Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:11 WIB. Kemenperin - Kementerian Perindustian mengakui sektor perikanan memiliki potensi yang besar di Indonesia.
  • 11:11 WIB. Properti - Synthesis Development membidik generasi milenial untuk proyek terbaru di Jakarta Timur, Prajawangsa City.
  • 11:10 WIB. Yunani - S&P menaikkan peringkat kredit Yunani dari B- menjadi B.
  • 11:09 WIB. UNIQLO - UNIQLO berkolaborasi dengan rumah desain Marimekko asal Finlandia.
  • 11:09 WIB. Pelindo II - Pelindo II Cabang Bengkulu meraih Anugerah Perusahaan Terbaik 2018.
  • 11:08 WIB. Megapolitan - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menilai kebijakan DP 0 rupiah melanggar aturan.
  • 11:07 WIB. Jokowi - Presiden Joko Widodo membeli satu unit motor custom bergaya Chopperland.

Dishub Bantul Petakan Titik Rawan Macet Wisata Mangunan

Foto Berita Dishub Bantul Petakan Titik Rawan Macet Wisata Mangunan
Warta Ekonomi.co.id, Bantul -

Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memetakan titik-titik ruas jalan yang rawan kemacetan lalu lintas di jalur wisata menuju Mangunan selama libur akhir tahun.

"Kami sudah melakukan evaluasi dan inventarisasi titik-titik mana yang rawan kemacetan dari wilayah Imogiri naik sampai ke wisata Mangunan Dlingo," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul Aris Suharyanta di Bantul, Minggu (24/12/2017).

Menurut dia, setidaknya ada delapan titik rawan kecamatan lalu lintas kendaraan dari Imogiri sampai wilayah perbukitan wisata Mangunan Dlingo. Titik-titik itu di antaranya di jalur tikungan maupun tanjakan.

"Titik rawan itu terutama yang tanjakan dan tikungan naik ke Mangunan. Jadi, dari bawah Imogiri ke arah Mangunan banyak tikungan, kemudian di Watu Goyang dan kawasan oleh-oleh thiwul, itu di antara titik-titik rawan," katanya.

Selain rawan kemacetan, kata dia, titik-titik di jalur wisata tersebut juga berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas jika pengguna jalan tidak hati-hati, apalagi selama libur akhir tahun Mangunan akan dipadati wisatawan.

Ia mengatakan, untuk pengamanan titik-titik rawan kemecetan di jalur wisata Mangunan itu, pihaknya menempatkan personel perhubungan untuk mengatur dan mengendalikan lalu lintas dengan berkoordinasi dengan Polres Bantul.

"Untuk pengamanannya, nanti kita koordinasikan antara petugas yang di bawah dan atas sehingga kalau saat di atas trouble, arus dari bawah sementara disetop dulu. Setelah arus lancar yang dari bawah baru kita naikkan," katanya.

Sementara itu, selain di jalur wisata Mangunan, Dishub juga memetakan jalan utama maupun alternatif di Bantul yang rawan kemacetan, seperti di Jalan Wates Sedayu, Jalan Wonosari Piyungan, Jalan Parangtritis, Jalan Bantul, Jalan Imogiri, dan Jalan Srandakan.

"Sedangkan jalan-jalan rawan kecelakaan lalu lintas adalah Jalan Wates, Jalan Wonosari, Jalan Parangtritis dan Jalan Bantu," katanya.

Sementara itu, Aris mengatakan, dalam rangka mendukung manajemen, rekayasa, dan pengendalian lalu lintas menghadapi Natal dan Tahun Baru, Dishub Bantul menerjunkan personel lapangan dengan total sebanyak 120 orang.

"Kami juga sudah menyiapkan dan pengecekan kesiapan sarana prasarana lalu lintas terutama rambu-rambu petunjuk arah di jalur utama maupun alternatif, water barier, traffic cone untuk rekayasa lalu lintas," katanya. (FNH/Ant)

Tag: Dinas Perhubungan, Bantul, Wisata Mangunan, Aris Suharyanta

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,572.42 3,536.60
British Pound GBP 1.00 18,620.54 18,430.33
China Yuan CNY 1.00 2,087.92 2,067.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,398.00 13,264.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,739.84 10,629.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.36 1,696.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,149.23 10,044.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,405.85 16,240.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.50
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.92 11,944.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6490.896 18.230 571
2 Agriculture 1614.151 -12.818 19
3 Mining 1847.251 16.461 43
4 Basic Industry and Chemicals 713.346 6.521 69
5 Miscellanous Industry 1390.504 10.945 43
6 Consumer Goods 2913.928 21.201 47
7 Cons., Property & Real Estate 517.165 -1.786 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1183.330 2.390 62
9 Finance 1149.039 -2.770 90
10 Trade & Service 937.456 2.920 133
No Code Prev Close Change %
1 FINN 116 156 40 34.48
2 LCKM 486 605 119 24.49
3 TFCO 620 720 100 16.13
4 MPPA 430 486 56 13.02
5 PCAR 1,480 1,670 190 12.84
6 SKBM 670 750 80 11.94
7 OMRE 1,700 1,900 200 11.76
8 ESTI 73 81 8 10.96
9 GJTL 745 825 80 10.74
10 ARTA 268 296 28 10.45
No Code Prev Close Change %
1 RALS 1,500 1,240 -260 -17.33
2 FMII 600 500 -100 -16.67
3 IKAI 126 114 -12 -9.52
4 CANI 254 234 -20 -7.87
5 DWGL 540 498 -42 -7.78
6 MBTO 174 161 -13 -7.47
7 AISA 615 570 -45 -7.32
8 DSNG 420 392 -28 -6.67
9 INCF 202 190 -12 -5.94
10 PYFA 197 186 -11 -5.58
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,200 2,350 150 6.82
2 BMTR 650 650 0 0.00
3 AISA 615 570 -45 -7.32
4 GJTL 745 825 80 10.74
5 ENRG 165 168 3 1.82
6 BBNI 9,500 9,425 -75 -0.79
7 TLKM 4,170 4,160 -10 -0.24
8 BUMI 286 288 2 0.70
9 KREN 555 550 -5 -0.90
10 INDY 4,050 4,200 150 3.70