Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:43 WIB. Inalum - Dua korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba merupakan karyawan PT Inalum.
  • 11:39 WIB. ASDP - ASDP perkirakan 37% dari 970.327 pemudik belum kembali dari Sumatera ke Jawa lewat Pelabuhan Bakauheni.
  • 11:36 WIB. BPJS - Tahun ini, Pemkab Bojonegoro targetkan peserta Jamkesda terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
  • 11:35 WIB. Pertamina - Pertamina ungkap para pemudik dengan kendaraan pribadi lebih pilih BBM jenis Pertamax.
  • 11:33 WIB. Pertamina¬†- Pertamina¬†catat peningkatan 14-20% konsumsi BBM dari H-15 sampai H+15 Lebaran.
  • 11:30 WIB. Sucofindo - Saat ini, layanan laboratorium Sucofindo dapat diakses di 46 titik seluruh Indonesia.
  • 11:29 WIB. Sucofindo - Laboratorium Sucofindo bantu pelaku usaha tingkatkan daya saing.
  • 11:28 WIB. BUMN - sejumlah BUMN Karya tetap optimistis meski catatkan arus kas negatif.
  • 11:23 WIB. BNI - BNI siap menjadi bank persepsi yang tampung pembayaran pajak untuk pelaku UMKM.
  • 11:21 WIB. BRI - BRI sediakan lebih dari 10.000 unit kerja serta 330.000 electronic channel untuk penyetoran pajak UMK.
  • 11:14 WIB. LRT - Kemenhub optimistis proyek LRT Sumsel selesai pertengahan Juli 2018.

Pengusaha Startup Perlu Bidik Pengguna Internet

Foto Berita Pengusaha Startup Perlu Bidik Pengguna Internet
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pengusaha startup Indonesia diminta perlu mempertajam differentation usahanya agar memiliki positioning. Dengan demikian, pengusaha startup diharapkan mampu bersaing dengan kompetitor sejenis. Salah satu peluang ke arah sana adalah dengan membidik masyarakat pengguna internet. 

Direktur Pusat Inkubator Bisnis & Kewirausahaan Ikopin (PIBI) Indra Fahmi mengatakan keunggulan internet dalam implementasi bisnis yaitu kemudahan konsumen untuk mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan, pemasar dapat menawarkan lebih banyak produk dan jasa, serta lebih cepat dan mudah mengumpulkan informasi tentang konsumennya. 

Oleh karena itulah, PIBI sebagai fasilitator bisnis pengusaha startup di tanah air berupaya untuk memberikan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan bagi pengusaha startup agar mereka melek internet dan mampu mengoptimalkan media digital ini sebagai sarana bisnisnya.

Pernyataan itu dikemukakan Indra dalam acara seminar Digital Marketing bagi pengusaha Startup di Gedung Suhardani (GSG) Ikopin, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (4/1/2018). Seminar ini juga menghadirkan Imas Nuraida yang merupakan tenant PIBI Ikopin angkatan 2012.

"Berdasarkan hasil kajian dan empirik yang dilakukan oleh PIBI menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar pengusaha startup di Indonesia itu sangat kompleks dan beraneka ragam, baik yang internal maupun eksternal," ucap Indra.

Menurut Indra, faktor internal yang sering menjadi masalah bagi pengusaha startup adalah masih rendah dan terbatasnya kompetensi SDM, modal, akses pasar, sistem pencatatan usaha, keterampilan memproses perizinan untuk usaha, jumlah barang yang yang diproduksi, dan keterampilan membuka akses terhadap lembaga pembiayaan serta berbagai informasi usaha.

"Sedangkan faktor eksternalnya adalah iklim usaha yang belum kondusif bagi pengembangan pengusaha startup dan penciptaan wirausaha baru," kata Indra.

Dalam memasarkan produk-produknya, pengusaha startup masih mengalami berbagai kendala yang meliputi 4 hal mendasar, yaitu belum memahami perbedaan antara pemasaran dan penjualan, sering mengandalkan harga yang murah sebagai strategi bersaing, belum memahami konsep service, serta belum mampu membangun positioning and differentation.

Dalam kesempatan itu, Imas Nuraida mengungkapkan bahwa media digital merupakan terobosan baru yang sangat membantu bisnis di era saat ini. Hal itulah yang disadari Imas hingga didalam menjalankan kegiatan usahanya di antaranya Tour Travel Revolution (TTR), My Bigmall, dan TTR Robot, Imas memanfaatkan media digital. 

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk bisnis di dunia digital mengingat kekayaan alam Indonesia yang melimpah, tenaga kerja muda dalam jumlah yang besar, dan laju urbanisasi yang cepat," ujar Imas.

Ia mengakui peluang bisnis melalui internet di Indonesia sangat besar karena 132,7 juta penduduk Indonesia adalah pengguna Internet dan 40 persennya atau sekitar 106 juta orang adalah penggila media sosial. Sekitar 82 persen internet digunakan untuk mencari informasi tentang toko di sekitar mereka melalui mesin pencari. 

Sementara saat ini bisnis online tumbuh hingga 80 persen lebih cepat dibandingkan dengan bisnis offline. Imas mengungkapkan beberapa alasan mengapa pelaku usaha saat ini harus beralih ke online. Di antaranya karena melalui bisnis online ini akan mempermudah akses ke pelanggan baru di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri.

"Selain itu akan mempercepat pencapaian peningkatan penjualan dan pendapatan, memudahkan transaksi dengan konsumen dan supplier, biaya iklan lebih murah, membuka lapangan pekerjaan sebanyak 150 persen, dan bisnis online ini 12 kali lebih inovatif dibanding offline," tandas dia.

Tag: Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin (PIBI), Indra Fahmi, Startup

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5821.812 -0.521 587
2 Agriculture 1482.909 -8.990 19
3 Mining 1961.047 9.274 44
4 Basic Industry and Chemicals 792.719 -10.247 70
5 Miscellanous Industry 1192.511 -9.581 45
6 Consumer Goods 2334.240 -6.620 45
7 Cons., Property & Real Estate 448.980 -1.710 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.955 -10.483 65
9 Finance 1028.501 16.045 93
10 Trade & Service 878.674 -10.182 141
No Code Prev Close Change %
1 JKSW 89 120 31 34.83
2 SWAT 424 530 106 25.00
3 KPAL 326 406 80 24.54
4 BTON 254 316 62 24.41
5 SONA 2,710 3,290 580 21.40
6 CSIS 1,150 1,390 240 20.87
7 DSSA 21,000 25,200 4,200 20.00
8 PTIS 316 376 60 18.99
9 CITA 1,150 1,350 200 17.39
10 TGRA 426 498 72 16.90
No Code Prev Close Change %
1 SDMU 167 116 -51 -30.54
2 BBRM 63 52 -11 -17.46
3 MFMI 775 640 -135 -17.42
4 DNAR 310 260 -50 -16.13
5 KPIG 1,405 1,200 -205 -14.59
6 JKON 540 472 -68 -12.59
7 LEAD 107 94 -13 -12.15
8 CMPP 338 300 -38 -11.24
9 NELY 132 118 -14 -10.61
10 GLOB 278 250 -28 -10.07
No Code Prev Close Change %
1 SWAT 424 530 106 25.00
2 ERAA 2,660 2,980 320 12.03
3 BBRI 2,910 2,980 70 2.41
4 KREN 760 750 -10 -1.32
5 BMTR 570 540 -30 -5.26
6 INKP 20,025 19,250 -775 -3.87
7 BBCA 21,150 21,925 775 3.66
8 ADRO 2,010 1,930 -80 -3.98
9 BBTN 2,800 2,690 -110 -3.93
10 TLKM 3,610 3,580 -30 -0.83