Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:38 WIB. Mobil listrik - VW bicara intensif dengan Northvolt untuk batrei mobil listrik.
  • 19:47 WIB. ISIS - 3 orang Prancis dihukum mati di Irak karena terlibat ISIS.
  • 18:39 WIB. EU - 400 juta orang sedang memilih parlemen di Uni Eropa.

Wah! Ternyata Kemampuan Bahasa Inggris Orang Indonesia Turun

Wah! Ternyata Kemampuan Bahasa Inggris Orang Indonesia Turun - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Lembaga pendidikan English First meluncurkan laporan tahunan indeks kecakapan bahasa Inggris (EF English Proficiency Index/EF EPI) yang ketujuh. EF EPI merupakan kajian terbesar di dunia yang mengukur kecakapan bahasa Inggris orang dewasa di antara mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Laporan ini disusun dengan menganalisis data dari EF Standard English Test (EF SET) suatu tes bahasa Inggris gratis online pertama di dunia. Lebih dari satu juta orang di seluruh dunia, dari 80 negara turut berpartisipasi pada EF EPI tahun ini. 

Laporan EF EPI 2017 dipublikasikan bersamaan dengan sesi diskusi dan jumpa pers yang disampaikan oleh Senior Director, Research & Academic Partnership of EF Education First Minh N. Tran dan pakar Sumber Daya Manusia Eileen Rahman dengan mengangkat tema Speeding-Up Your English, pada Selasa (12/12/2017) di hotel Pullman, Senayan Jakarta.

Peringkat Indonesia tahun 2017 turun menjadi peringkat 39 dan tingkat Kemahiran Rendah dari peringkat 32 dan tingkat Kemahiran Menengah pada tahun lalu. Mereka dengan tingkat Kemahiran Rendah dapat mengerti email yang sederhana dan terlibat dalam pembicaraan yang ringan. 

"Negara dengan kemampuan Bahasa Inggris tingkat rendah menunjukan kemampuan bangsa tersebut masih dalam tahap mengkonsumsi dan belum mampu melakukan negosiasi, mediasi maupun melobi, bahkan berkompetisi dengan negara lain dalam bahasa Inggris," ucap Tran. 

Laporan tahunan EF EPI 2017 juga mengukur peringkat kawasan, dimana Eropa masih berada pada peringkat pertama sementara Asia berada di peringkat kedua. Tahun ini EF EPI juga mencakup kawasan Afrika sebagai suatu kawasan yang baru dan berbeda, yang menduduki peringkat ketiga, yang kemudian disusul oleh Amerika Latin di peringkat keempat, dan kawasan Timur tengah pada peringkat kelima dan terakhir. 

Kemampuan bahasa Inggris masyarakat merupakan modal suatu negara untuk mampu bersaing dalam dunia perekonomian yang lebih luas, seperti salah satunya pada komunitas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), jelas Eileen Rahman. Dengan dibentuknya MEA pada 2015 menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan dan membuktikan daya saing masyarakat Indonesia dalam memenangkan persaingan ekonomi global. Namun untuk mencapainya, tentunya diperlukan kesiapan dari sisi sumber daya manusia atau tenaga kerja.

"Jangan sampai kesempatan untuk berkompetisi ini berubah menjadi sebuah ancaman sebagai akibat tidak siapnya profesionalisme dari sumber daya atau tenaga kerja di Indonesia," Jelas Eillen. 

Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan masyarakat global. Terbatasnya kemampuan berkomunikasi dapat membuat kemampuan bersaing individu menjadi kurang dan pada akhirnya dapat mengakibatkan peluang karier dan bisnis menjadi terhambat. Dalam skala yang lebih luas seperti dalam komunitas MEA, keterbatasan ini tentunya menjadi hambatan dalam melakukan kerja sama bahkan bersaing dengan negara lain.

Data EF EPI 2017 menunjukkan nilai kecakapan bahasa Inggris rata-rata Negara Asia adalah 53,60. Sebagai bahan perbandingan, nilai rata-rata kecakapan bahasa Inggris di Indonesia adalah 52,15 yaitu masih di bawah angka rata-rata kecakapan bahasa Inggris di kawasan Asia. 

Sementara untuk kawasan Asia Tenggara, Singapura mempunyai tingkat kecakapan tertinggi dengan nilai 66.03 dan menempati peringkat 5 di seluruh dunia dengan tingkat Kemahiran Very High Proficiency, diikuti secara ketat oleh Malaysia (peringkat 13 dengan nilai 61,07) kemudian Filipina (peringkat 15 dengan nilai 60,59) pada tingkat Kemahiran High Proficiency

Merujuk pada hasil EF EPI 2017, menunjukan bahwa ada banyak ruang untuk meningkatkan kecakapan berbahasa Inggris di Indonesia, terutama di kalangan pekerja profesional. Dengan wawasan terhadap negara-negara dalam satu kawasan, EF EPI 2017 menyediakan pemahaman yang lebih mendalam terhadap inisiatif yang dilakukan oleh negara-negara tetangga Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. 

"EF EPI 2017 merupakan upaya EF untuk ikut serta meningkatkan kecakapan bahasa Inggris suatu negara. Selanjutnya, negara dengan kecakapan bahasa Inggris yang cukup akan mampu bersaing dalam sebuah dunia yang lebih luas, dimana bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi semakin beragam dan tanpa batas. Di masa kini, masyarakat dituntut untuk mampu bersaing di dunia tanpa batas, untuk bekerja sama dan berkompetisi satu dengan yang lainnya, baik sebagai individu dan dalam lingkup hidup bermasyarakat. Mereka yang mampu berkompetisi adalah yang mampu berkomunikasi dengan baik dengan berbagai budaya dan bangsa dan siap untuk menjadi warga dunia," pungkasnya. 

Tag: English First, Minh N. Tran

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: English First

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62