Portal Berita Ekonomi Selasa, 16 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:36 WIB. Meizu - Ponsel Meizu unggulkan Flyme OS.
  • 17:25 WIB. Djarot - Ahok telah menyiasati agar tak ada 'golput'.
  • 17:25 WIB. Djarot - Ahok sudah bilang, Jokowi tak cukup lima tahun membangun Indonesia.
  • 17:24 WIB. Djarot - Sebagian besar pendukung Ahok telah memilih Jokowi-Ma'ruf.
  • 17:24 WIB. Djarot - Ahok dan pendukungnya otomatis pilih Jokowi-Ma'ruf.
  • 17:03 WIB. UOB - Paul Rafiuly terpilih sebagai direktur baru PT Bank UOB Indonesia.
  • 17:01 WIB. Perbankan - HSBC berikan sokongan dana pinjaman sebesar US$20 juta kepada Goodyear Indonesia.  
  • 16:35 WIB. Paul Allen - Sebelum meninggal, Paul Allen incar Chelsea dari Roman Abramovich.
  • 16:31 WIB. Winamp - Winamp berencana comeback tahun depan.
  • 16:25 WIB. Pajak - 40 persen pemilik kendaraan di Riau belum membayar pajak.
  • 16:20 WIB. IKM - IKM busana muslim ditingkatkan guna mewujudkan Indonesia sebagai kiblat busana muslim dunia pada 2020.
  • 16:19 WIB. IKM - Kemenperin menyempurnakan peta jalan pengembangan IKM busana muslim di Indonesia.
  • 16:17 WIB. PEP - Produksi gas Pertamina EP di Lapangan Asset 2 Prabumulih Field rata-rata sebesar 154 juta MMscfd.
  • 16:14 WIB. PEP - Pertamina EP berhasil membukukan capaian positif hingga kuartal III/2018.
  • 16:10 WIB. Pertamina - Pertamina sudah melayani pangkalan pengecer elpiji bersubsidi di Kota Palu dan sekitarnya.

2018, Achmad Baiquni Prediksi Suku Bunga Kredit Turun

Foto Berita 2018, Achmad Baiquni Prediksi Suku Bunga Kredit Turun
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni memprediksi suku bunga kredit perseroan akan menurun pada 2018 mengingat biaya dana (cost of fund) yang kini lebih rendah.

"Kami prediksi sedikit lebih menurun karena sekarang memang 'cost of fund' turun dan inflasi rendah," ujar Baiquni saat ditemui di sela-sela acara Ramah Tamah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Kendati suku bunga kredit diproyeksikan menurun, Baiquni tidak menyebutkan seberapa besar persentase penurunannya. Ia menyebutkan kondisi perekonomian domestik dan juga rencana kenaikan suku bunga acuan (Fed fund rate/FFR) oleh bank sentral AS The Fed akan memengaruhi penentuan suku bunga kredit.

"Situasional juga. Kita belum tahu. Begitu Fed naikkan, kita lihat bagaimana dampaknya," kata Baiquni.

Menurut Baiquni, kenaikan FFR akan memengaruhi perekonomian terutama negara-negara berkembang termasuk Indonesia dan perlu menjadi perhatian.

Namun, apabila tren pertumbuhan ekonomi Indonesia terus positif dan juga iklim usaha semakin kondusif, maka bisa saja dampak kenaikan FFR dapat diredam sehingga bank tidak perlu meningkatkan suku bunga kredit. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu respon Bank Indonesia terhadap rencana kenaikan FFR tersebut.

"Sebenarnya kalau itu kita lihat juga ya, kan kita sudah berapa kali, waktu ada FFR naik justru kita bisa tahan. Mudah-mudahan dengan kondisi dalam negeri yang kondusif, itu bisa meredam kenaikan FFR. Kita tunggu BI juga bagaimana BI rate nanti," ujar Baiquni.

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) BNI untuk kredit korporasi mencapai 9,95 persen, kredit ritel 9,95 persen, dan kredit konsumsi yaitu kredit KPR 10,5 persen dan kredit non KPR 12,5 persen.

SBDK tersebut belum memperhitungkan komponen premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur, berupa kondisi keuangan debitur, jangka waktu kredit, prospek usaha yang dibiayai, dan lain-lain. Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.

Suku bunga kredit perbankan hingga akhir 2017 masih di atas 10 persen atau 'double digit'. Berdasarkan data uang beredar BI per Oktober 2017 bunga kredit secara rata-rata masih di kisaran 11,55 persen, turun tipis dibandingkan bunga kredit padaawal tahun 12,03 persen.

Tag: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Achmad Baiquni

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,072.49 4,031.33
British Pound GBP 1.00 20,101.94 19,900.49
China Yuan CNY 1.00 2,210.97 2,188.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,282.00 15,130.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,908.29 10,796.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,950.28 1,930.86
Dolar Singapura SGD 1.00 11,111.76 10,999.64
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.78 17,526.59
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,682.41 3,641.40
Yen Jepang JPY 100.00 13,649.52 13,512.55

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5800.817 73.561 610
2 Agriculture 1499.514 -10.316 20
3 Mining 1908.385 14.778 47
4 Basic Industry and Chemicals 734.213 11.492 70
5 Miscellanous Industry 1207.433 19.109 45
6 Consumer Goods 2472.151 56.797 49
7 Cons., Property & Real Estate 404.376 3.894 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.496 21.972 70
9 Finance 1055.585 7.521 91
10 Trade & Service 790.225 1.656 147
No Code Prev Close Change %
1 CITY 436 545 109 25.00
2 DIGI 805 1,005 200 24.84
3 AKPI 825 970 145 17.58
4 RMBA 330 376 46 13.94
5 BACA 268 304 36 13.43
6 LMAS 69 78 9 13.04
7 POLL 1,500 1,695 195 13.00
8 LAND 1,050 1,185 135 12.86
9 PJAA 1,120 1,260 140 12.50
10 GHON 1,150 1,275 125 10.87
No Code Prev Close Change %
1 IBST 7,200 5,775 -1,425 -19.79
2 VRNA 127 110 -17 -13.39
3 LPCK 1,385 1,200 -185 -13.36
4 GOOD 2,510 2,210 -300 -11.95
5 MYTX 140 124 -16 -11.43
6 KARW 92 82 -10 -10.87
7 VINS 98 88 -10 -10.20
8 TELE 730 660 -70 -9.59
9 TRAM 220 199 -21 -9.55
10 APEX 1,760 1,600 -160 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 220 199 -21 -9.55
2 PNLF 280 288 8 2.86
3 CPRO 50 50 0 0.00
4 INKP 11,700 12,250 550 4.70
5 TKIM 10,050 10,300 250 2.49
6 PGAS 2,040 2,200 160 7.84
7 SKRN 1,185 1,170 -15 -1.27
8 TLKM 3,660 3,780 120 3.28
9 ERAA 1,960 2,040 80 4.08
10 PTBA 4,440 4,390 -50 -1.13