Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:46 WIB. Facebook - Medsos ini bentuk tim perang untuk menangkal penyebaran konten-konten berpotensi berbahaya.
  • 11:45 WIB. Facebook - Facebook lakukan pencegahan gangguan terhadap pemilu di sebuah negara.
  • 11:42 WIB. BMKG - BMKG Yogya minta masyarakat waspadai gelombang tinggi.
  • 11:41 WIB. BI - BI Maluku akan adakan ekspedisi kas keliling guna tingkatkan kualitas uang layak edar.
  • 11:39 WIB. Teknologi - Adobe XD sudah terintegrasi dengan dropbox.
  • 11:38 WIB. TNI AL - Penyeledupan 10ribu ekor lobster berhasil digagalkan TNI AL.
  • 11:37 WIB. KKP - Kebutuhan pangan ikan terus meningkat, penting untuk mengembangkan pembudidayaan perikanan Nusantara.
  • 10:14 WIB. CPNS - Gubernur Kalbar pastikan penerimaan CPNS transparan.
  • 10:13 WIB. Sandiaga - Ia prihatin dengan pembunuhan jurnalis Washington Post.
  • 10:12 WIB. BMKG - Awas angin kencang dan gelombang tinggi di Pelabuhan Krui.
  • 10:09 WIB. Trump - AS akan mundur dari perjanjian nuklir dengan Rusia.
  • 10:09 WIB. Tri Rismaharini - Awasi anak-anak dari predator.

Menjawab Tantangan Pengangkutan Sawit dengan Wintor

Foto Berita Menjawab Tantangan Pengangkutan Sawit dengan Wintor
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sawit saat ini menjadi andalan komoditas Indonesia untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia. Tidak heran jika petani kecil hingga perusahaan besar berlomba-lomba menanam sawit. Namun untuk mengangkut hasil panen tandan buah segar (TBS) dari perkebunan bukan perkara mudah.

Untuk mengangkut TBS petani kecil ataupun perusahaan dengan para pekerjanya kebanyakan menggunakan angkong, jenis alat angkut beroda satu yang penggunaanya ditarik atau didorong. Beberapa petani di daerah pedalaman ada yang menggunakan sepeda motor butut yang rodanya dilengkapi dengan rantai untuk memudahkan bergerak di tanah becek.

Medan yang sulit itu rupanya telah menginspirasi PT Astra International Tbk untuk membuat alat angkut yang dinamakan Wintor (Winteq Motor). Alat ini dibuat untuk memenuhi permintaan PT Astra Agro Lestari Tbk, anak usaha Astra lainnya yang bergerak di sektor perkebunan yang sedang mencari alat angkut yang efisien. Yang kemudian pembuatannya dilakukan oleh PT Astra Otoparts Tbk Divisi Winteq, anak usaha Astra yang bergerak di bidang otomotif menyediakan komponen kendaraan.

PT Astra Otoparts Divisi Winteq mulai meneliti bentuk kendaraan yang cocok untuk menjelajahi medan bertanah lembek, berbatu dan naik turun sejak tahun 2009. Hasilnya adalah Wintor Generasi I yang diluncurkan pada tahun 2011. Alat tersebut terus dikembangkan hingga tahun 2012 diproduksi Wintor Generasi II, dan Wintor Generasi III di tahun 2013. Beberapa bagian yang diperbaiki seperti breakdown dan sebagainya.

Wintor sendiri berbentuk seperti mobil beroda empat yang dilengkapi dengan mesin diesel berkekuatan 10 tenaga kuda (HP). Beratnya sekitar 500 kilogram dengan volume daya angkut kurang lebih sama. Namun yang unik dari kendaraan ini adalah roda bagian belakang yang dapat diganti dengan roda segitiga (three angle crawler). Jenis roda ini digunakan saat kendaraan menjelajahi medan yang licin dan miring.

Chief Operation Officer PT Astra Otoparts Divisi Winteq, Reiza Treistanto mengungkapkan, kendaraan tersebut telah diuji coba di beberapa lokasi perkebunan milik AAL. Hasilnya kendaraan berhasil menghemat ongkos pengangkutan hasil panen hingga 40%. Sebagai contoh, biaya pengangkutan yang awalnya Rp100 perkilo TBS menjadi Rp40-60 perkilo TBS.

Melihat keberhasilan kendaraan tersebut, Astra Otoparts Divisi Winteq kemudian mendirikan PT Velasto Indonesia pada tahun 2016 untuk memproduksi Wintor secara massal. Sambutan positif pun datang dari beberapa perusahaan perkebunan lain baik secara korporasi atau individu. Tercatat hingga saat ini sudah lebih dari 1.000 unit Wintor digunakan di seluruh perkebunan di Indonesia. Selain AAL, setidaknya sudah ada 46 perusahaan lain perkebunan yang menggunakan Wintor.

Soal hasil komoditas sawit sendiri, Indonesia saat ini bisa dibilang sebagai raja sawit dunia, dengan luas lahan sawit diperkirakan mencapai 11,67 juta dan produksi mencapai 35 juta ton per tahun. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat, mengingat kebutuhan akan minyak nabati dunia yang semakin tinggi.

Melihat fakta itu tentu menjadi peluang bagi Wintor untuk memperbesar pasar. Dengan jumlah produksi Wintor yang masih berkisar ribuan per tahun juga masih belum memenuhi skala ekonomi sebagai sebuah industri otomotif. Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto juga berharap Wintor bisa diproduksi secara massal guna mencapai skala ekonominya.

Selain membidik pasar sektor perkebunan, Astra juga mencoba menangkap peluang dari gagasan Presiden Joko Widodo yang menyiapkan kendaraan khusus angkutan pedesaan. Saat ini PT Velasto Indonesia sedang menyiapkan Wintor versi angkutan pedesaan dengan berbagai varian, misal Wintor untuk pengangkutan pupuk, pengangkutan pompa irigasi di persawahan, dan pengangkutan potongan kayu.

Tag: PT Astra International Tbk, PT Astra Otoparts Tbk, Sawit, Wintor (Winteq Motor), Reiza Treistanto, Prijono Sugiarto

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Vicky Fadil

Foto: Wintor (Winteq Motor)

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46