Portal Berita Ekonomi Kamis, 16 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:37 WIB. Twitter - Twitter bungkam akun penyebar teori konspirasi Alex Jones.
  • 17:35 WIB. Xiaomi - Xiaomi bakal umumkan Poco F1 pada 22 Agustus.
  • 17:34 WIB. LG - LG umumkan smartphone 5G pada Awal 2019.
  • 17:32 WIB. Google - Google rilis Android Pie versi ponsel murah.
  • 17:30 WIB. Motorola - Motorola rilis ponsel mirip iPhone X.
  • 17:29 WIB. Kominfo - Kominfo siapkan dua spektrum 5G.
  • 17:28 WIB. Go-Jek - Go-Jek belum berencana ekspansi ke Malaysia tahun ini.
  • 17:03 WIB. Gerindra - Tidak ada bukti soal uang mahar Sandiaga Uno.
  • 17:03 WIB. Gerindra - Andi Arief hanya emosi, sehingga menggeluarkan pernyataan Rp500 M dari Sandiaga untuk PKS dan PAN.
  • 17:03 WIB. Gerindra - Silahkan laporkan ke Bawaslu soal isu Sandiaga Uno berikan mahar ke PKS dan PAN.
  • 16:59 WIB. PKS - Pengganti Sandiaga Uno di Wagub DKI Jakarta belum dibahas.
  • 16:59 WIB. Politik - Prabowo-Sandiaga bakal bertemu dengan Jokowi bahas suhu politik Indonesia.
  • 16:52 WIB. Partai Demokrat - Demokrat tidak mencampuri komitmen kampanye Sandiaga dengan PKS dan PAN.
  • 16:52 WIB. Politik - Demokrat hanya mengkampanyekan Prabowo, sedang Sandiaga tidak.
  • 16:48 WIB. Ketum PPP - Kandidat ketua tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf bukan berasal dari Parpol.

Tetap Tenang di Tengah Warna-Warni Politik

Foto Berita Tetap Tenang di Tengah Warna-Warni Politik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kinerja pasar finansial Indonesia menjelang berakhirnya tahun 2017 masih menunjukkan arah positif. Pertumbuhan pasar obligasi Indonesia melampaui pertumbuhan pasar obligasi di sebagian besar negara di wilayah Asia, yakni mencapai angka 15,79% per November 2017 dibanding Desember 2016.  

Angka pertumbuhan itu jauh di atas pertumbuhan pasar obligasi di negara berkembang dan global yang masing-masing sebesar 7,75% dan 7,02% (ytd). Selain itu, pasar saham Indonesia juga tumbuh 12,37% (ytd) per November 2017.  

Tim investasi PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memperkirakan bahwa tren positif pertumbuhan ekonomi Indonesia ini masih akan terus berlanjut di tahun 2018. Namun, kekhawatiran mulai membayangi sebagian kalangan investor dengan adanya dua agenda politik di 2018, yaitu pilkada serentak yang akan digelar pada 27 Juni 2018 dan kampanye pemilu presiden yang rencananya akan dimulai sejak 13 Oktober 2018.  

Chief Economist & Investment Strategist MAMI Katarina Setiawan menyarankan para investor untuk tetap tenang karena kondisi perekonomian Indonesia dan global sangat kondusif. "Kami memperkirakan di tahun 2018 justru akan terjadi peningkatan aktivitas perekonomian, yang didukung oleh faktor domestik dan global. Faktor pendukung dari domestik adalah adanya pengeluaran anggaran pilkada dan pemilu, peningkatan subsidi pemerintah, dan peningkatan belanja pemerintah, termasuk untuk persiapan Asian Games. Beragam hal tersebut akan membantu meningkatkan kinerja emiten yang berorientasi ke pasar domestik," katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan faktor pendukung dari global akan berperan dalam meningkatkan kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2018. Pasalnya, pemulihan ekonomi global masih akan terus berlanjut di 2018. Organisasi moneter internasional atau IMF bahkan telah menaikkan proyeksi PDB global ke level 3,7% di 2018, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya.  

Situasi global yang kondusif ini akan sangat mendukung perekonomian Indonesia. Dengan peningkatan ekonomi global, pemerintah dapat lebih fokus mengejar beragam tujuan ekonomi yang telah dicanangkan sejak awal dan kinerja emiten yang berorientasi ekspor pun dapat meningkat.

Kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat menjadi daya tarik untuk mengembalikan minat investor asing ke Indonesia setelah pada periode 2017 terjadi outflow yang cukup besar di pasar saham. "Ini akan menunjang kenaikan harga saham, dimulai dengan emiten-emiten berkapitalisasi pasar besar," ujar Katarina.  

Kondisi menjelang pemilu presiden kali ini sangat berbeda dengan tiga periode sebelumnya. Kali ini, di tahun 2018 atau satu tahun jelang pemilu, kondisi perekonomian global sangat kondusif. Sementara pada 2003 atau satu tahun menjelang pemilu 2004, perekonomian global baru mulai pulih dari kejatuhan dot-com era dan 9/11 di Amerika Serikat.  

Sementara satu tahun menjelang pemilu 2009, dunia sedang dilanda krisis global, dan satu tahun menjelang pemilu 2014, Asia sedang dilanda 'demam' akibat US Taper Tantrum.  

Katarina menjelaskan sejumlah faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017. Di tahun ini, baik pemerintah maupun Bank Indonesia sama-sama fokus mendukung pertumbuhan ekonomi. Berbagai reformasi kebijakan pemerintah berhasil meningkatkan peringkat Indonesia dalam kemudahan berbisnis secara signifikan dan mendorong peningkatan investasi, baik dari pihak asing maupun investor domestik. 

Di sisi moneter, Bank Indonesia memotong suku bunga acuan dua kali sehingga membantu menurunkan biaya pendanaan. Selain itu, perbaikan ekonomi yang terjadi secara sinkron di negara-negara maju dan negara-negara berkembang turut mendukung peningkatan ekspor Indonesia. 

Faktor-faktor inilah yang menjadi pendorong pertumbuhan positif perekonomian Indonesia di 2017.

Tag: PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Katarina Setiawan, Ekonomi Indonesia

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.798 -32.792 599
2 Agriculture 1584.193 -7.884 20
3 Mining 1965.865 -31.513 46
4 Basic Industry and Chemicals 782.004 7.938 70
5 Miscellanous Industry 1220.194 17.296 45
6 Consumer Goods 2331.314 16.429 46
7 Cons., Property & Real Estate 433.212 -4.440 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 998.106 -18.088 70
9 Finance 1041.203 -17.449 91
10 Trade & Service 831.450 -1.637 144
No Code Prev Close Change %
1 LSIP 1,180 1,325 145 12.29
2 AALI 11,900 13,300 1,400 11.76
3 BWPT 214 238 24 11.21
4 LPIN 980 1,085 105 10.71
5 IKAI 164 180 16 9.76
6 JIHD 450 490 40 8.89
7 NICK 125 135 10 8.00
8 GZCO 65 70 5 7.69
9 MIKA 1,790 1,925 135 7.54
10 EXCL 2,730 2,920 190 6.96
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 890 700 -190 -21.35
2 IDPR 770 700 -70 -9.09
3 GMFI 228 210 -18 -7.89
4 ASBI 314 290 -24 -7.64
5 PANS 1,680 1,555 -125 -7.44
6 ACES 1,370 1,275 -95 -6.93
7 RELI 270 252 -18 -6.67
8 TIRA 136 127 -9 -6.62
9 BIPP 79 74 -5 -6.33
10 PSDN 298 280 -18 -6.04
No Code Prev Close Change %
1 PTBA 4,160 4,030 -130 -3.12
2 BBRI 3,130 3,210 80 2.56
3 TKIM 14,750 13,975 -775 -5.25
4 KREN 725 770 45 6.21
5 TLKM 3,350 3,430 80 2.39
6 BBNI 7,300 7,375 75 1.03
7 PGAS 1,815 1,840 25 1.38
8 ASII 6,825 6,975 150 2.20
9 UNTR 34,050 34,000 -50 -0.15
10 ERAA 2,730 2,650 -80 -2.93