Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:00 WIB. IHSG - Senin sore, IHSG ditutup 0,04% ke level 6.450,83. 
  • 15:25 WIB. Rupiah - Pukul 15.25 WIB, rupiah melemah 0,35% ke level Rp14.225 per dolar AS. 
  • 15:24 WIB. Diversifikasi Portofolio - Elnusa akan lanjutkan strategi diversifikasi portofolio untuk raih kinerja posiif di tahun 2019.
  • 15:23 WIB. Penyertaan Saham - Leo Investment tingkatkan penyertaan saham sebanyak 830 saham baru dalam PT Sarana Instrument.
  • 15:23 WIB. Panel Surya - Chandra Asri gandeng Total Solar untuk pasang instalasi panle surya di pabrik Chandra Asri Cilegon.
  • 14:54 WIB. Renault - Grup Nusantara comot bisnis Renault dari Indomobil.

Tahun Politik 2018, Menjaga Asa di Sektor Pasar Modal Indonesia (1)

Foto Berita Tahun Politik 2018, Menjaga Asa di Sektor Pasar Modal Indonesia (1)
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pasar modal Indonesia optimis akan melewati tahun 2017 dengan sejumlah catatan positif. Kinerja industri pasar modal salah satunya dapat dilihat dari pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data BEI, sejak awal tahun hingga 27 Desember 2017, IHSG membukukan kenaikan sebesar 19,21 persen menjadi ke 6.314,05 poin, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp6.992,62 triliun. IHSG, bahkan beberapa kali mencatatkan rekor terbarunya di sepanjang sejarah industri pasar modal Indonesia.

Pertumbuhan pasar modal itu tidak lepas dari besarnya atau solidnya dukungan fundamental ekonomi Indonesia. Sejumlah lembaga pemeringkat internasional telah menyematkan "investmen grade" atau kelayakan investasi kepada Indonesia di tahun ini.

Berdasarkan data, pada 8 Februari 2017 lalu, lembaga pemeringkat Moody's Investors Service (Moody's) memperbaiki Outlook Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari Stabil menjadi Positif, sekaligus mengafirmasi rating pada Baa3 (Investment Grade).

Kemudian pada 19 Mei 2017, lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) menempatkan Indonesia pada Investment Grade dengan menaikkan peringkat Indonesia pada level BBB- (triple B minus) dengan outlook stabil. Belum lama ini, Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) juga meningkatkan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia menjadi BBB (triple B) dengan outlook stabil pada 20 Desember 2017.

Status "investment grade" menunjukkan optimisme dunia internasional atas prospek kinerja ekonomi Indonesia di tengah tantangan domestik maupun global. Maka itu, kebijakan pemerintah Indonesia yang telah dilaksanakan harus terus dikelola dengan baik sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat berkelanjutan dan berkesinambungan yang akhirnya memicu aliran dana investor asing terus masuk ke dalam negeri (capital inflow).

Bursa Efek Indonesia menilai kinerja IHSG menunjukan kepercayaan investor terhadap perekonomian dan pasar modal domestik yang baik. Apalagi ditambah sentimen kinerja keuangan emiten tahun ini yang juga positif.

"Kinerja positif yang dicapai pasar modal merupakan bukti ada kepercayaan investor terhadap pemerintah dan pasar modal Indonesia. Cadangan devisa positif, nilai tukar rupiah stabil, dan produk domestik bruto (PDB) tumbuh," ujar Direktur Utama BEI, Tito Sulistio.

Indonesia, lanjut dia, juga memiliki banyak bonus ekonomi mulai dari sumber daya alam hingga demografi, yang dapat menjadi mesin ekonomi Indonesia ke depan tumbuh lebih tinggi lagi. Likuiditas Faktor positif yang tidak kalah penting selama 2017 adalah soal likuiditas. Data statitistik BEI menunjukkan, rata-rata nilai transaksi harian saham selama 2017 sebesar Rp11,89 triliun, atau jauh lebih tinggi dari rata-rata transaksi harian pada tahun sebelumnya sebesar Rp7,82 triliun...

Tag: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6450.834 2.678 627
2 Agriculture 1642.122 58.830 21
3 Mining 1896.174 15.254 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.201 0.505 71
5 Miscellanous Industry 1423.572 -19.807 46
6 Consumer Goods 2599.505 -7.787 51
7 Cons., Property & Real Estate 465.509 -6.115 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1154.795 5.554 71
9 Finance 1239.207 4.959 91
10 Trade & Service 794.825 -2.264 155
No Code Prev Close Change %
1 NATO 175 236 61 34.86
2 CLAY 306 382 76 24.84
3 SQMI 382 476 94 24.61
4 YPAS 575 710 135 23.48
5 HEXA 2,920 3,600 680 23.29
6 BNLI 705 855 150 21.28
7 VOKS 250 300 50 20.00
8 INRU 785 910 125 15.92
9 KMTR 334 382 48 14.37
10 DSSA 15,600 17,825 2,225 14.26
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 206 157 -49 -23.79
2 AGRS 490 402 -88 -17.96
3 PADI 1,090 920 -170 -15.60
4 CANI 248 210 -38 -15.32
5 NAGA 280 240 -40 -14.29
6 SKYB 160 142 -18 -11.25
7 AKSI 394 350 -44 -11.17
8 PLIN 3,400 3,040 -360 -10.59
9 KIOS 2,000 1,790 -210 -10.50
10 MYTX 105 94 -11 -10.48
No Code Prev Close Change %
1 HOME 150 144 -6 -4.00
2 BUMI 174 174 0 0.00
3 ERAA 2,310 2,240 -70 -3.03
4 BNLI 705 855 150 21.28
5 PNLF 296 296 0 0.00
6 ASII 8,475 8,325 -150 -1.77
7 BHIT 69 68 -1 -1.45
8 BBRI 3,820 3,800 -20 -0.52
9 SSMS 1,205 1,210 5 0.41
10 INDY 2,180 2,130 -50 -2.29