Portal Berita Ekonomi Jum'at, 27 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:51 WIB. BNI - BNI katakan keuntungan bank pakai fasilitas hedging product call spread yakni tingkatkan efisiensi.
  • 21:48 WIB. PLN - PLN bilang 100% atau 1.520 desa di Kaltim dan Kaltara sudah berlistrik.
  • 21:41 WIB. Sucofindo - Sucofindo raih penghargaan kategori BUMN Bersih Terbaik pada ajang "Revolusi Mental Award BUMN 2018".
  • 21:34 WIB. BUMN -  OJK catat potensi transaksi bisnis hedging structured product satu bank BUMN capai US$8 miliar. 
  • 21:32 WIB. BNI - BNI, PI, dan PTPN III bersinergi untuk penuhi kebutuhan pupuk urea dan NPK Chemical.
  • 21:30 WIB. Pelindo - Pelindo IV Makassar mulai benahi fasilitas untuk sambut musim mudik 2018.
  • 21:28 WIB. Pelindo - Pelindo III perkenalkan aplikasi Home Terminal di international event TOC Asia di Marina Bay Sands, Singapura.
  • 21:24 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan terapkan implementasi verifikasi digital klaim bagi FKRTL.
  • 21:15 WIB. Pertamina - Pertamina gandeng PT Dompet Anak Bangsa untuk sediakan opsi pembayaran dengan Go-Pay. 
  • 21:14 WIB. Pertamina - Gandeng BPH Migas, Pertamina akan petakan lagi distribusi BBM di SPBU. 
  • 20:43 WIB. Pertamina - Pertamina akan layangkan gugatan perdata pada operator kapal MV Ever Judger atas kerusakan pipa di Teluk Balikpapan.
  • 20:40 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya kecelakaan akibat mabuk.
  • 20:28 WIB. BUMN - DPR akan revisi UU BUMN untuk perkuat perlindungan terhadap aset negara.
  • 20:26 WIB. Garuda - Garuda Indonesia targetkan pendapatan Rp180 miliar lewat GOTF.
  • 20:24 WIB. Inalum - Inalum gelar kegiatan mudik bersama masyarakat dalam program Mudik Bareng BUMN Lebaran 2018.

Tahun Politik 2018, Menjaga Asa di Sektor Pasar Modal Indonesia (1)

Foto Berita Tahun Politik 2018, Menjaga Asa di Sektor Pasar Modal Indonesia (1)
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pasar modal Indonesia optimis akan melewati tahun 2017 dengan sejumlah catatan positif. Kinerja industri pasar modal salah satunya dapat dilihat dari pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data BEI, sejak awal tahun hingga 27 Desember 2017, IHSG membukukan kenaikan sebesar 19,21 persen menjadi ke 6.314,05 poin, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp6.992,62 triliun. IHSG, bahkan beberapa kali mencatatkan rekor terbarunya di sepanjang sejarah industri pasar modal Indonesia.

Pertumbuhan pasar modal itu tidak lepas dari besarnya atau solidnya dukungan fundamental ekonomi Indonesia. Sejumlah lembaga pemeringkat internasional telah menyematkan "investmen grade" atau kelayakan investasi kepada Indonesia di tahun ini.

Berdasarkan data, pada 8 Februari 2017 lalu, lembaga pemeringkat Moody's Investors Service (Moody's) memperbaiki Outlook Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari Stabil menjadi Positif, sekaligus mengafirmasi rating pada Baa3 (Investment Grade).

Kemudian pada 19 Mei 2017, lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) menempatkan Indonesia pada Investment Grade dengan menaikkan peringkat Indonesia pada level BBB- (triple B minus) dengan outlook stabil. Belum lama ini, Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) juga meningkatkan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia menjadi BBB (triple B) dengan outlook stabil pada 20 Desember 2017.

Status "investment grade" menunjukkan optimisme dunia internasional atas prospek kinerja ekonomi Indonesia di tengah tantangan domestik maupun global. Maka itu, kebijakan pemerintah Indonesia yang telah dilaksanakan harus terus dikelola dengan baik sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat berkelanjutan dan berkesinambungan yang akhirnya memicu aliran dana investor asing terus masuk ke dalam negeri (capital inflow).

Bursa Efek Indonesia menilai kinerja IHSG menunjukan kepercayaan investor terhadap perekonomian dan pasar modal domestik yang baik. Apalagi ditambah sentimen kinerja keuangan emiten tahun ini yang juga positif.

"Kinerja positif yang dicapai pasar modal merupakan bukti ada kepercayaan investor terhadap pemerintah dan pasar modal Indonesia. Cadangan devisa positif, nilai tukar rupiah stabil, dan produk domestik bruto (PDB) tumbuh," ujar Direktur Utama BEI, Tito Sulistio.

Indonesia, lanjut dia, juga memiliki banyak bonus ekonomi mulai dari sumber daya alam hingga demografi, yang dapat menjadi mesin ekonomi Indonesia ke depan tumbuh lebih tinggi lagi. Likuiditas Faktor positif yang tidak kalah penting selama 2017 adalah soal likuiditas. Data statitistik BEI menunjukkan, rata-rata nilai transaksi harian saham selama 2017 sebesar Rp11,89 triliun, atau jauh lebih tinggi dari rata-rata transaksi harian pada tahun sebelumnya sebesar Rp7,82 triliun...

Tag: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5909.198 -170.652 575
2 Agriculture 1649.379 -41.632 19
3 Mining 1812.460 -64.886 44
4 Basic Industry and Chemicals 771.685 -9.748 70
5 Miscellanous Industry 1224.866 -17.897 44
6 Consumer Goods 2411.714 -76.729 45
7 Cons., Property & Real Estate 477.256 -14.532 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1039.703 -33.358 64
9 Finance 1040.444 -34.277 90
10 Trade & Service 909.909 -23.532 134
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 520 650 130 25.00
2 OASA 334 416 82 24.55
3 MREI 4,900 5,975 1,075 21.94
4 CSIS 462 560 98 21.21
5 AKSI 270 310 40 14.81
6 LCGP 70 79 9 12.86
7 BBRM 100 110 10 10.00
8 INAF 4,380 4,800 420 9.59
9 NIKL 3,890 4,200 310 7.97
10 MARI 1,400 1,500 100 7.14
No Code Prev Close Change %
1 JECC 6,200 4,960 -1,240 -20.00
2 MTSM 324 266 -58 -17.90
3 BIMA 102 84 -18 -17.65
4 INDR 1,430 1,205 -225 -15.73
5 CEKA 1,280 1,090 -190 -14.84
6 MBSS 735 635 -100 -13.61
7 SHID 1,550 1,350 -200 -12.90
8 IMAS 2,450 2,150 -300 -12.24
9 RIGS 248 218 -30 -12.10
10 HDFA 212 188 -24 -11.32
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,310 3,140 -170 -5.14
2 BMRI 7,150 6,775 -375 -5.24
3 TLKM 3,780 3,650 -130 -3.44
4 BBCA 21,750 21,350 -400 -1.84
5 UNVR 46,000 45,000 -1,000 -2.17
6 INKP 12,725 12,450 -275 -2.16
7 PTBA 3,270 3,060 -210 -6.42
8 ADRO 2,120 1,995 -125 -5.90
9 BBTN 3,560 3,190 -370 -10.39
10 TKIM 9,600 9,550 -50 -0.52