Portal Berita Ekonomi Sabtu, 21 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:08 WIB. DMAS -┬áPuradelta Lestari mencatatkan penjualan lahan industri seluas 22 hektare selama semester I-2018.
  • 13:00 WIB. PLN - PGN dan PLN kerja sama pengiriman LNG.
  • 10:40 WIB. PBB - Rusia-China minta PBB tunda sanksi minyak Korut.
  • 10:39 WIB. Malaysia - Ke Jakarta, Menlu Malaysia akan bertemu Presiden Jokowi.
  • 10:39 WIB. Korea Utara - AS dorong PBB beri sanksi pada Korut.
  • 10:38 WIB. Iran - Netanyahu: Israel akan terus serang militer Iran di Suriah.
  • 10:37 WIB. Israel - UU Negara Yahudi, Abbas: tidak ada perdamaian akan terwujud.
  • 10:37 WIB. Singapura - Singapura kebobolan, data kesehatan 1,5 juta warganya bocor.
  • 10:36 WIB. Suriah - Rusia ajak AS atur pemulangan pengungsi Suriah.
  • 10:35 WIB. Missouri - Perahu wisata terbalik di Missouri, 17 orang tewas.
  • 10:34 WIB. Jepang - PM Abe: impor mobil Jepang bukan ancaman keamanan AS.
  • 10:33 WIB. Gaza - Palestina desak intervensi dunia untuk akhiri eskalasi di Gaza.

BPS: Kesenjangan Turun Tipis Jadi 0,391

Foto Berita BPS: Kesenjangan Turun Tipis Jadi 0,391
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kesenjangan pengeluaran penduduk yang diukur melalui rasio gini pada September 2017 turun tipis 0,002 poin menjadi 0,391 dibandingkan Maret yang sebesar 0,393. Sementara itu, jika dibandingkan dengan rasio gini September 2016 yang sebesar 0,394, turun sebesar 0,003 poin.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan nilai rasio gini mulai September 2015 hingga September 2017 terus mengalami penurunan. "Kondisi ini menunjukkan bahwa selama periode tersebut terjadi perbaikan pemerataan pengeluaran di Indonesia," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Dalam skala rasio gini, poin 0 menunjukkan tak ada kesenjangan sama sekali. Sementara angka 1 menunjukkan ketimpangan mutlak. 

Untuk daerah perkotaan, angka rasio gini September 2017 tercatat sebesar 0,404 atau turun 0,003 poin dibanding Maret 2017 sebesar 0,407. Sementara rasio gini di pedesaan stabil di angka 0,320 sama dengan kondisi Maret 2017, tetapi naik 0,004 poin dibanding September 2016 yang sebesar 0,316. 

Suhariyanto mengungkapkan faktor yang menyebabkan perbaikan rasio gini September 2017 yakni kenaikan pengeluaran kelompok penduduk berpenghasilan rendah yang lebih cepat dibanding kelompok penduduk berpenghasilan tinggi pada periode Maret-September 2017.

"Tercatat kenaikan rata-rata pengeluaran per kapita Maret 2017-September 2017 untuk kelompok penduduk 40% terbawah, 40% menengah, dan 20% teratas bertutut-turut sebesar 6,31%; 6,25%; dan 5,06%," imbuhnya.

Tag: Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10