Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:11 WIB. Kemenperin - Kementerian Perindustian mengakui sektor perikanan memiliki potensi yang besar di Indonesia.
  • 11:11 WIB. Properti - Synthesis Development membidik generasi milenial untuk proyek terbaru di Jakarta Timur, Prajawangsa City.
  • 11:10 WIB. Yunani - S&P menaikkan peringkat kredit Yunani dari B- menjadi B.
  • 11:09 WIB. UNIQLO - UNIQLO berkolaborasi dengan rumah desain Marimekko asal Finlandia.
  • 11:09 WIB. Pelindo II - Pelindo II Cabang Bengkulu meraih Anugerah Perusahaan Terbaik 2018.
  • 11:08 WIB. Megapolitan - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menilai kebijakan DP 0 rupiah melanggar aturan.
  • 11:07 WIB. Jokowi - Presiden Joko Widodo membeli satu unit motor custom bergaya Chopperland.

Menjawab Tantangan Pengangkutan Sawit dengan Wintor

Foto Berita Menjawab Tantangan Pengangkutan Sawit dengan Wintor
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sawit saat ini menjadi andalan komoditas Indonesia untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia. Tidak heran jika petani kecil hingga perusahaan besar berlomba-lomba menanam sawit. Namun untuk mengangkut hasil panen tandan buah segar (TBS) dari perkebunan bukan perkara mudah.

Untuk mengangkut TBS petani kecil ataupun perusahaan dengan para pekerjanya kebanyakan menggunakan angkong, jenis alat angkut beroda satu yang penggunaanya ditarik atau didorong. Beberapa petani di daerah pedalaman ada yang menggunakan sepeda motor butut yang rodanya dilengkapi dengan rantai untuk memudahkan bergerak di tanah becek.

Medan yang sulit itu rupanya telah menginspirasi PT Astra International Tbk untuk membuat alat angkut yang dinamakan Wintor (Winteq Motor). Alat ini dibuat untuk memenuhi permintaan PT Astra Agro Lestari Tbk, anak usaha Astra lainnya yang bergerak di sektor perkebunan yang sedang mencari alat angkut yang efisien. Yang kemudian pembuatannya dilakukan oleh PT Astra Otoparts Tbk Divisi Winteq, anak usaha Astra yang bergerak di bidang otomotif menyediakan komponen kendaraan.

PT Astra Otoparts Divisi Winteq mulai meneliti bentuk kendaraan yang cocok untuk menjelajahi medan bertanah lembek, berbatu dan naik turun sejak tahun 2009. Hasilnya adalah Wintor Generasi I yang diluncurkan pada tahun 2011. Alat tersebut terus dikembangkan hingga tahun 2012 diproduksi Wintor Generasi II, dan Wintor Generasi III di tahun 2013. Beberapa bagian yang diperbaiki seperti breakdown dan sebagainya.

Wintor sendiri berbentuk seperti mobil beroda empat yang dilengkapi dengan mesin diesel berkekuatan 10 tenaga kuda (HP). Beratnya sekitar 500 kilogram dengan volume daya angkut kurang lebih sama. Namun yang unik dari kendaraan ini adalah roda bagian belakang yang dapat diganti dengan roda segitiga (three angle crawler). Jenis roda ini digunakan saat kendaraan menjelajahi medan yang licin dan miring.

Chief Operation Officer PT Astra Otoparts Divisi Winteq, Reiza Treistanto mengungkapkan, kendaraan tersebut telah diuji coba di beberapa lokasi perkebunan milik AAL. Hasilnya kendaraan berhasil menghemat ongkos pengangkutan hasil panen hingga 40%. Sebagai contoh, biaya pengangkutan yang awalnya Rp100 perkilo TBS menjadi Rp40-60 perkilo TBS.

Melihat keberhasilan kendaraan tersebut, Astra Otoparts Divisi Winteq kemudian mendirikan PT Velasto Indonesia pada tahun 2016 untuk memproduksi Wintor secara massal. Sambutan positif pun datang dari beberapa perusahaan perkebunan lain baik secara korporasi atau individu. Tercatat hingga saat ini sudah lebih dari 1.000 unit Wintor digunakan di seluruh perkebunan di Indonesia. Selain AAL, setidaknya sudah ada 46 perusahaan lain perkebunan yang menggunakan Wintor.

Soal hasil komoditas sawit sendiri, Indonesia saat ini bisa dibilang sebagai raja sawit dunia, dengan luas lahan sawit diperkirakan mencapai 11,67 juta dan produksi mencapai 35 juta ton per tahun. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat, mengingat kebutuhan akan minyak nabati dunia yang semakin tinggi.

Melihat fakta itu tentu menjadi peluang bagi Wintor untuk memperbesar pasar. Dengan jumlah produksi Wintor yang masih berkisar ribuan per tahun juga masih belum memenuhi skala ekonomi sebagai sebuah industri otomotif. Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto juga berharap Wintor bisa diproduksi secara massal guna mencapai skala ekonominya.

Selain membidik pasar sektor perkebunan, Astra juga mencoba menangkap peluang dari gagasan Presiden Joko Widodo yang menyiapkan kendaraan khusus angkutan pedesaan. Saat ini PT Velasto Indonesia sedang menyiapkan Wintor versi angkutan pedesaan dengan berbagai varian, misal Wintor untuk pengangkutan pupuk, pengangkutan pompa irigasi di persawahan, dan pengangkutan potongan kayu.

Tag: PT Astra International Tbk, PT Astra Otoparts Tbk, Sawit, Wintor (Winteq Motor), Reiza Treistanto, Prijono Sugiarto

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Vicky Fadil

Foto: Wintor (Winteq Motor)

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,572.42 3,536.60
British Pound GBP 1.00 18,620.54 18,430.33
China Yuan CNY 1.00 2,087.92 2,067.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,398.00 13,264.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,739.84 10,629.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.36 1,696.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,149.23 10,044.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,405.85 16,240.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.50
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.92 11,944.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6490.896 18.230 571
2 Agriculture 1614.151 -12.818 19
3 Mining 1847.251 16.461 43
4 Basic Industry and Chemicals 713.346 6.521 69
5 Miscellanous Industry 1390.504 10.945 43
6 Consumer Goods 2913.928 21.201 47
7 Cons., Property & Real Estate 517.165 -1.786 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1183.330 2.390 62
9 Finance 1149.039 -2.770 90
10 Trade & Service 937.456 2.920 133
No Code Prev Close Change %
1 FINN 116 156 40 34.48
2 LCKM 486 605 119 24.49
3 TFCO 620 720 100 16.13
4 MPPA 430 486 56 13.02
5 PCAR 1,480 1,670 190 12.84
6 SKBM 670 750 80 11.94
7 OMRE 1,700 1,900 200 11.76
8 ESTI 73 81 8 10.96
9 GJTL 745 825 80 10.74
10 ARTA 268 296 28 10.45
No Code Prev Close Change %
1 RALS 1,500 1,240 -260 -17.33
2 FMII 600 500 -100 -16.67
3 IKAI 126 114 -12 -9.52
4 CANI 254 234 -20 -7.87
5 DWGL 540 498 -42 -7.78
6 MBTO 174 161 -13 -7.47
7 AISA 615 570 -45 -7.32
8 DSNG 420 392 -28 -6.67
9 INCF 202 190 -12 -5.94
10 PYFA 197 186 -11 -5.58
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,200 2,350 150 6.82
2 BMTR 650 650 0 0.00
3 AISA 615 570 -45 -7.32
4 GJTL 745 825 80 10.74
5 ENRG 165 168 3 1.82
6 BBNI 9,500 9,425 -75 -0.79
7 TLKM 4,170 4,160 -10 -0.24
8 BUMI 286 288 2 0.70
9 KREN 555 550 -5 -0.90
10 INDY 4,050 4,200 150 3.70