Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:05 WIB. PLN - PLN akan operasikan lagi seluruh pembangkit listrik di Pulau Jawa pada pekan depan.
  • 22:03 WIB. KCI - PT KAI Commuter Indonesia catat jumlah penumpang tumbuh signifikan selama libur Lebaran.
  • 22:01 WIB. Pertamina - Konsumsi Pertamax tercatat naik 19% selama masa Lebaran 2018.
  • 22:00 WIB. Mandiri - Pada 20 dan 21 Juni, Bank Mandiri setorkan dana masyarakat ke BI lebih dari Rp3,6 triliun.
  • 21:53 WIB. PTDI - PTDI akan ekspor pesawat ke Filipina pekan depan.
  • 21:52 WIB. Pertamina - Pertamina tidak lakukan pengeboran di Blok Sanga-Sanga tahun ini.
  • 21:50 WIB. JSMR - Jasa Marga tegaskan penerapan JORR tak berpengaruh signifikan pada naiknya pendapatan Perseroan.
  • 21:47 WIB. KAI - PT KAI mulai 1 Juli 2018 turunkan harga tiket KA rute Medan-Tanjungbalai, Sumut.
  • 21:45 WIB. JSMR - Jasa Marga klaim layani 461.000 kendaraan arus balik yang masuk ke Jakarta melalui Cikampek sampai H+4 Lebaran.
  • 21:43 WIB. JSMR - Jasa Marga perkirakan puncak arus balik berlanjut hingga Sabtu dan Minggu pekan ini.
  • 21:37 WIB. Aptrindo - Aptrindo yakin integrasi transaksi Tol JORR akan pangkas biaya logistik.
  • 21:36 WIB. BUMN - WEGE akan renovasi gedung utama Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan.
  • 21:33 WIB. Pertamina - Pertamina tambah pasokan 126 ribu gas elpiji di Sulsel dan Sulbar.
  • 21:29 WIB. Pertamina - Pertamina  segera luncurkan produk Elpiji 3 kg nonsubsidi tahun ini.
  • 21:21 WIB. Pertamina -  Konsumsi BBM pada Lebaran tahun ini? naik 200 ribu kl atau 17% dibanding tahun lalu.

Kembangkan UMKM, BI Tingkatkan Kerja Sama dengan Berbagai Pihak

Foto Berita Kembangkan UMKM, BI Tingkatkan Kerja Sama dengan Berbagai Pihak
Warta Ekonomi.co.id, Pontianak -

Plt Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat Dwi Suslamanto mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kerja sama dengan Pemda, Pemprov, dan pihak lainnya dalam pengembangan UMKM sebagai upaya untuk menstabilkan mata uang rupiah yang ada di provinsi itu.

"Selama ini kita terus meningkatkan kerja sama dengan semua pihak dalam pengembangan UMKM, melalui program Inkubator Bisnis Bank Indonesia (InkubBI) dengan tujuan agar bagaimana rupiah itu stabil," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat Dwi Suslamanto di Pontianak, Sabtu (30/12/2017).

Selain itu, persyaratan lainnya untuk menstabilkan rupiah adalah kebutuhan devisa harus mencukupi, kemudian pangan harus mencukupi, dan orang yang terhubung dengan Bank juga harus banyak.

Oleh karena itu, BI untuk memenuhi syarat menstabilkan mata uang rupiah yaitu mengambil target di tingkat daerah seperti di Kalbar dengan bentuk cluster-cluster UMKM di lingkungan masyarakat.

Dalam hal itu, lanjutnya, pembentukan karakter politik yang terus Bank Indonesia lakukan terhadap program-program yang disosialisasikan, dan juga pelatihan (Hard Skill) kemampuan bagaimana melakukan ekspor dan impor.

"Saya rasa para pelaku UMKM juga harus mengetahui bagaimana proses ekspor-impor, dan juga mengatasi dan menghadapi harga pasar dunia agar bisa menghadapi selera konsumen seperti apa," tuturnya.

Dwi menjelaskan, Bank Indonesia sendiri telah menargetkan membuat inkubator bisnis di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan wujud komitmen BI untuk mengasah kreativitas dan inovasi pelaku usaha pemula untuk berkembang.

Selama ini, katanya, program inkubator bisnis BI telah memfasilitasi masyarakat yang ingin belajar bisnis dengan konsultasi bisnis, gerai kemasan, virtual office, perpustakaan, dan media cetak promosi. Inkubator tersebut berada di kantor lama perwakilan BI.

"Kita harapkan, dengan semakin banyaknya dukungan dan kerja sama yang baik dari semua pihak, program ini diharapkan bisa terus berkembang dan terus menciptakan wirausaha baru untuk memperkuat perekonomian negara ini," tuturnya.

Dwi menambahkan, saat ini InkubBI juga tutor sudah melatih di desa-desa yang ada di kabupaten seperti Sambas dan juga Bengkayang.

"Targetnya menciptakan entrepreneur, memperluas penyebaran wirausaha. Target kami Kalbar mempunyai 20 persen entreprenuer," ujar Dwi. Namun demikian, Dwi mengatakan semuanya tidak bisa hanya bergantung dengan BI. Harapan Dwi ada inkubator lainnya yang membantu mencetak wirausaha sehingga masalah pengangguran dan kemiskinan bisa diatasi.

"Minimal satu wirausaha memiliki 5 karyawan. Kami sudah menciptakan sekitar 600-900 wirausaha. Ditambah inkubator bisnis diluar BI. Dalam satu tahun sekitar 150 wirausaha kita ciptakan selain itu ada juga di universitas dan lapas dengan 75 peserta per semester, " ujar Dwi.

Inkubator bisnis, katanya, di sisi lain membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas ekonomi. Selain itu juga membantu Bank Indonesia dalam mencapai tujuannya. BI sendiri kata Dwi juga memiliki inkubi literasi keuangan dan juga inkubi devisa, serta inkubi ketahanan pangan.

"Sisi lain kita punya target, tapi target pemerintah juga tercapai. Makanya kita juga bekerja sama dengan universitas seperti IAIN Pontianak dan juga universitas Panca Bakti Pontianak," katanya. (FNH/Ant)

Tag: Bank Indonesia (BI), Kalimantan Barat (Kalbar), Dwi Suslamanto, Inkubator Bisnis Bank Indonesia (InkubBI), Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10