Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:50 WIB. Kemenperin - Kementerian Perindustrian menolak rencana bea masuk impor garam industri.
  • 22:39 WIB. Xiaomi - Xiaomi tunjuk Shopee sebagai mitra penjualan resmi Xiaomi Redmi Note 5A untuk jalur online.
  • 22:33 WIB. Shopee - Ketimbang sibuk urusi persaingan, Shopee mengaku lebih utamakan layanan untuk konsumen.
  • 22:32 WIB. Samsung - Kantongi sertifikat TKDN, Galaxy S9 segera dijual di Indonesia.
  • 22:30 WIB. Kominfo - Kemkominfo dorong RUU data pribadi masuk Prolegnas Prioritas 2018.
  • 22:17 WIB. Telkom - Telkom Group garap sistem pembayaran dana pensiun Taspen.
  • 22:10 WIB. Cryptocurrency - Kurang dari 1 dekade terakhir, 14% stok Bitcoin dan Ethereum yang senilai Rp15,9 triliun digondol hacker.
  • 21:59 WIB. Instagram - Instagram akan punya fitur baru 'Last Seen' seperti WhatsApp.
  • 21:56 WIB. CES 2018 - Lenovo pamerkan hasil kolaborasinya dengan Google yakni Lenovo Smart Display.
  • 19:52 WIB. PLTU - Nilai proyek 9 PLTU batu bara bisa capai Rp350 triliun atau setara US$26 miliar.
  • 19:46 WIB. BRI - BRI akan kembangkan QR code untuk bisnis UMKM. 
  • 19:44 WIB. BNI - BNI akui pembayaran dengan QR code lebih cepat, murah, dan efisien.  
  • 19:37 WIB. Sumut - Pemrov Sumut akan kerja sama dengan BNI untuk program e-Samsat Paten dan Sumut Go Samsat.
  • 19:15 WIB. AP I - AP I janji bandara NYIA di Kulon Progo bisa beroperasi pada April 2019. 
  • 19:13 WIB. BTN - Kredit UMKM BTN sepanjang tahun 2017 tumbuh di atas 20%.

Jabar Kembangkan IPTEK Berbasis Industri

Foto Berita Jabar Kembangkan IPTEK Berbasis Industri
Warta Ekonomi.co.id, Cirebon -

Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Jawa Barat akan membangun Science Technopark (STP) sebagai wahana untuk pengembangan inovasi berbasis IPTEK yang berbasis industri.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan beberapa startup industri yang berbasis Iptek yang dikembangkan di sini setelah melalui proses produksi di STP ke depannya akan ada industri yang mengembangkan ke tahap lebih lanjut.

"Jadi, ketika lepas dari sini ada industri yang mengembangkan ke tahap lebih lanjut dan sekarang sudah memungkinkan dilakukan," kata Aher kepada wartawan di Cirebon, Sabtu (30/12/2017).

Sebelumnya, inovasi teknologi hanya sebatas prototype kemudian pengembangan berikutnya sudah masuk ke ranah industri sehingga memiliki nilai ekonomi, bukan hanya industri saja. Namun, di STP tidak dibatasi, tapi sudah dikembangkan menjadi mini industri. 

Setelah dikembangkan dalam skala kecil maka akan dikembangkan dengan skala industri yang besar. Tentu hasilnya akan dimanfaatkan dalam skala nasional maupun internasional shingga mampu bersaing di pasar mancanegara.

"Biasanya kelemahan kita hasil teknologi itu hanya sebatas prototype sesudah itu sudah masuk urusan ekonomi dan industri, sepertinya mandek karena kalau diproduksi tidak akan ada jaminan untuk dibeli," ungkap Aher.

Untuk itu, perlu kebijakan dalam melindungi hasil industri sendiri. Hal itu bisa diwujudkan karena sudah memilki teknologi baru sehingga tidak dikalahkan oleh hasil tender negara lain. 

"Tender kita masih melawan produk bermerek Jepang, Jerman, dan Amerika ya pasti kalah. Akibatnya, hasil produksi kita tidak ada yang membeli dan tidak laku tendernya karena menggunakan merek awal," tegas Aher.

Ia menyebutkan dengan menggunakan e-katalog tidak perlu lagi melalui proses tender sehingga hasil teknologi anak bangsa bisa dibeli oleh negara yang lain.

"Selain itu, belum tentu merek kita dikenal luar karena masih startup, namun belum tentu juga tidak memiliki kualitas. Hanya saja, untuk mencapai kualitas dan memiliki nama membutuhkan proses yang panjang," pungkasnya.

Tag: Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan (Aher), IPTEK

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,572.42 3,536.60
British Pound GBP 1.00 18,620.54 18,430.33
China Yuan CNY 1.00 2,087.92 2,067.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,398.00 13,264.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,739.84 10,629.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.36 1,696.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,149.23 10,044.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,405.85 16,240.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.50
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.92 11,944.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6490.896 18.230 571
2 Agriculture 1614.151 -12.818 19
3 Mining 1847.251 16.461 43
4 Basic Industry and Chemicals 713.346 6.521 69
5 Miscellanous Industry 1390.504 10.945 43
6 Consumer Goods 2913.928 21.201 47
7 Cons., Property & Real Estate 517.165 -1.786 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1183.330 2.390 62
9 Finance 1149.039 -2.770 90
10 Trade & Service 937.456 2.920 133
No Code Prev Close Change %
1 FINN 116 156 40 34.48
2 LCKM 486 605 119 24.49
3 TFCO 620 720 100 16.13
4 MPPA 430 486 56 13.02
5 PCAR 1,480 1,670 190 12.84
6 SKBM 670 750 80 11.94
7 OMRE 1,700 1,900 200 11.76
8 ESTI 73 81 8 10.96
9 GJTL 745 825 80 10.74
10 ARTA 268 296 28 10.45
No Code Prev Close Change %
1 RALS 1,500 1,240 -260 -17.33
2 FMII 600 500 -100 -16.67
3 IKAI 126 114 -12 -9.52
4 CANI 254 234 -20 -7.87
5 DWGL 540 498 -42 -7.78
6 MBTO 174 161 -13 -7.47
7 AISA 615 570 -45 -7.32
8 DSNG 420 392 -28 -6.67
9 INCF 202 190 -12 -5.94
10 PYFA 197 186 -11 -5.58
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,200 2,350 150 6.82
2 BMTR 650 650 0 0.00
3 AISA 615 570 -45 -7.32
4 GJTL 745 825 80 10.74
5 ENRG 165 168 3 1.82
6 BBNI 9,500 9,425 -75 -0.79
7 TLKM 4,170 4,160 -10 -0.24
8 BUMI 286 288 2 0.70
9 KREN 555 550 -5 -0.90
10 INDY 4,050 4,200 150 3.70

Recommended Reading