Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:33 WIB. Inggris - Otoritas Inggris kini punya Kementerian Urusan Kesepian.
  • 20:31 WIB. Korea Utara - Korea Utara: kami kirim 230 pemandu sorak ke Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan.
  • 20:29 WIB. Guam - Enam pesawat pembom B-52 milik AS dikerahkan ke wilayah Guam.
  • 20:27 WIB. Suriah - Kurdi tanggapi rencana pembentukan pasukan AS di Suriah.
  • 20:27 WIB. Telkom - Telkom berencana luncurkan satelit 4 antara MeiAgustus 2018.
  • 20:25 WIB. Brexit - Facebook perdalam investigasi atas keterlibatan Rusia terhadap Brexit.
  • 20:24 WIB. Bitcoin - Nilai Bitcoin sempat turun di bawah US$10 ribu.
  • 20:22 WIB. Taliban - Pengamat ragukan klaim Taliban atas pembunuhan Benazir Bhutto.
  • 20:21 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan berencana lakukan close payment bagi perusahaan mulai Februari 2018.
  • 20:21 WIB. Inggris - Anggota Parlemen Inggris loloskan RUU Brexit.
  • 20:20 WIB. Imigran - Pasukan patroli perbatasan AS rusak bantuan untuk imigran.
  • 20:19 WIB. Yaman - Arab Saudi setor USD2 miliar ke Yaman.
  • 20:16 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan jamin pencegahan dan pengobatan kanker.
  • 20:07 WIB. BPJS - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar sosialisasikan MLT dan aplikasi E-Klaim. 
  • 19:57 WIB. Kudus - PLN Kudus akan lakukan pemeliharaan jaringan di 3 wilayah penyulang.

Target Pertumbuhan Dipatok 5,4 Persen, Apa Jurus Bappenas?

Foto Berita Target Pertumbuhan Dipatok 5,4 Persen, Apa Jurus Bappenas?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada tahun ini memerlukan kerja keras mengingat basis pertumbuhan yang masih bersandar pada konsumsi.

"5,4 persen angka yang optimis tapi memerlukan kerja keras karena ekonomi kita saat ini masih bertumpu pada konsumsi dan sumber daya alam," ujar Bambang di Jakarta, Senin.

Bambang menuturkan karena masih bergantung pada konsumsi, Indonesia belum dapat mamanfaatkan seoptimal mungkin membaiknya ekonomi global untuk mendorong kinerja ekonomi domestik terutama kinerja ekspor. Oleh karena itu, ia tidak heran negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam dapat tumbuh lebih baik saat ekonomi global mulai pulih.

"Ketika 'global demand' menguat, tapi karena ekonomi kita masih didominasi konsumsi ekspor kita memang naik tapi negara tetangga bisa mengkapitalisasi dengan pertumbuhan ekspor yang jauh lebih besar," kata Bambang.

Mantan menteri keuangan itu berharap, perbaikan harga komoditas global akan terus berlanjut pada tahun ini sehingga dapat membantu mencapai target 5,4 persen. Namun, untuk menyalip negara tetangga dalam hal kinerja ekspor, memang tidak bisa membutuhkan waktu singkat.

"Tidak bisa dalam waktu setahun menggeser konsumsi ke investasi, sumber daya alam ke olahan, itu memang membutuhkan waktu. Namun untuk investasi, harusnya realisasinya sudah terlihat sekarang," ujar Bambang.

Pada tahun-tahun sebelumnya, investasi baru sebatas pada potensi. Namun, indikasi meningkatnya investasi mulai terlihat pada triwulan III-2017 lalu dimana investasi tumbuh mencapai 7 persen dari yang sebelumnya hanya 4 hingga 5 persen saja.

"Investasi yang selama ini hanya potensi, harus jadi realisasi. Saya sendiri sempat khawatir investasi kok hanya tumbuh 4-5 persen saja, tapi ketika 7 persen ada harapan walau belum pada level yang kita inginkan," kata Bambang.

Pada 2018, Bambang juga mengharapkan adanya gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dan juga gelaran Asian Games, diharapkan juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kendati tidak terlalu besar. Pemerintah sendiri memprediksi keduanya akan menyumbang 0,2-0,3 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi 2018 ditargetkan mencapai 5,4 persen dalam APBN 2018, lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 yang diperkirakan hanya mencapai 5,1 persen.

Tag: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,581.48 3,545.66
British Pound GBP 1.00 18,567.05 18,377.84
China Yuan CNY 1.00 2,085.68 2,064.87
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,432.00 13,298.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,698.59 10,589.20
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,717.95 1,700.75
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.19 10,036.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,378.98 16,212.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,391.92 3,354.69
Yen Jepang JPY 100.00 12,065.03 11,942.52

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6472.666 28.148 571
2 Agriculture 1626.969 -2.919 19
3 Mining 1830.790 7.838 43
4 Basic Industry and Chemicals 706.825 -4.049 69
5 Miscellanous Industry 1379.559 14.800 43
6 Consumer Goods 2892.727 40.614 47
7 Cons., Property & Real Estate 518.951 2.048 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1180.940 -8.985 62
9 Finance 1151.809 4.998 90
10 Trade & Service 934.536 1.286 133
No Code Prev Close Change %
1 LCKM 390 486 96 24.62
2 AISA 494 615 121 24.49
3 ENRG 133 165 32 24.06
4 RALS 1,235 1,500 265 21.46
5 ALKA 488 590 102 20.90
6 MBTO 147 174 27 18.37
7 PCAR 1,260 1,480 220 17.46
8 LTLS 660 750 90 13.64
9 DSNG 372 420 48 12.90
10 ESSA 226 250 24 10.62
No Code Prev Close Change %
1 WICO 550 496 -54 -9.82
2 APII 220 199 -21 -9.55
3 AKSI 378 342 -36 -9.52
4 MIDI 1,050 960 -90 -8.57
5 DWGL 590 540 -50 -8.47
6 INCF 220 202 -18 -8.18
7 PGAS 2,360 2,200 -160 -6.78
8 PSSI 192 179 -13 -6.77
9 AMIN 416 388 -28 -6.73
10 LMAS 62 58 -4 -6.45
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 101 95 -6 -5.94
2 PGAS 2,360 2,200 -160 -6.78
3 ENRG 133 165 32 24.06
4 AISA 494 615 121 24.49
5 ANTM 730 740 10 1.37
6 BBRI 3,630 3,620 -10 -0.28
7 MEDC 1,270 1,300 30 2.36
8 TLKM 4,200 4,170 -30 -0.71
9 KREN 560 555 -5 -0.89
10 PBRX 505 500 -5 -0.99