Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:07 WIB. Jayapura - PLN ungkap tunggakan pelanggan Jayapura capai Rp31,8 miliar hingga akhir 2017.
  • 19:53 WIB. Antam - Antam dan Newcrest bentuk JV dalam kegiatan eksplorasi emas.
  • 19:51 WIB. Pertamina - Pertamina akui tidak lagi impor solar pada 2018. 
  • 19:49 WIB. Pertamina - Pertamina olah sekitar 500 ribu bph minyak dari produksi nasional sekitar 800 ribu bph.
  • 19:44 WIB. Medan - Pertamina dukung penindakan hukum pada pelaku pengoplosan elpiji 3 kg.
  • 19:42 WIB. Kaltim - Pertamina, Kemnaker, & Pemprov Kaltim adakan pelatihan bagi 5.000 tenaga kerja lokal.
  • 19:39 WIB. Pertamina - Produksi migas Pertamina dari luar negeri capai 104 ribu BOEPD pada 2017.
  • 19:32 WIB. Taspen - Taspen gandeng PT Sigma Cipta Caraka untuk digitalisasi pembayaran pensiun pada kuartal I/2018.
  • 19:22 WIB. Taspen - Taspen incar perolehan hasil investasi sebesar Rp19 triliun hingga akhir 2018.
  • 19:05 WIB. MTF - MTF catat booking sebesar Rp 22,2 triliun pada 2017, meningkat 19,7% dari realisasi tahun 2016. 
  • 19:00 WIB. INKA - INKA klaim LRT buatannya adalah generasi terbaru dan lebih modern karena pakai moving block.
  • 18:54 WIB. Mandiri - Bank Mandiri memproyeksi GWM averaging bisa tingkatkan pendapatan.
  • 18:49 WIB. BTN - BTN memproyeksi GWM oleh BI tak banyak pengaruhi rencana bisnis.
  • 18:27 WIB. BNI - BNI akan optimalkan kebijakan otoritas fiskal, keuangan, dan moneter pada 2018.
  • 18:25 WIB. BNI - Bisnis surat-surat berharga BNI tumbuh 26% sepanjang 2017.

BNI Asset Management Luncurkan Indeks IDX30

Foto Berita BNI Asset Management Luncurkan Indeks IDX30
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT BNI Asset Management (BNI-AM) hari ini resmi meluncurkan Reksa Dana Indeks berbasis IDX30 yang diberi nama BNI-AM Indeks IDX30. Adapun tujuan dibentuknya RD BNI-AM Indeks IDX30 adalah sebagai alternatif pilihan bagi investor yang menginginkan strategi investasi pasif mengingat dalam 3 tahun terakhir sebagian besar reksa dana pengelolaan aktif kesulitan untuk mengalahkan tolak ukur.

"Indeks IDX30 ini kami pilih karena merupakan saham-saham yang memiliki kapitalisasi terbesar dan likuiditas perdagangan yang tinggi," ujar Direktur Utama BNI Asset Management Reita Farianti di Jakarta, Selasa (28/12/2017).

Menurutnya, perusahaan memang bukan yang pertama meluncurkan produk reksa dana berbasis IDX30 ini. Pasalnya, ada beberapa perusahaan Asset Management yang juga sudah memiliki produk mirip dengan produk RD BNI-AM Indeks IDX30 ini.

"Perbedaannya adalah bagaimana membedakan dana kelolaan (AUM)-nya," ujar Reita.

Kendati demikian, Reita tetap optimis kalau produk baru besutannya ini akan mendapat respons positif dari berbagai kalangan investor. Apalagi, Indeks IDX30 tidak lepas dari dukungan BNI Life yang mempercayakan investasinya pada RD BNI-AM Indeks IDX30 milik perusahaan dengan investasi sebesar Rp440 miliar. Pada tahun depan, untuk RD BNI-AM Indeks IDX30 ini ditargetkan dapat menghimpun dana kelolaan mencapai Rp1 triliun.

"Saya optimis, mudah-mudahan target itu dapat tercapai tahun depan," terangnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Reita mengatakan, perusahaan akan melakukan berbagai macam strategi. Salah satunya dengan memperluas channel dan mempermudah layanan nasabah.

"Kalau saat ini untuk memiliki RD BNI-AM Indeks IDX30, memang harus ke kantor kami. Namun, ke depan kami akan bekerja sama dengan BNI guna mempermudah nasabah dalam memiliki RD BNI-AM Indeks IDX30. Nantinya beli reksa dana ini bisa lewat fasilitas yang Bank BNI miliki," tegasnya.

Terkait tujuan pasar RD BNI-AM Indeks IDX30, Reita mengaku pihaknya melulu mengincar investor besar seperti korporat, Dapen, atau yang lainnya. Namun, BNI-AM memprioritaskan investor ritel untuk bisa memiliki RD BNI-AM Indeks IDX30. "Retail Client tetap jadi prioritas kami," ucapnya. 

Selain dari murahnya reksa dana ini yang hanya dengan Rp100 ribu, nasabah bisa memiliki saham-saham pilihan di dalam IDX30, menurut Reita, return yang ditawarkan juga sangat menarik. Bahkan, tahun depan diestimasikan return dari reksa dana ini bisa mencapai 16% hingga 18%. "Itu asumsi jika IHSG di 15% atau hampir 7.000 pada tahun depan," tandas Rieta.

Tag: PT BNI Asset Management (BNI AM), Reita Farianti, Reksa Dana

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,572.42 3,536.60
British Pound GBP 1.00 18,620.54 18,430.33
China Yuan CNY 1.00 2,087.92 2,067.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,398.00 13,264.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,739.84 10,629.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.36 1,696.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,149.23 10,044.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,405.85 16,240.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.50
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.92 11,944.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6490.896 18.230 571
2 Agriculture 1614.151 -12.818 19
3 Mining 1847.251 16.461 43
4 Basic Industry and Chemicals 713.346 6.521 69
5 Miscellanous Industry 1390.504 10.945 43
6 Consumer Goods 2913.928 21.201 47
7 Cons., Property & Real Estate 517.165 -1.786 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1183.330 2.390 62
9 Finance 1149.039 -2.770 90
10 Trade & Service 937.456 2.920 133
No Code Prev Close Change %
1 FINN 116 156 40 34.48
2 LCKM 486 605 119 24.49
3 TFCO 620 720 100 16.13
4 MPPA 430 486 56 13.02
5 PCAR 1,480 1,670 190 12.84
6 SKBM 670 750 80 11.94
7 OMRE 1,700 1,900 200 11.76
8 ESTI 73 81 8 10.96
9 GJTL 745 825 80 10.74
10 ARTA 268 296 28 10.45
No Code Prev Close Change %
1 RALS 1,500 1,240 -260 -17.33
2 FMII 600 500 -100 -16.67
3 IKAI 126 114 -12 -9.52
4 CANI 254 234 -20 -7.87
5 DWGL 540 498 -42 -7.78
6 MBTO 174 161 -13 -7.47
7 AISA 615 570 -45 -7.32
8 DSNG 420 392 -28 -6.67
9 INCF 202 190 -12 -5.94
10 PYFA 197 186 -11 -5.58
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,200 2,350 150 6.82
2 BMTR 650 650 0 0.00
3 AISA 615 570 -45 -7.32
4 GJTL 745 825 80 10.74
5 ENRG 165 168 3 1.82
6 BBNI 9,500 9,425 -75 -0.79
7 TLKM 4,170 4,160 -10 -0.24
8 BUMI 286 288 2 0.70
9 KREN 555 550 -5 -0.90
10 INDY 4,050 4,200 150 3.70