Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:42 WIB. Telkom - Telkom Witel Makassar mencatat sebanyak 80% pelanggan di wilayah pelayanan telah terjangkau jaringan fiber optic.
  • 21:38 WIB. Garuda - Garuda berada di peringkat ke-11 dengan capaian ketepatan waktu terbang (On Time Performance) kedatangan mencapai 88,3%.
  • 21:33 WIB. PLN - Menteri Jonan meminta PLN mengalihkan pembangkit dieselnya menggunakan B20.
  • 21:32 WIB. Pelindo III - Pelindo III membangun dan merenovasi 11 gedung terminal penumpang di sejumlah pelabuhan kecil di kawasan Nusa Tenggara.
  • 21:30 WIB. Pelindo III -  Pelindo III mengembangkan pelabuhan yang disandari kapal pesiar internasional berukuran besar dengan kapasitas muat lebih dari 4.000 penumpang dan kru.
  • 21:28 WIB. Pegadaian - Pegadaian menyatakan permintaan emas meningkat dalam beberapa minggu terakhir.
  • 21:27 WIB. Pegadaian - Pegadaian: penjualan dan pembiayaan emas meningkat 15 kg per hari.
  • 20:07 WIB. Mandiri - Mandiri mengungkapkan, penggunaan kartu debitnya masih didominasi oleh transaksi melalui mesin ATM.
  • 20:04 WIB. Mandiri - Rata-rata kenaikan transaksi menggunakan kartu debit Bank Mandiri naik 15%-20% yoy.
  • 20:01 WIB. Garuda - Garuda masih enggan menjelaskan ihwal gugatannya yang dilayangkan kepada Rolls Royce.
  • 19:59 WIB. PLN - Stok batubara membaik, PLN kini memiliki cadangan batubara di atas 10 hari.

Serapan Anggaran Jabar Tertinggi di Indonesia

Foto Berita Serapan Anggaran Jabar Tertinggi di Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mencatat penyerapan anggaran pada tahun 2017 meningkat yaitu sebesar 95,77 persen  bila dibandingkan dengan tahun 2016 mencapai 93,90 persen. Angka tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan penyeparan terringgi di Indonesia.

"Kalau tahun 2016 kita dinyatakan tertinggi penyerapan anggarannya maka tahun 2017 insya Allah Provinsi Jawa Barat akan menduduki posisi yang sama," kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) dalam sambutannya pada kegiatan Malam Penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2018 di halaman gedung Sate Bandung, Jumat malam (5/1/2018).

Gubernur Jabar mengatakan serapan anggaran tersebut bukan sebatas tertinggi di Indonesia saja melainkan sebuah serapan anggaran yang berkualitas sehingga bisa dikatakan bahwa Jawa Barat memiliki program pembangunan yang efektif, tepat sasaran dan efisien.

Penyerapan Anggaran ini sangat berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian di Jawa Barat meskipun dalam perhitungan ekonomi ditopang oleh belanja negara termasuk belanja daerah maksimal 15 persen yang merupakan angka terbesar. 

"Ini kelompok belanja terbesar di negeri kita termasuk di negeri manapun," tutur Aher.

Dia menyebutkan hal ini dalam makro ekonomi merpakan faktor yang penting dalam pertumbuhan perekonomian atau dalam belanja pengeluaran yang menggambarkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat seperti konsumsi, ekspor impor dan investasi serta belanja negara. 

"Karena menjadi faktor yang menetukan maka belanja negara ini harus ditata dengan baik tepat waktu dan sasaran sehingga mendorong perekonomian yang ditandai dengan tumbuhnya lapangan kerja dan tentu saja oendapatan masyarakt mengalami peningkatan," paparnya.

Gubernur mengimbau agar menjadikan belaja negara ini sebagai belanja yang terbaik kemudian DPA ini disusun oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang sebelumbya berkoordinasi dengam DPRD Jabar. Namun ketika masing-masing OPD menentukan DPA maka hal ini merupakan tafsir murni tanpa interfensi dari siapa pun. 

"Saya meminta kepada semua OPD termasuk pimpinannya untuk terus memberikan bimbingan, pengawasan sekaligus penelaahan terhadap berbagai jenis rincian belanja," imbuh Aher.

Dia menegaskan setiap biaya yang digunakan dari anggaran harus bermanfaat bagi masyarakat dan tidak terjadi penyimpangan. Apabila terjadi penyimpangan maka pelanggaran tersebut tidak akan menguntungkan sama sekali.

"Kita sering terjebak oleh godaan duniawi dan kasat mata bahkan seakan-akan ini menjadi sebuah keuntungan. Padahal di kaca mata nurani ini merupakan sebuah penyimpangan meskipun dibungkus oleh administrasi yang baik," pungkasnya.

Tag: Ahmad Heryawan (Aher), Jawa Barat (Jabar)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,995.15 3,954.83
British Pound GBP 1.00 19,701.15 19,499.46
China Yuan CNY 1.00 2,185.58 2,163.70
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,983.00 14,833.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,745.81 10,632.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.90 1,890.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,914.99 10,799.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,497.15 17,319.01
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.72 3,575.94
Yen Jepang JPY 100.00 13,387.24 13,250.85

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5811.790 -12.467 602
2 Agriculture 1591.302 -14.202 20
3 Mining 1906.982 13.144 46
4 Basic Industry and Chemicals 779.933 -0.140 71
5 Miscellanous Industry 1202.124 8.921 45
6 Consumer Goods 2412.224 -29.669 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.063 -6.294 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.766 15.682 69
9 Finance 1049.012 -2.325 91
10 Trade & Service 813.453 -3.458 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 200 340 140 70.00
2 PANI 108 183 75 69.44
3 SRSN 63 85 22 34.92
4 ABBA 145 195 50 34.48
5 TRIL 57 70 13 22.81
6 VIVA 139 163 24 17.27
7 MGNA 50 57 7 14.00
8 PNSE 765 850 85 11.11
9 MAMI 65 72 7 10.77
10 ALMI 320 350 30 9.38
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 252 189 -63 -25.00
2 COWL 630 515 -115 -18.25
3 GOLD 570 478 -92 -16.14
4 LCGP 140 119 -21 -15.00
5 PKPK 194 169 -25 -12.89
6 MOLI 1,265 1,105 -160 -12.65
7 CANI 204 180 -24 -11.76
8 KIOS 3,170 2,800 -370 -11.67
9 ERTX 140 124 -16 -11.43
10 FAST 1,745 1,555 -190 -10.89
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 216 226 10 4.63
2 ABBA 145 195 50 34.48
3 BBRI 2,970 2,940 -30 -1.01
4 TLKM 3,470 3,570 100 2.88
5 KPIG 740 715 -25 -3.38
6 PTBA 3,930 4,130 200 5.09
7 BBCA 23,925 24,000 75 0.31
8 NUSA 252 189 -63 -25.00
9 PGAS 1,995 2,060 65 3.26
10 BMRI 6,450 6,375 -75 -1.16