Portal Berita Ekonomi Senin, 16 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:29 WIB. KAI - PT KAI berhentikan KA Kuala Stabas Premium di Stasiun Blambanganumpu, Lampung, mulai 16 Juli 2018.
  • 21:27 WIB. Bulog - Perum Bulog siapkan 11 ribu ton beras premium sachet berisi 200 gram seharga Rp2.500 per sachet.
  • 21:25 WIB. Bulog - Perum Bulog Subdivisi Regional Banyumas Jateng mulai serap gabah dari petani.
  • 21:24 WIB. Pertamina - Pertamina MOR 1 serahkan bantuan bagi korban kebakaran rumah di Batam, Kepulauan Riau.
  • 21:18 WIB. Pertamina - Pertamina MOR VIII Maluku-Papua berlakukan program BBM Satu Harga di Fayit, Asmat.
  • 21:17 WIB. Pertamina - Konsumsi avtur pada musim haji 2018 di wilayah Pertamina MOR V diprediksi naik.
  • 21:16 WIB. Pertamina - Pertamina Lubricants gelar pelatihan otomotif bagi puluhan pelajar lulusan SMK di NTT.
  • 21:15 WIB. BPJS - BPJS Ketenagakerjaan Magelang gandeng 12 perusahaan rekanan untuk lakukan co-marketing.
  • 21:14 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan Makassar catat tunggakan Rp132 miliar dari peserta mandiri dan PBI di Sulsel.
  • 21:12 WIB. BMRI - Rajin tawarkan kredit, Bank Mandiri yakin bisnis payroll naik kencang di semester II.
  • 21:11 WIB. BMRI - Bank Mandiri catat pertumbuhan kredit payroll sebesar 30% YoY pada semester I 2018.
  • 19:07 WIB. Mandiri - Bank Mandiri dikabarkan akan ikut dalam pendanaan akuisisi 51% saham Freeport.
  • 19:06 WIB. BRI - BRI akan ikut biayai pembelian saham Freeport Indonesia.
  • 19:04 WIB. Pegadaian - The Gade Coffee and Gold merupakan cabang ke-15 dari target 36 gerai yang akan dibangun Pegadaian.
  • 19:03 WIB. Pegadaian - Incar nasabah milenial, Pegadaian buka Kafe Gade di Bogor.

Rempeyek yang Membawa Keberuntungan

Foto Berita Rempeyek yang Membawa Keberuntungan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dari menjual rempeyek warungan hingga menjadi produk ekspor, Harimastutik (57) mengaku selalu mendapatkan keberuntungan. Hal itu diungkapkannya kepada Warta Ekonomi beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurutnya, di awal berbisnis, ia sudah mendapatkan keberuntungan besar berupa order dari luar negeri yang jumlahnya cukup besar. Padahal, saat itu ia tidak berpikir bahwa usaha rempeyek yang ia jalani sebagai pengisi waktu usai kepergian sang suami akan menjadi usaha yang besar bahkan mampu diekspor. Kemudian, keberuntungan lain terus dialami Har, sapaan akrabnya, sepanjang perjalanan bisnis rempeyeknya. 

Kala itu, Har sedang merapikan tumpukan rempeyek yang sudah dikemas dan ditatanya di depan rumah. Tiba-tiba seorang wartawan mendatanginya tanpa menyebutkan identitasnya sebagai wartawan. "Nah, saat itu dia ambil fotonya dan sempat nanya-nanya ke saya. Saya tidak tahu kalau ternyata dia lagi wawancara  dan dimasukan berita (koran)," cerita Har. 

Keesokan harinya, koran yang berisi berita tentang rempeyek rumahan yang mampu ekspor pun sampai di meja Walikota Batu, Malang, Jawa Timur. Melihat ada warganya yang berhasil mengekspor produk rumahan, Dinas terkait pun akhirnya diminta untuk mendatangi rumah Har. "Pada saat itu saya takut karena saya tidak ngerti orang dinas. Saya pikir dia mau interogasi atau apa. Terus, akhirnya saya bilang tidak mengerti ekspor, Pak. Saya hanya ditelepon orang, nanya rempeyek. Nanya kapasitas berapa. Sekitar satu kuintal saat itu uangnya hampir 10 juta. Terus ditanya lagi, Ibu sudah kirim? Saya jawab sudah. Nah, bapak itu bilang, itu namanya ekspor," cerita Har lagi. 

Kepala dinas koperasi dan UKM itu pun menawarkan kepada Har agar usaha rempeyeknya menjadi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan akan dibina melalui pelatihan-pelatihan usaha nantinya. Har pun sempat mempertanyakan tentang status pelatihan yang ia khawatirkan berbayar karena kemampuan finansialnya saat itu masih tergolong rendah. 

"Karena saya tidak punya modal. Aaat itu modal untuk peyek saja, punya hanya Rp250 ribu. Saya belanjakan Rp200 ribu, sisa Rp50 ribu. Terus saya pake bayar untuk jasa yang goreng di rumah yang ikut membantu.  Jadi, saat itu sangat minim banget. Nah, itu sekitar tahun 2011. Itu setelah bapak meninggal tahun 2010. Ya, saat itu setahun setelah meninggal almarhum suami saya, keadaan saya tidak stabil. Untuk menghilangkan kekosongan, saya kerjakan itu usaha rempeyek," ungkapnya. 

Bermula dari tawaran itulah kemudian Har mulai rajin mengikuti berbagai pelatihan dan pameran dari yang gratis hingga yang berbayar. Tekadnya hanya satu, yaitu mengetahui ilmu bisnis dan mengerti harus dibawa ke mana usaha rempeyeknya. Hingga suatu hari, Har pun kembali mendapat tawaran untuk memgikuti ekspo, dengan harga diskon yang diberikan dinas karena melihat potensi produknya yang cukup besar. 

Sempat merasa pesimis karena produk lainnya yang mengikuti ekspo memiliki kemasan yang lebih bagus dari produknya. Ia merasa produknya sangat rumahan. Berbagai UKM dari beberapa provinsi pun tampak lebih menarik di mata Har yang saat itu belum optimis. Namun, Har tidak menyiakan kesempatan untuk mengambil pelajaran dari produk-produk lain yang terlihat sudah sangat siap menjadi UKM. 

"Dan di situ Alhamdulillah, di situ ketemu orang Korea sama Taiwan. Nah, pada akhirnya nambahlah kiriman saya yang ke ekspor, kemudian juga dari Singapura sama Pakistan," akunya. 

Tag: Entrepreneur, Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5905.158 -38.916 597
2 Agriculture 1428.601 -13.698 19
3 Mining 2009.628 -15.994 46
4 Basic Industry and Chemicals 772.710 -8.697 70
5 Miscellanous Industry 1174.590 -16.209 45
6 Consumer Goods 2447.240 -28.240 46
7 Cons., Property & Real Estate 444.098 -5.640 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1068.450 -15.987 70
9 Finance 1035.648 1.145 91
10 Trade & Service 883.943 2.056 143
No Code Prev Close Change %
1 UNIT 248 310 62 25.00
2 TCPI 700 875 175 25.00
3 DYAN 64 78 14 21.88
4 AIMS 202 246 44 21.78
5 OKAS 222 270 48 21.62
6 SRSN 59 70 11 18.64
7 RBMS 141 164 23 16.31
8 DPNS 350 396 46 13.14
9 GEMA 276 310 34 12.32
10 CNTX 530 590 60 11.32
No Code Prev Close Change %
1 MLPT 910 690 -220 -24.18
2 YPAS 725 605 -120 -16.55
3 PEGE 173 149 -24 -13.87
4 SKYB 310 270 -40 -12.90
5 INCF 146 129 -17 -11.64
6 MGRO 422 380 -42 -9.95
7 NICK 141 127 -14 -9.93
8 TOPS 955 865 -90 -9.42
9 KBLV 515 470 -45 -8.74
10 TNCA 186 170 -16 -8.60
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 705 660 -45 -6.38
2 MSIN 505 490 -15 -2.97
3 BBRI 2,970 2,970 0 0.00
4 RBMS 141 164 23 16.31
5 IMAS 2,960 2,880 -80 -2.70
6 TLKM 4,020 3,940 -80 -1.99
7 KREN 725 715 -10 -1.38
8 INKP 19,900 19,525 -375 -1.88
9 PGAS 1,685 1,640 -45 -2.67
10 DYAN 64 78 14 21.88