Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:14 WIB. CPNS - Gubernur Kalbar pastikan penerimaan CPNS transparan.
  • 10:13 WIB. Sandiaga - Ia prihatin dengan pembunuhan jurnalis Washington Post.
  • 10:12 WIB. BMKG - Awas angin kencang dan gelombang tinggi di Pelabuhan Krui.
  • 10:09 WIB. Trump - AS akan mundur dari perjanjian nuklir dengan Rusia.
  • 10:09 WIB. Tri Rismaharini - Awasi anak-anak dari predator.
  • 05:19 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 0 vs 2 Watford
  • 05:18 WIB. EPL - West Ham United 0 vs 1 Tottenham Hotspur
  • 05:17 WIB. EPL - Newcastle United 0 vs 1 Brighton & Hove Albion
  • 05:15 WIB. EPL - Manchester City 5 vs 0 Burnley
  • 05:10 WIB. EPL - Huddersfield Town 0 vs 1 Liverpool
  • 05:02 WIB. EPL - Cardiff City 4 vs 2 Fulham
  • 05:01 WIB. EPL - AFC Bournemouth 0 vs 0 Southampton
  • 05:00 WIB. EPL - Chelsea 2 vs 2 Manchester United

Warga Gaza Terpaksa Harus Bayar Listrik ke Israel

Foto Berita Warga Gaza Terpaksa Harus Bayar Listrik ke Israel
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Otoritas Palestina atau The Palestinian Authority (PA) telah mengimbau agar penduduk Gaza mulai secara teratur membayar listrik mereka untuk pertama kalinya dalam rangka melanjutkan pasokan listrik ke Jalur Gaza.

Penduduk Gaza diharuskan membayar biaya bulanan sebesar 10 juta shekel ($2.8 juta) untuk mengembalikan jumlah listrik yang diminta Otoritas Palestina untuk memotong Jalur Gaza pada bulan Juni, seorang sumber dari Otoritas Palestina, yang meminta untuk tetap anonim, ungkap Al Jazeera.

"Ini adalah pertama kalinya PA mengajukan permintaan semacam itu, namun pemerintah yakin bahwa perusahaan listrik yang berbasis di Gaza harus membayar jumlah yang dikeluarkannya dari sektor kelistrikan," ungkapnya.

"PA ingin mendukung pasokan listrik di Jalur Gaza tapi dengan alasan." tuturnya.

Sejak 2006, Otoritas Palestina, yang mengelola Tepi Barat yang diduduki, telah membayar Israel untuk memasok listrik ke Gaza. Pada bulan Juni 2017, PA meminta agar Israel mengurangi pasokan listrik Gaza sebesar 40 persen. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya Presiden Mahmoud Abbas untuk melemahkan pemerintah Hamas yang bersaing di Gaza.

Ketika PA meminta Israel untuk mengurangi listrik, penduduk Gaza mulai menerima hanya sampai empat jam listrik per hari dibandingkan dengan rata-rata enam sampai delapan jam. Sebagai tanggapan, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa pemadaman listrik yang lebih lama mengancam "keruntuhan total" layanan dasar di Gaza.

Pada hari Rabu, PA mengatakan akan mengizinkan Israel untuk kembali memasok 50 megawatt listrik yang diminta Israel untuk memotong enam bulan yang lalu. Perdana Menteri Rami Hamdallah menggambarkan perkembangan tersebut dalam konteks kesepakatan rekonsiliasi antara PA dan Hamas yang ditandatangani di ibu kota Mesir, Kairo, pada bulan Oktober 2017.

Permintaan tersebut, kata Hamdallah, adalah untuk "meringankan penderitaan rakyat Gaza dan memperbaiki kondisi kehidupan". Namun sumber PA yang dimintai keterangan oleh  Al Jazeera mengatakan bahwa salah satu dari dua turbin pembangkit listrik operasi Gaza harus ditutup, karena biayanya hanya mencakup satu operasi.

"Pada kenyataannya, kenaikannya hanya akan menjadi 25 megawatt, bukan 50," jelasnya.

"Mereka terpaksa harus menutup turbin untuk menutupi dana sebesar 10 juta shekel," pungkasnya.

Karena tingginya permintaan di musim dingin, katanya, efek pemulihan listrik tidak akan membuat banyak perbedaan bagi kehidupan penduduk Gaza. "Kekuatannya mungkin paling banyak meningkat satu jam."

Tag: Israel, Palestina, Gaza, Aksi Bela Palestina, The Palestinian Authority (PA), Rami Hamdallah

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Mohammed Salem

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46