Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:43 WIB. Prancis - Pegawai kereta di Prancis lanjutkan aksi mogok kerja.
  • 23:42 WIB. Suriah - WNI diimbau tidak melakukan perjalanan ke Suriah.
  • 23:41 WIB. Palestina - Indonesia dukung perlindungan dua situs warisan budaya dunia di Palestina.
  • 23:40 WIB. Suriname - Menteri Pendidikan Suriname apresiasi program beasiswa Indonesia.
  • 23:39 WIB. Vietnam - Ekspor produk otomotif Indonesia kembali masuki Vietnam.
  • 23:38 WIB. Sawit - Indonesia siap hadapi rencana Uni Eropa terkait biofuel kelapa sawit.
  • 23:37 WIB. Retno Marsudi - Gempur Suriah, Menlu RI panggil dubes AS, Prancis, dan Inggris.
  • 23:35 WIB. Suriah - Ratusan warga Suriah kembali ke Lebanon.
  • 23:34 WIB. Qatar - Militer Qatar ikuti latihan gabungan dengan Arab Saudi.
  • 22:49 WIB. PLN - PLN targetkan pasokan listrik Asian Games di Bekasi rampung Juni.
  • 22:48 WIB. BNI - BNI berupaya pacu gesekan kartu kredit mereka jelang Ramadan.
  • 22:47 WIB. BTN - UUS BTN salurkan pembiayaan Rp18,8 triliun di kuartal I 2018.
  • 22:46 WIB. BTN - Hingga 31 Maret 2018, BTN telah salurkan kredit perumahan dengan nilai kredit sebesar Rp24,25 triliun.
  • 22:45 WIB. BTN - Hingga 31 Maret 2018, BTN telah salurkan kredit perumahan untuk 278.262 unit rumah.
  • 22:44 WIB. BTN - BTN catat pertumbuhan kredit sebesar 19,34%¬†sepanjang kuartal I 2018.

Pesawat Nurtanio Perlu Dukungan Anggaran

Foto Berita Pesawat Nurtanio Perlu Dukungan Anggaran
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VII DPR Herman Khaeron mengingatkan bahwa proyek pesawat perintis N219 "Nurtanio" memerlukan dukungan anggaran guna menjalani uji terbang tahun 2018 agar mendapatkan sertifikat laik terbang untuk siap dipasarkan.

"Kami sepakat kekurangan anggaran ini akan dibahas di APBN Perubahan dan jika masih bisa dengan anggaran-anggaran lain maka kami berterima kasih kepada pihak eksekutif sehingga penyelesaian Project N219 tidak lagi terkendala oleh ketersediaan anggaran," kata Herman Khaeron dalam rilis yang diterima di Jakarta, Minggu (24/12/2017).

Politisi Partai Demokrat itu mengingatkan bahwa pesawat N219 merupakan karya anak bangsa yang harus mendapatkan semua pihak dan jangan hanya terhenti sebatas proyek riset.

Untuk itu, ujar dia, proyek tersebut harus sampai kepada produksi komersial dan yang akan bertanggung jawab akan komersialisasi pesawat anak negeri tersebut adalah PT Dirgantara Indonesia.

Ia menyatakan, Indonesia wajib memiliki industri kedirgantaraan karena sebagai negara kepulauan yang banyak jumlahnya. Angkutan udara dapat menghubungkan antarpulau dengan cara yang lebih cepat, efisien, dan efektif. "Kalau tidak memiliki pabriknya maka kita hanya akan menjadi pasar bagi negara lain," ucapnya.

Herman Khaeron juga meyakini kemampuan PT Dirgantara Indonesia saat ini mampu berinovasi dan melahirkan karya-karya yang lebih baik dan lebih hebat.

Untuk itu, ujar dia, tidak hanya Komisi VII, tetapi DPR bersama-sama pemerintah harus memulai kesepakatan ke depan agar industri strategis ini dapat terus didorong dan didukung oleh kapablitas fiskal yang memadai agar bisa melakukan akselerasi di bidang kedirgantaraan.

Sebelumnya, Ketua MPR Zulkifli Hasan mendorong penjualan pesawat buatan dalam negeri N219 dengan meminta instansi Pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membeli pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia tersebut.

"Kita dukung industri dalam negeri, ini penting sekali untuk masa depan Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah mendukung penuh ini, apakah itu TNI AD, AL, AU, Polisi, pesan ke sini (PT DI)," kata Zulkifli dalam kunjungan kerjanya ke Bandung, Senin (11/12/2017).

Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, pesawat N219 bisa digunakan untuk penerbangan komersial jarak dekat seperti Bandung-Jakarta atau Bandung-Semarang. Biaya yang dikeluarkan apabila menggunakan Pesawat N219 (jenis turboprop) akan lebih murah dibandingkan menggunakan pesawat jet.

N219 merupakan pesawat buatan PT DI bekerja sama dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan). Pesawat tersebut diberi nama sesuai dengan pahlawan Indonesia, yakni Laksamana Muda Udara (Anumerta) Nurtanio Pringgoadisuryo.

Pesawat Nurtanio dirancang untuk terbang ke daerah terpencil dengan landasan udara pendek sekitar 500 meter. Berkapasitas angkut 19 penumpang dengan total muatan 2,3 ton, pesawat itu digerakkan dengan dua mesin turboprop produksi Pratt and Whitney Aircraft of Canada Limited PT6A-42 masing-masing bertenaga 850 SHP. (FNH/Ant)

Tag: Pesawat Nurtanio, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Komisi VII DPR, Herman Khaeron

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: PT Dirgantara Indonesia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6355.901 35.896 575
2 Agriculture 1724.853 2.203 19
3 Mining 1958.774 38.013 44
4 Basic Industry and Chemicals 797.706 12.060 70
5 Miscellanous Industry 1310.998 27.592 44
6 Consumer Goods 2667.146 20.497 45
7 Cons., Property & Real Estate 510.364 2.141 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.567 1.601 64
9 Finance 1147.645 -0.235 90
10 Trade & Service 936.739 0.371 134
No Code Prev Close Change %
1 BINA 620 775 155 25.00
2 INPS 1,950 2,430 480 24.62
3 TIFA 214 266 52 24.30
4 PNSE 950 1,180 230 24.21
5 PGLI 164 200 36 21.95
6 ALMI 270 324 54 20.00
7 ALKA 382 450 68 17.80
8 INAI 418 490 72 17.22
9 IMAS 1,720 2,000 280 16.28
10 LMAS 69 80 11 15.94
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 214 164 -50 -23.36
2 FISH 2,100 1,800 -300 -14.29
3 PDES 1,300 1,125 -175 -13.46
4 JPRS 188 164 -24 -12.77
5 BAPA 151 132 -19 -12.58
6 CSIS 640 565 -75 -11.72
7 KOIN 294 264 -30 -10.20
8 PKPK 262 236 -26 -9.92
9 TRIL 91 83 -8 -8.79
10 NIRO 98 90 -8 -8.16
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 69 80 11 15.94
2 TIFA 214 266 52 24.30
3 JPRS 188 164 -24 -12.77
4 MNCN 1,385 1,405 20 1.44
5 HELI 296 300 4 1.35
6 IKAI 605 610 5 0.83
7 TKIM 7,775 9,000 1,225 15.76
8 PTBA 3,480 3,280 -200 -5.75
9 ANTM 885 935 50 5.65
10 INCO 3,380 3,800 420 12.43