundupan. Kalau tidak 'comply' kita akan sulit melakukan," ujar Sri Mulyani.

Menurut dia, relaksasi yang dilakukan ini memiliki manfaat yaitu pelaku usaha kecil bisa melakukan impor borongan secara legal sehingga proses bisnis menjadi jelas dan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan juga meningkat. Secara keseluruhan, kemudahan tata cara impor untuk keperluan Industri Kecil Menengah, baik impor langsung oleh pelaku industri melalui Pusat Logistik Berikat atau melalui indentor, bisa mendorong pengembangan industri dalam negeri.

Tag: Sri Mulyani Indrawati, Industri Kecil dan Menengah (IKM), Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46