Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:30 WIB. Puasa - Otoritas Arab Saudi akan hukum pedagang jika naikkan harga selama bulan Ramadan.
  • 16:29 WIB. Puasa - Otoritas Arab Saudi akan hukum pedagang jika naikkan harga selama bulan Ramadan.
  • 16:27 WIB. Transgender - Pakistan buka sekolah transgender pertama.
  • 16:26 WIB. Rusia - G7 siap jatuhkan sanksi baru kepada Rusia.
  • 16:24 WIB. Jepang - Pesawar tempur F-35 AS lakukan pendaratan darurat di Jepang.
  • 16:23 WIB. Kuba - Pemimpin Kuba temui presiden Bolivia, Eva Morales, dalam rangka perkuat hubungan kedua negara.
  • 16:20 WIB. 5G - China akan terapkan teknologi 5G pada paruh kedua 2019.
  • 16:19 WIB. Nuklir - Iran peringatkan AS soal kesepakatan nuklir, atau akan menghadapi konsekuensinya.
  • 16:17 WIB. Yaman - Houthi umumkan petinggi mereka tewas dalam serangan koalisi Saudi di Yaman.
  • 16:16 WIB. Afghanistan - UNICEF khawatirkan kondisi setengah juta anak di Afghanistan yang terdampak kekeringan.
  • 16:13 WIB. Irak - Republik Ceko dan Irak perkuat kerja sama dalam hal penanganan kasus terorisme.
  • 15:46 WIB. Politik - Polri sebut hoaks soal isu razia kaos #2019GantiPresiden.
  • 15:45 WIB. Jakarta - Gubernur Anies sebut kebutuhan pokok di Jakarta selama Ramadan tetap aman.
  • 15:44 WIB. Pilpres - Presiden Jokowi sindir Menteri Susi yan mau jadi Capres.
  • 15:43 WIB. Hukum - Wapres JK sampaikan rasa prihatin atas vonis kepada Setya Novanto.

Rempeyek yang Membawa Keberuntungan

Foto Berita Rempeyek yang Membawa Keberuntungan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dari menjual rempeyek warungan hingga menjadi produk ekspor, Harimastutik (57) mengaku selalu mendapatkan keberuntungan. Hal itu diungkapkannya kepada Warta Ekonomi beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurutnya, di awal berbisnis, ia sudah mendapatkan keberuntungan besar berupa order dari luar negeri yang jumlahnya cukup besar. Padahal, saat itu ia tidak berpikir bahwa usaha rempeyek yang ia jalani sebagai pengisi waktu usai kepergian sang suami akan menjadi usaha yang besar bahkan mampu diekspor. Kemudian, keberuntungan lain terus dialami Har, sapaan akrabnya, sepanjang perjalanan bisnis rempeyeknya. 

Kala itu, Har sedang merapikan tumpukan rempeyek yang sudah dikemas dan ditatanya di depan rumah. Tiba-tiba seorang wartawan mendatanginya tanpa menyebutkan identitasnya sebagai wartawan. "Nah, saat itu dia ambil fotonya dan sempat nanya-nanya ke saya. Saya tidak tahu kalau ternyata dia lagi wawancara  dan dimasukan berita (koran)," cerita Har. 

Keesokan harinya, koran yang berisi berita tentang rempeyek rumahan yang mampu ekspor pun sampai di meja Walikota Batu, Malang, Jawa Timur. Melihat ada warganya yang berhasil mengekspor produk rumahan, Dinas terkait pun akhirnya diminta untuk mendatangi rumah Har. "Pada saat itu saya takut karena saya tidak ngerti orang dinas. Saya pikir dia mau interogasi atau apa. Terus, akhirnya saya bilang tidak mengerti ekspor, Pak. Saya hanya ditelepon orang, nanya rempeyek. Nanya kapasitas berapa. Sekitar satu kuintal saat itu uangnya hampir 10 juta. Terus ditanya lagi, Ibu sudah kirim? Saya jawab sudah. Nah, bapak itu bilang, itu namanya ekspor," cerita Har lagi. 

Kepala dinas koperasi dan UKM itu pun menawarkan kepada Har agar usaha rempeyeknya menjadi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan akan dibina melalui pelatihan-pelatihan usaha nantinya. Har pun sempat mempertanyakan tentang status pelatihan yang ia khawatirkan berbayar karena kemampuan finansialnya saat itu masih tergolong rendah. 

"Karena saya tidak punya modal. Aaat itu modal untuk peyek saja, punya hanya Rp250 ribu. Saya belanjakan Rp200 ribu, sisa Rp50 ribu. Terus saya pake bayar untuk jasa yang goreng di rumah yang ikut membantu.  Jadi, saat itu sangat minim banget. Nah, itu sekitar tahun 2011. Itu setelah bapak meninggal tahun 2010. Ya, saat itu setahun setelah meninggal almarhum suami saya, keadaan saya tidak stabil. Untuk menghilangkan kekosongan, saya kerjakan itu usaha rempeyek," ungkapnya. 

Bermula dari tawaran itulah kemudian Har mulai rajin mengikuti berbagai pelatihan dan pameran dari yang gratis hingga yang berbayar. Tekadnya hanya satu, yaitu mengetahui ilmu bisnis dan mengerti harus dibawa ke mana usaha rempeyeknya. Hingga suatu hari, Har pun kembali mendapat tawaran untuk memgikuti ekspo, dengan harga diskon yang diberikan dinas karena melihat potensi produknya yang cukup besar. 

Sempat merasa pesimis karena produk lainnya yang mengikuti ekspo memiliki kemasan yang lebih bagus dari produknya. Ia merasa produknya sangat rumahan. Berbagai UKM dari beberapa provinsi pun tampak lebih menarik di mata Har yang saat itu belum optimis. Namun, Har tidak menyiakan kesempatan untuk mengambil pelajaran dari produk-produk lain yang terlihat sudah sangat siap menjadi UKM. 

"Dan di situ Alhamdulillah, di situ ketemu orang Korea sama Taiwan. Nah, pada akhirnya nambahlah kiriman saya yang ke ekspor, kemudian juga dari Singapura sama Pakistan," akunya. 

Tag: Entrepreneur, Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6229.635 -78.513 575
2 Agriculture 1722.371 6.370 19
3 Mining 1919.443 -33.172 44
4 Basic Industry and Chemicals 789.595 -7.216 70
5 Miscellanous Industry 1264.767 -18.889 44
6 Consumer Goods 2549.123 -61.872 45
7 Cons., Property & Real Estate 500.752 -5.526 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1087.256 11.099 64
9 Finance 1120.332 -20.452 90
10 Trade & Service 942.879 -0.426 134
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 145 37 34.26
2 OASA 248 310 62 25.00
3 BIMA 97 118 21 21.65
4 RAJA 665 805 140 21.05
5 PTIS 328 394 66 20.12
6 GHON 1,185 1,400 215 18.14
7 NAGA 216 248 32 14.81
8 MLPT 710 800 90 12.68
9 CNTX 570 640 70 12.28
10 BPFI 525 580 55 10.48
No Code Prev Close Change %
1 BUVA 585 474 -111 -18.97
2 INPS 2,600 2,150 -450 -17.31
3 KDSI 1,010 910 -100 -9.90
4 SONA 3,100 2,800 -300 -9.68
5 RODA 550 500 -50 -9.09
6 TAXI 144 132 -12 -8.33
7 DEFI 1,095 1,005 -90 -8.22
8 BINA 685 630 -55 -8.03
9 HELI 258 238 -20 -7.75
10 CARS 1,950 1,820 -130 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 145 37 34.26
2 RAJA 665 805 140 21.05
3 AUTO 1,545 1,640 95 6.15
4 BBRI 3,580 3,490 -90 -2.51
5 UNVR 50,800 48,000 -2,800 -5.51
6 TKIM 9,725 9,950 225 2.31
7 BAPA 171 180 9 5.26
8 TLKM 3,750 3,830 80 2.13
9 UNTR 37,600 37,900 300 0.80
10 MNCN 1,410 1,395 -15 -1.06

Recommended Reading

Selasa, 24/04/2018 15:12 WIB

Facebook Belum Jawab Surat dari Indonesia

Selasa, 24/04/2018 14:18 WIB

Papa Novanto Divonis 15 Tahun Penjara

Selasa, 24/04/2018 09:12 WIB

5 Tips Membuat Pitching Berkesan

Selasa, 24/04/2018 08:58 WIB

7 Manfaat Ekspansi Bisnis

Selasa, 24/04/2018 08:28 WIB

Fadel Perjuangkan Komoditas Sawit Indonesia

Selasa, 24/04/2018 07:23 WIB

Ketika Jokowi Menjelma Jadi Bapak Papua