Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:39 WIB. Tri - Tri sebut pelanggannya sudah teregistrasi sesuai aturan.
  • 08:38 WIB. Asus - Asus janji Zenfone Max Pro M2 dan Max M2 tak jadi ponsel gaib.
  • 08:37 WIB. Alipay - Alipay cari inovasi digital di Asia Tenggara.
  • 08:34 WIB. Apple - Seruan boikot iPhone menggema di China.
  • 08:33 WIB. Vivo - Ponsel dua layar Vivo dirilis bawa RAM 10 GB.
  • 08:28 WIB. Harbolnas - Harbolnas target cetak transaksi Rp7 triliun.
  • 08:27 WIB. Tri - Tri akan gelar 8 ribu BTS di daerah yang belum mereka sentuh.
  • 08:25 WIB. Huawei - Petinggi Huawei bebas dengan jaminan Rp108 miliar.
  • 08:22 WIB. Indosat - Indosat ekspansi 4G+ ke Sumatera.
  • 07:58 WIB. Samsung - Samsung kembangkan mobil otonom gunakan 5G.
  • 07:44 WIB. Google - Google tak akan luncurkan mesin pencari di China. 
  • 18:53 WIB. Pakistan - Indonesia gencarkan diversifikasi produk impor ke Pakistan.
  • 18:51 WIB. Dubai - Dubai hadirkan supermarket di tengah lautan.
  • 18:50 WIB. Singapura - Studi: Hanya separuh warga Singapura dapatkan cukup tidur di malam hari.

Pemerintah Wajib Kaji Ulang Pembentukan Perusahaan Induk Migas

Foto Berita Pemerintah Wajib Kaji Ulang Pembentukan Perusahaan Induk Migas
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah diminta mempertimbangkan kembali rencana pembentukan perusahaan induk (holding) BUMN antara PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero) Tbk.

"Mohon dapat dipertimbangkan kembali rencana pembentukan 'holding' migas, supaya dalam memosisikan PGN, yang merupakan agen pembangunan, menjadi lebih tepat guna sesuai kebutuhan negara kita," kata seorang karyawan PGN Sri Budi Mayaningsih dalam suratnya kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang salinannya diperoleh di Jakarta, Rabu.

Dalam suratnya tertanggal 22 Desember 2017 ia meminta pemerintah memperkuat dan memperbesar PGN.

"Dengan demikian, PGN dapat fokus berperan sebagai pemimpin dalam pengelolaan gas nasional demi membangun dan mewujudkan cita-cita nasional yaitu adanya energi yang berkeadilan dan terwujudnya kedaulatan dan kemandirian energi nasional," kata Sri Budi.

Karyawan, yang sudah mengabdi selama 31 tahun di PGN tersebut mengatakan PGN adalah BUMN yang didirikan pendiri bangsa sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia Ir Soekarno pada 13 Mei 1965 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 1965.

"PGN dibangun dengan satu misi yaitu sebagai pengemban amanat konstitusi untuk mengelola gas bumi demi sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat, sesuai dengan amanat Pasal 33 UUD 1945," ujar Sri Budi.

Ia menambahkan sebagian gas bumi berupa gas alam cair (liquified natural gas/LNG) diekspor, padahal seharusnya dinikmati sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat Indonesia sesuai amanat konstitusi Pasal 33.

"Ibu-ibu bisa memasak dengan gas bumi, anak-anak bisa belajar dengan penerangan listrik yang cukup, yang semuanya dibangkitkan dengan bahan bakar dari gas bumi. Dengan demikian pendidikan di Indonesia bisa dikembangkan secara merata sampai ke pelosok-pelosok," ujarnya.

Untuk mewujudkan itu, menurut Sri Budi, maka PGN sebetulnya memiliki tugas yang sangat besar yaitu membangun infrastruktur gas bumi yang menghubungkan sumber gas bumi sampai ke rumah-rumah.

Tag: Bahan Bakar Minyak (BBM), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6076.587 -34.773 620
2 Agriculture 1506.543 8.473 20
3 Mining 1747.761 9.817 47
4 Basic Industry and Chemicals 820.676 -23.288 71
5 Miscellanous Industry 1382.059 4.150 45
6 Consumer Goods 2483.389 -20.063 49
7 Cons., Property & Real Estate 444.822 -4.105 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1031.916 -11.848 71
9 Finance 1162.012 -1.035 91
10 Trade & Service 790.383 -0.185 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 280 350 70 25.00
2 DEAL 394 492 98 24.87
3 OASA 246 298 52 21.14
4 TFCO 650 780 130 20.00
5 MERK 6,475 7,725 1,250 19.31
6 KPAS 505 600 95 18.81
7 RODA 388 450 62 15.98
8 PTSN 805 920 115 14.29
9 PDES 1,500 1,700 200 13.33
10 ARTA 406 458 52 12.81
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 290 220 -70 -24.14
2 YPAS 725 570 -155 -21.38
3 NUSA 158 136 -22 -13.92
4 RIMO 186 162 -24 -12.90
5 LUCK 705 615 -90 -12.77
6 MPOW 120 105 -15 -12.50
7 KPAL 338 300 -38 -11.24
8 CPIN 7,000 6,300 -700 -10.00
9 SILO 3,850 3,500 -350 -9.09
10 LPIN 950 865 -85 -8.95
No Code Prev Close Change %
1 RIMO 186 162 -24 -12.90
2 SRIL 366 370 4 1.09
3 KPAS 505 600 95 18.81
4 NUSA 158 136 -22 -13.92
5 PTBA 4,020 4,280 260 6.47
6 TLKM 3,680 3,620 -60 -1.63
7 WSKT 1,845 1,795 -50 -2.71
8 BHIT 57 60 3 5.26
9 BBRI 3,610 3,620 10 0.28
10 DEAL 394 492 98 24.87