Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:55 WIB. Bursa -  PT Yeloo Integra Datanet Tbk resmi tercatat di BEI pada 29/10/2018 dengan kode emiten YELO.
  • 10:55 WIB. Bursa - BEI lakukan pencatatan Obligasi TBIG Sebesar Rp628 Miliar hari ini. 
  • 10:27 WIB. BALI - BALI dan ITS Tekno Sains tanda tangani KSO penyediaan, pemasangan, dan komersialisasi sistem indentifikasi perangkat otomatis.
  • 10:26 WIB. BBLD - Oktober ini, BBLD terima fasilitas kredit sebesar Rp125 miliar dari Bank Jateng dan Bank Mayora. 
  • 10:03 WIB. Kredit - Perbankan Malut diminta permudah permohonan kredit untuk pelaku usaha perikanan.
  • 10:01 WIB. Daging - Harga daging sapi segar di Palu Rp110.000/kg.
  • 10:00 WIB. Ayam - Harga ayam di Palu untuk umur dua minggu dijual pedagang Rp35.000/ekor dan umur satu bulan Rp80.000/ekor.
  • 09:59 WIB. Ayam - Pedagang di Palu terpaksa datangkan ayam dari Kaltim untuk penuhi kebutuhan masyarakat.
  • 09:57 WIB. UMKM - Pemkot Malang dorong optimalisasi produk olahan dari hasil pertanian yang dikelola UMKM.
  • 08:31 WIB. Apple - Apple sebar undangan peluncuran iPad anyar.
  • 08:31 WIB. Tesla - Tesla dapat lahan di Shanghai untuk bangun Gigafactory.
  • 08:30 WIB. Amazon - Amazon dirikan kantor di Manchester.
  • 08:30 WIB. Instagram - Intagram hapus unggahan jual bayi online.
  • 06:03 WIB. Careem - Careem raih tambahan pendanaan US$200 juta.

Triwulan III-2017, Pertambangan Kaltim Tumbuh 1,2 Persen

Foto Berita Triwulan III-2017, Pertambangan Kaltim Tumbuh 1,2 Persen
Warta Ekonomi.co.id, Samarinda -

Kinerja sektor pertambangan di Provinsi Kalimantan Timur pada triwulan III tahun 2017 mengalami perlambatan dengan hanya tumbuh 1,2 persen, lebih rendah ketimbang triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,6 persen.

"Menurunnya pertumbuhan sektor tambang inilah yang kemudian berpengaruh pada perlambatan ekonomi Kaltim di triwulan III-2017 yang tumbuh 3,5 persen, lebih rendah ketimbang triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,6 persen (yoy)," ujar Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kaltim Muhammad Nur dihubungi di Samarinda, Sabtu (30/12/2017).

Sebelumnya, melalui kajian ekonomi dan keuangan regional BI Kaltim, Nur menjelaskan bahwa perlambatan kinerja lapangan usaha pertambangan menjadi penyebab utama deselerasi ekonomi Kaltim triwulan III-2017.

Berdasarkan pangsanya, pertambangan masih mendominasi perekonomian Kaltim pada triwulan III hingga mencapai 43,3 persen.

Sedangkan industri pengolahan menduduki peringkat kedua dengan pangsa sebesar 20,5 persen, disusul oleh konstruksi, pertanian dan perdagangan yang masing-masing memiliki pangsa sebesar 8,3 persen, 8,1 persen, dan 5,6 persen pada triwulan III.

Menurut Nur, sektor pertambangan mampu menyumbang kontribusi pertumbuhan sebesar 0,6 persen terhadap ekonomi Kaltim triwulan III, walaupun angka tersebut lebih rendah ketimbang kontribusi triwulan sebelumnya yang mencapai 1,2 persen.

Produksi batu bara Kaltim triwulan III-2017 mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Berdasarkan data produksi batu bara yang dihimpun dari IHS Energy periode November 2017, produksi batubara Kaltim triwulan III tercatat 53,8 juta ton atau tumbuh 5,8 persen, melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 7,8 persen.

Melambatnya produksi batu bara Kaltim triwulan III dipengaruhi oleh tingginya curah hujan di wilayah Kaltim pada tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Berdasarkan data yang dihimpun dari BMKG, rata-rata curah hujan Kaltim selama Januari-Agustus 2017 sebesar 14,3 milimeter, lebih tinggi dibandingkan rata-rata curah hujan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 12,9 mm," katanya.

Berdasarkan hasil liaison, tingginya curah hujan mengakibatkan banjir di sejumlah situs penggalian dan menghambat proses hauling atau pengangkutan batu bara dari situs pertambangan menuju pelabuhan, karena jalur pengangkutan menjadi sulit dilalui.

Ia juga mengatakan bahwa konsumsi batu bara domestik triwulan III-2017 masih di bawah sasaran penggunaan batu bara domestik yang ditetapkan pemerintah. 

Sesuai Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.2183 K/30/MEM/2017 tentang Penetapan Kebutuhan dan Presentase Minimal Penjualan Batubara untuk Kepentingan Dalam Negeri tahun 2017, perkiraan kebutuhan batu bara dalam negeri sebesar 107,9 juta ton atau 26,13 persen dari total produksi.

"Konsumsi batu bara domestik Kaltim pada triwulan III-2017 tercatat 7,8 juta ton atau

14,4 persen dari total produksi batu bara Kaltim, masih di bawah target pemerintah," tutur Nur. 

Tag: Kalimantan Timur (Kaltim), Pertambangan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Freeport Indonesia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5845.242 -23.378 610
2 Agriculture 1577.028 54.568 20
3 Mining 1916.200 -17.317 47
4 Basic Industry and Chemicals 752.704 6.245 70
5 Miscellanous Industry 1214.126 0.053 45
6 Consumer Goods 2489.884 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 408.106 -0.132 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1047.831 -27.064 70
9 Finance 1059.438 -5.179 91
10 Trade & Service 796.896 -3.311 147
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,210 1,510 300 24.79
2 ABMM 1,935 2,190 255 13.18
3 MAYA 6,200 6,950 750 12.10
4 LSIP 1,155 1,270 115 9.96
5 VINS 88 96 8 9.09
6 CTTH 113 123 10 8.85
7 MTDL 680 740 60 8.82
8 PBRX 510 555 45 8.82
9 FISH 3,300 3,590 290 8.79
10 GOOD 2,350 2,550 200 8.51
No Code Prev Close Change %
1 DNAR 336 296 -40 -11.90
2 KBLM 284 252 -32 -11.27
3 SMDM 149 133 -16 -10.74
4 AGRS 256 236 -20 -7.81
5 GMFI 308 284 -24 -7.79
6 ABBA 116 107 -9 -7.76
7 CSIS 400 370 -30 -7.50
8 MLPL 88 82 -6 -6.82
9 BAYU 2,450 2,290 -160 -6.53
10 RBMS 172 161 -11 -6.40
No Code Prev Close Change %
1 ISSP 98 96 -2 -2.04
2 TLKM 3,900 3,760 -140 -3.59
3 KPIG 135 136 1 0.74
4 PGAS 2,310 2,230 -80 -3.46
5 SRIL 320 332 12 3.75
6 SMCB 1,625 1,725 100 6.15
7 PNLF 290 294 4 1.38
8 INKP 13,525 13,675 150 1.11
9 BHIT 80 82 2 2.50
10 MNCN 775 790 15 1.94